Breaking News

Yukk KIta Bedah Bisnis Brodo, Begini Perjalanan Suksesnya

Yukk KIta Bedah Bisnis Brodo, Begini Perjalanan Suksesnya
makaryo.netYukk KIta Bedah Bisnis Brodo, Begini Perjalanan Suksesnya. Jika Anda menyukai makanan khas lokal, Anda tahu merek Brod. Tentunya produk sepatu lokal ini banyak diminati oleh masyarakat umum khususnya kaum milenial. Lantas siapa penggagas ide bisnis sepatu Brodo ini? Kini, bisnis sepatu Brodo ini dijalankan oleh dua anak muda asal Bandung berdasarkan pengalaman pribadi mereka. Apa yang harus saya lakukan? Mari kita lihat bagaimana Brodo awalnya lahir dan seberapa cepat dia tumbuh hingga saat ini!

Awal mula ide bisnis sepatu Brodo

Bisnis sepatu Brodo tidak menjadi bisnis yang sukses seperti sekarang ini. Bisnis ini telah mengalami pasang surut dan keadaan sulit untuk diatasi. Namun, kemauan yang kuat dan kerja keras dari pemilik bisnis membuat bisnis ini semakin populer di masyarakat luas. Sebelumnya, ide memulai bisnis sepatu Brodo cukup unik. bagaimana dengan Ide ini awalnya datang dari masalah pribadi yang dihadapi oleh mahasiswa Bandung Yukka Harlanda, yang sedang berjuang untuk menemukan sepatu ukuran 16 yang pas dengan kakinya. Tapi saat itu saya tidak membeli sepatu impor karena harganya tidak sesuai dengan mahasiswa di Australia. Sekali waktu, Yucca membutuhkan sepatu di upacara kelulusan. Dia dan temannya Putera Dwi Kurnia sedang mencari sepatu yang pas di kaki mereka di Sentra Industri Sepatu Cibaduyut di Bandung. Di sana mereka mengunjungi lusinan tukang kembang api, yang sebagian besar tidak menerima pesanan sepasang sepatu. Bahkan minimal pembelian sepatu dari beberapa pengrajin harus 5 lusin sepatu. Akhirnya, kedua pemuda itu menemukan seorang pengrajin yang akan menerima pesanan sepatu kulit yang disesuaikan dengan kebutuhan Yuka untuk sepasang. Selain itu, harga sepasang sepatu yang ditawarkan tidak begitu mahal, dan poin-poinnya sangat rapi. Setelah sepatunya jadi, Yuka menunjukkannya kepada teman-teman SMP-nya. Teman-temannya pun mengapresiasi prestasi pengrajin Cibaduyut saat itu. Kejadian itu mengungkap banyak teman kuliah Yucca yang tertarik dengan sepatunya. Yucca pun mengambil kesempatan untuk membuat sistem pre-order untuk memesan sepatu seperti dirinya. Melalui pengalaman ini, Yucca dan Ptera, teman-teman mereka, mendapatkan ide bisnis yang menarik: perdagangan sepatu, khususnya sepatu kulit untuk pria. Keduanya memiliki efek sinergis dan telah memulai bisnis sepatu bersama.

Perjalanan Bisnis Sepatu Brodo di Indonesia

Setiap perusahaan memiliki tikungan yang berbeda. Tentu saja, kapten yang menjalankan bisnis juga mendengarnya. Sebelum bisnis sepatu Brodo menjadi seperti sekarang ini, dia melakukan banyak perjalanan bisnis yang panjang, lho! Bagaimana perjalanan bisnis Brodo saat ini? Skornya ada di sini!

Tahun 2010, memulai bisnis modal 7 juta

Pada Juni 2010, Yukka dan Putera mendirikan perusahaan sepatu Brodo dengan modal awal 7 juta. Dengan modal tersebut, keduanya berhasil membeli 40 pasang sepatu pria Brodo. Nah, untuk brand Brodo sendiri diambil dari komik Italia tentang memasak. Komik ini menampilkan seorang koki yang selalu menggunakan kaldu ayam untuk membuat semua masakannya menjadi lezat. Kaldu ayam ini disebut brodo dalam bahasa Italia. Yucca dan Aerodactyl telah memilih Brad sebagai sepatu berkualitas yang disukai banyak orang berdasarkan karakter kartun. Yucca dan Aerodactyl memulai bisnis mereka dengan menawarkan sepatu kulit ini kepada keluarga, teman, dan teman kuliah. Belakangan, kedua anak muda itu mulai beriklan melalui forum Kaskus. Melalui asosiasi ini Yucca dan Aerodactyl mampu menjangkau semua target pasar di semua area. Selain itu, kedua iklan tersebut juga menggunakan situs Halaman Facebook. Situs ini menerima banyak suka untuk muncul di garis waktu suka. Yucca dan Putera juga menggunakan Facebook sebagai situs yang mudah diakses orang di Internet. Oleh karena itu, peluang untuk menyebarkan brand Brodo ke masyarakat sangat luas. Selain dua situs tersebut, dua anak muda juga telah dipromosikan melalui aplikasi BBM. Hal ini juga memudahkan Yucca dan Putera untuk menyebarkan informasi terkait brodo.

Tahun 2011, bergabung dengan The Goods Dept

Pada tahun 2011, pasar bazaar dan pop-up mulai booming. Brodo juga ikut bazaar dan mulai mengikuti pasar denim. Saat itu, mereka menyetujui proposal untuk bergabung dengan divisi merchandise. Sejak saat itu, produk Brodo menjadi divisi merchandise. Tidak hanya itu, kami telah memasuki banyak jaringan distribusi di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan.

Tahun 2012, mendapat suntikan dana dari investor

Pada 2012, Brodo mendapat pendanaan dari seorang investor bernama Christopher Angkasa. Alhasil, kuahnya pun tumbuh dengan cepat. Dari beberapa penjualan Brodo tersebut, Yukka dan Putera sudah mulai meningkatkan penjualan di Brodo dengan tidak lagi memasukkan produk Brodo di bagian merchandise dan sales mereka dan sudah mulai menjajaki pemasaran produk melalui media sosial.

Tahun 2013, membuka toko offline Brodo Store

Tak lama setelah memasarkan Brodo melalui media sosial, Yukka dan Putera membuka kantor dan gudang untuk menyimpan inventaris Brodo. Akhirnya, ini mendorong Brodo untuk membuka toko offline Brodo yang banyak diminta. Omset Brodo juga meningkat drastis. Hal tersebut juga mendorong Yukka dan Putera untuk mulai menjual produk Brodo di berbagai situs e-commerce yang saat ini digunakan. Hal ini pula yang mendorong Brodo Store membuka toko offline di Jakarta, Bekasi, Bandung dan Surabaya.

Kendala yang Dihadapi Bisnis Brodo

Dalam menjalankan bisnis sepatu Brodo, tentu Yukka dan Putera mengalami berbagai kendala sebelum menuju kesuksesan yang diimpikan. Apa saja kendala yang dialami oleh Brodo dan bagaimana solusinya? Berikut ulasannya!

Baca Juga  Simak Inspirasi Usaha Kreatif di Era Digital tanpa Memerlukan Biaya Besar!

1. Modal yang kecil

Modal awal untuk memulai bisnis kaldu sangat kecil. Yuka dan Putra mengumpulkan tabungan mereka dan meminjam uang dari beberapa kerabat untuk mengumpulkan 7 juta. Kedua anak muda ini pun memanfaatkan kesempatan ini dengan modal sendiri dan mendirikan perusahaan dengan kemauan yang kuat. Dia memiliki sedikit modal cadangan, tetapi itu tidak menutup peluang Brod untuk sukses di level saat ini. Hal ini tentunya tidak terlepas dari usaha Yuka dan Putra.

2. Sulit mencari pengrajin sepatu yang sesuai

Yukk KIta Bedah Bisnis Brodo, Begini Perjalanan Suksesnya

Kendala lain yang dialami Yukka dan Putera saat memulai bisnisnya adalah sulitnya menemukan pembuat sepatu yang tepat. Kedua anak muda itu membutuhkan waktu dua bulan untuk mencari pemasok yang sesuai dengan visi dan misi mereka. Keduanya menghabiskan seluruh proses bersama sampai Yuka dan Putra akhirnya menemukan pemasok yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Tidak hanya dua orang muda yang mencari penjual yang sempurna, mereka juga berpartisipasi dalam berbagai cara, termasuk desain sepatu, pemasaran, dan penjualan sepatu.

3. Dianggap penipuan oleh pelanggan

Saat bisnis sepatu Brodo mulai lancar, Yucca dan Putera menghadapi masalah lain. Bahkan, keduanya bingung dengan kondisi yang mereka alami. Saat itu, ada pembeli sepatu yang mengira dirinya penipu. Berawal ketika Brodo kehabisan stok, sehingga pelanggan yang ingin memesan sepatu harus melalui sistem pre-order. Namun, barang pesanan tidak sampai sampai 3 bulan setelah selesai, kualitas barang tidak sempurna sehingga menyebabkan restocking ribuan sepatu yang dipesan. Ini mendorong salah satu pembayar untuk melaporkannya sebagai penipuan. Saat itu, Brodo ditentang banyak pihak. Namun, Yucca dan Putera juga mendapat dukungan luar biasa dari berbagai pihak dan kerabat serta berhasil melewati masa sulit ini. Brodo terus berkembang menjadi merek sepatu lokal yang cepat menarik perhatian publik. Bagaimana dengan kapten? Cukup menginspirasi bukan, kisah perjalanan bisnis Prudhoe? Ya, Anda bisa belajar dari Brodo bahwa tidak semua bisnis berjalan mulus dan butuh proses untuk berkembang. Jadi, jika Anda sedang menjalankan bisnis, Anda dapat menikmati setiap operasi yang dilakukan meskipun menghadapi banyak kendala. Untuk membantu Anda mengembangkan bisnis, kini Anda perlu menghasilkan laporan keuangan yang akurat sehingga pengeluaran dan pendapatan Anda dapat dicatat secara detail. Untuk melakukannya, cukup unduh aplikasi BukuWarung! Selain sederhana, aplikasi ini juga banyak digunakan oleh para pengusaha saat memulai bisnisnya, lho! Download Aplikasi BukuWarung di Play Store sekarang atau kunjungi website kami

Check Also

BEBERAPA FAKTOR YANG TETAP HARUS ANDA PERTIMBANGKAN DALAM MELAKUKAN EKSPANSI (PENGEMBANGAN) BISNIS

makaryo.net Lakukan kegiatan ekspansi bisnis yang bersifat kritikal untuk kepentingan perkembangan bisnis Anda. Saat Anda …