Breaking News

Hendy Setiono, CEO Baba Rafi Enterprise dengan Modal Awal Rp4 Juta!

Hendy Setiono, CEO Baba Rafi Enterprise dengan Modal Awal Rp4 Juta!
makaryo.net Hendy Setiono, CEO Baba Rafi Enterprise dengan Modal Awal Rp4 Juta!. Hampir semuanya berubah dari waktu ke waktu, terutama dalam dunia bisnis. Perubahan tersebut membuat perusahaan mampu beradaptasi dengan perubahan agar dapat bertahan. Namun, untuk bisnis, bertahan hidup saja tidak cukup, Gunn. Bisnis yang dijalankan secara lokal perlahan-lahan tutup. Kabar baiknya adalah, Anda tahu, ada pemimpin yang berhasil membuat perusahaan mereka sukses dalam jangka panjang melalui semua tantangan yang diciptakan oleh perubahan. Pemimpin yang tegas dan tetap menjalankan bisnis bisa menjadi inspirasi Anda, Gan. Misalnya, Hendy Setiono, CEO perusahaan Baba Rafi, berhasil dengan modal awal Rp 4 juta. Penasaran dengan cerita lengkapnya? Berikut infonya!

Hendy Setiono, CEO Baba Rafi enterprise 

Namanya mungkin tidak terlalu familiar di telinga Anda, tapi Anda perlu tahu bisnisnya. Hendy Setiono adalah pemilik dan pendiri PT BabaRafi Indonesia, sebuah waralaba kuliner populer di tanah air. Pria kelahiran 30 Maret 1983 di Surabaya ini kini menjadi pengusaha kuliner yang sukses. Orang tua dari dua orang anak, Ravi Darmawan dan Reva Audrey Zahida, sebelumnya mengambil jurusan ilmu komputer dan kuliah di Institut Teknologi (ITS) Surabaya pada 10 November lalu. Pada usia dua puluh, Hind memutuskan untuk memulai proyek kebab dan putus kuliah. Setelah tidak menyelesaikan gelar sarjana dari ITS, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Singapura dengan fokus studi e-commerce.

Kini, PT Baba Rafi Indonesia semakin tampak taringnya di dunia bisnis waralaba. Ada banyak brand yang telah dinaungi oleh PT Baba Rafi Indonesia. Berikut di antaranya:

  • Kebab Turki Babarafi;
  • Container Kebab;
  • Fores Three Coffee;
  • Tambak Udang Vaname;
  • Ngikan;
  • Aura Dermatology.

Terkesima dengan cita rasa kebab di Turki

Pebisnis tampaknya mendapatkan ide untuk memulai usaha dari hal paling sederhana sekalipun, Gan. Begitulah Hendy Setiono memulai usaha kebabnya yang super sukses. Pertama kali mencicipi kebab di Qatar, Hendy langsung jatuh cinta dan membuka usaha Kebab Turki Baba Rafi pada 2003. Tidak langsung mewah, Hendy saat itu nekat membuka usaha kebab hanya dengan modal Rp4 juta. Meskipun saat ia memulai bisnis, kebab belum marak di Indonesia, tapi kegigihan dan kerja kerasnya sukses membawa Kebab Baba Rafi menjadi bisnis sekelas PT (Perseroan Terbatas). Bisnis telah berkembang dari gerobak pinggir jalan di Surabaya menjadi snack bar yang didirikan dengan toko-toko di luar negeri. Hendy berusia 19 tahun ketika dia memutuskan untuk membuka gerobak barbekyu pada tahun 2003. Saat masih kuliah, ia memutuskan untuk berhenti karena kekurangan dana dan memulai bisnis kebab dengan modal Rs 4 juta. Modalnya bukan dari kantong sendiri, kanker, tapi dari pendapatan pinjaman uang milik saudaranya. Handy beruntung dengan modal 4 juta rupiah dan niat untuk memulai bisnis. Kerja kerasnya membuahkan hasil. Mungkin tidak ada yang menyangka bahwa pria yang memulai bisnisnya tanpa rencana bisnis, keterampilan pemasaran dan pengetahuan manajemen ini, bisa sesukses sekarang, saudara.

Berekspansi ke luar negeri dan raih penghargaan

Kurangnya pengetahuan bisnis tidak membuatnya menjadi pengusaha sukses. Belajar otodidak di bidang administrasi bisnis, Hendy membuka enam cabang di tahun pertamanya berbisnis. Pada tahun ketiga, bisnis Hendy Setiono telah mencapai 25 cabang dan ia mulai memperluas pengelolaan perusahaan dengan mempekerjakan perantara sebagai berikut: B. Manajer keuangan untuk dikembangkan. Kebab Turki Baba Rafi resmi membuka peluang bisnis waralaba pada tahun 2005 tanpa menunda katering. Waralaba telah sangat sukses di berbagai daerah di Indonesia seperti Jawa, Bali, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Ternyata kebab baba tipis ala Turki juga sudah menyebar ke luar negeri lho sob. Hendy juga sukses menyabet berbagai bentuk penghargaan. Cabang internasional Kebab Turki Baba Rafi tersebar di berbagai negara antara lain Filipina, China, Singapura, Malaysia, Sri Lanka, Brunei Darussalam, Belanda, Bangladesh dan India dan akan terus berkembang ke negara-negara lain. Di Indonesia, Kebab Turki Baba Rafi telah membuka lebih dari 1.300 toko, sedangkan di berbagai negara lain sudah lebih dari 68. Selain kesuksesan yang telah diraih, disaksikan oleh banyak toko yang tersebar di seluruh tanah air dan luar negeri, kebab Turki Baba Rafi juga telah mendapat pengakuan dari berbagai organisasi di seluruh dunia, antara lain:
  • Pemenang Pengusaha Bisnis Kecil & Menengah Indonesia 2006 (diberikan oleh Menteri Koperasi dan UKM RI);
  • Pemenang penghargaan wirausaha Ernst & Young (EY) pada 2009;
  • Pemenang Waralaba Global Pertama di Indonesia 2016 (diberikan oleh Joko Widodo).
Baca Juga  Cara Menjadi Agen Gas LPG
Baca Juga  Simak Prospek Crypto Cardano (ADA) Bakal Menjanjikan, Ini Alasannya!

Kembangkan bisnis selain kebab 

Hindi Setonu adalah pengusaha cerdas yang mencari peluang. Handi tidak hanya mengandalkan penjualan kebab sebagai sumber pendapatan, namun juga terus mengembangkan bisnis non kebab melalui model kemitraan. Selain Kebab Turki Baba Rafi, Handi Setonu juga memiliki beberapa usaha kuliner, antara lain:
  • Nyapii bersama Edho Zell;
  • Ngayap bersama Ken & Grat;
  • Menantea bersama Jerome Polin;
  • Ngikan Yuk;
  • Cakekinian;
  • Foresthree Coffee.

Cerita keberhasilan dan kegagalan Hendy Setiono

Hendy Setiono, CEO Baba Rafi Enterprise dengan Modal Awal Rp4 Juta!

Jika ingin meniru kesuksesan Hendy Setiono, Juragan perlu mengetahui apa saja faktor keberhasilannya. Hendy menciptakan motto yang disebut LATEM (kebalikan kata METAL) yang merupakan hasil pengalamannya mengikuti seminar dan memperkuat hubungan antar pebisnis. Berikut penjelasan motto LATEM:

  • L – Lihat peluang yang ada;
  • A – Amati caranya dan lakukan;
  • T – Tiru cara yang mungkin dapat diadopsi;
  • E – Evaluasi peluang yang ada;
  • M – Modifikasi cara yang telah dipilih.
Selain mengetahui faktor kebersihan, penting juga untuk mengetahui faktor kegagalan, jadi belajarlah untuk tidak mengalami kegagalan. Hendy sendiri sempat mengalami saat-saat yang tidak menyenangkan ketika uang yang diperolehnya dari penjualan menyebar ke karyawannya di masa-masa awal pendiriannya. Niatnya untuk memulai bisnis bahkan tidak disetujui oleh orang tuanya. Namun, berbagai upaya tersebut tidak menyurutkan Hendy. Sebaliknya, ia lebih berkomitmen pada bisnisnya untuk mencapai kesuksesan hanya dalam tiga atau empat tahun. Usahanya yang kini sudah tersebar ke banyak lokasi, bahkan di luar negeri, membuktikan kehebatannya dalam menjalankan bisnis yang tentunya bisa jadi inspirasi buatmu, Gan. Nah, jika ingin bisnis Juragan sukses seperti bisnis yang dinaungi Hendy Setiono, ada banyak hal penting yang perlu diperhatikan, salah satunya aspek keuangan. Juragan bisa, lho, menggunakan aplikasi BukuWarung untuk mengelola keuangan bisnis secara lebih mudah dan akurat. Kalau Juragan menggunakan aplikasi BukuWarung, setiap transaksi penjualan bisnis Juragan akan tercatat secara otomatis. Aplikasi ini juga bisa memperbarui stok, sehingga stok yang ada di aplikasi akan selalu sama dengan stok di gudang. Apa yang kamu tunggu? Download aplikasi BukuWarung sekarang melalui Google Play Store untuk mempermudah pengelolaan bisnis!

Check Also

BEBERAPA FAKTOR YANG TETAP HARUS ANDA PERTIMBANGKAN DALAM MELAKUKAN EKSPANSI (PENGEMBANGAN) BISNIS

makaryo.net Lakukan kegiatan ekspansi bisnis yang bersifat kritikal untuk kepentingan perkembangan bisnis Anda. Saat Anda …