Bagaimana Cara Mengamankan Data Diri Dan Kontak Dari Pinjaman Online

Bagaimana Cara Mengamankan Data Diri Dan Kontak Dari Pinjaman Online

makaryo.net – Dewasa ini, pinjaman online atau yang lebih akrab disebut pinjol, marak berkembang karena terlihat amat menjanjikan untuk menyelesaikan masalah finansial sebagian orang. Hanya bermodalkan foto KTP dan beberapa syarat administrasi, anda bisa mendapatkan dana pinjaman dengan cepat. Sayangnya, kemudahan ini seringkali membuat abai orang-orang, tak sedikit kasus pencurian dan penyalahgunaan data diri dan informasi kontak peminjam.

Bahaya pinjaman online

Kerugian dalam transaksi pinjaman online umumnya berasal dari situs ilegal. Pengguna yang telah terjerat kasus ini, tidak hanya mendapat kerugian fisik, tetapi juga psikologis di mana pihak pinjaman seringkali melakukan teror dan intimidasi melalui dept collector. Ancaman yang dilakukan dapat menyebabkan kepanikan, rasa khawatir, ketakutan, gelisah, hingga akal sehat yang tidak berfungsi.

Jika terus berlanjut, maka memungkinkan untuk menyebabkan frustasi dan percobaan bunuh diri. Kerugian secara finansial berupa denda dan bunga yang menumpuk. Hutang akan terus membengkak dengan akumulasi bunga dan denda yang semakin bertambah hingga nyaris tidak bisa dilunasi dan berakibat pada penyitaan barang berharga milik peminjam.

Mengamankan Data Diri Dan Kontak Dari Pinjaman Online

Ilustrasi fintech. © business insider

Bahaya lainnya berupa data pribadi yang dapat disalahgunakan, dicuri, dan disebar dengan mudah. Para peminjam seringkali tidak menyadari bahaya ini. Aplikasi pinjaman online ilegal dapat leluasa mengakses data di ponsel dan menjadikannya jaminan.

Lantas bagaimana cara untuk mengamankan data diri dan kontak dari pinjaman online?.

  1. Pelajari perbedaan antara pinjol legal dan ilegal

Salah langkah paling dasar untuk menjaga data diri anda agar tidak bocor ke mana-mana, yakni mempelajari perbedaan pinjol ilegal dan legal. Jangan sekali-kali meng=klik tautan situs yang tidak jelas asal usulnya. Anda harus memahami jika agen layanan pinjaman legal ditawarkan melalui media yang jelas, berbeda dengan pinjol ilegal biasanya menawarkan produknya lewat SPAM sms maupun pesan Whattsapp.

Selain itu, pinjol legal selalu memiliki alamat fisik, yaitu kantor yang jelas meski seluruh proses pencairan dana berbasis online. Ada pula laman website resmi, yang merupakan sarana perusahaan untuk memasarkan layanan mereka. Besaran bunga yang dibebankan kepada nasabah relatif kecil dan masih dalam batas wajar, tidak seperti layanan pinjol ilegal yang kerap memberikan bunga yang tidak masuk akal.

  1. Pastikan dulu pinjol tersebut terdaftar di OJK
Baca Juga  Simple Ini 4 Beda Website Dengan Landing Page

Jika anda berniat menggunakan layanan pinjaman online, maka hal yang paling utama yaitu memastikan jika perusahaan yang anda tuju terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan Indonesia. Penting sekali untuk mencari tahu seluk beluk suatu situs layanan pinjaman online, anda juga tak perlu risau karena kini akses untuk mengecek status perizinan usaha di OJK amat mudah. Anda dapat mengeceknya melalui website resmi OJK di www.ojk.go.id, kemudian pilih menu IKNB, lalu klik Finctech dan ikuti langkah selanjutnya.

Anda juga dapat mengetahui legalitas platform pinjol melalui Whattsapp resmi OJK di nomor 081157157157, kemudian anda hanya perlu mengetik nama layanan yang ingin dicek. Ada lagi email waspadaiinvesfasi@ojk.go.id dan telepon menjadi alternafif lain untuk memastikan legal atau tidaknya suatu  layanan jasa keuangan.

  1. Aktifkan fitur keamanan platform pinjol

Ibarat rumah yang memerlukan kunci agar tidak dimasuki penjahat, segala produk internet membutuhkan jaminan keamanan sebagai upaya pencegahan serangan cyber crime. Sebetulnya, platform legal dan telah terdaftar akan dilengkapi fitur keamanan  yang dapat dinikmati pengguna berupa kunci akun, blokir akun, verifikasi, dan mode privasi. Pinjol ilegal dapat mencuri data pribadi dengan menanamkan fitur-fitur spywer pada aplikasi yang dipasang pengguna sehingga penting untuk anda mengaktifkan pembatasan akses dengan fitur keamanan.

  1. Pahami syarat, ketentuan, dan mekanisme situs maupun aplikasi pinjol

Sebelum menyetujui kebijakan aplikasi, cermati baik-baik seluruh syarat dan ketentuan aplikasi untuk mencegah akses data pribadi anda yang berlebihan dan tidak berkaitan dengan kebutuhan. Sebab jika anda tidak memahami mekanisme aplikasi itu dengan teliti, dikhawatirkan akan mengambil data diri atau informasi di ponsel seperti daftar kontak, riwayat sms, dan foto tanpa sepengetahuan anda. Perhatikan pula logis tidaknya permintaan akses data, jika dirasa diluar batas kewajaran maka jangan setujui permintaan itu.

Baca Juga  Simple, Ini 8 Cara Promosi Online Bisnis Travel

Jika anda memang harus mengizinkan aplikasi untuk mengakses data tertentu, maka pastikan jika aplikasi menjamin penggunaan, keamanan, dan kerahasiaan data diri anda 100 persen. Jangan mudah gegabah karena iming-iming besarnya dana yang dapat dipinjam dengan mudah dan cepat.

  1. Jangan sembarangan mengumbar data pribadi dan informasi kontak

Kian marak kasus penyalahgunaan data pribadi, tak sedikit laporan jika mendapat teror untuk segera membayar hutang, padahal korban sama sekali tidak pernah meminjam di situs manapun. Kasus jual beli data pribadi pengguna smartphone juga semakin menjamur di tengah masyarakat. Para pelaku ini bisa mendapatkan data diri dari jejak digital yang pernah anda masukan pada situs tertentu.

Maka dari itu, jangan sekali-kali mengunggah, memasukkan, dan menyebarkan data diri  termasuk informasi kontak anda ke sembarang situs yang tidak jelas fungsinya. Masyarakat juga dihimbau agar bersikap kritis ketika ada orang lain yang meminta informasi pribadi seperti foto KTP. Meskipun orang yang meminta adalah orang yang kita kenal karena saat ini peluang kejahatan semakin menjadi-jadi, maka sebisa mungkin kita harus mencegahnya.

Kesimpulan

Adanya kemudahan dalam era digitalisasi informasi bisa mengakibatkan kejahatan di internet oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab. Maka, penting untuk meningkatkan literasi digital anda seiring dengan kemajuan teknologi yang tiada batas sehingga masing-masing individu mengerti apa yang harus dilakukan dan terhindar dari penipuan. Kontribusi fintech lending atau pinjol dapat diakui berdampak besar bagi perekonomian masyarakat Indonesia, namun capaian ini juga perlu diwaspadai, mengingat banyaknya kasus akibat layanan pinjol ilegal. Terakhir, jika anda menjumpai atau mengalami sendiri kasus-kasus yang melibatkan pinjol ilegal, maka segeralah melapor ke pihak berwajib.

Sumber : https://investbro.id/cara-mengamankan-kontak-hp-dari-pinjaman-online/