Arti Ghosting Dalam Bahasa Gaul, Cara Menyikapi dan Menghindari

Arti Ghosting Dalam Bahasa Gaul, Cara Menyikapi dan Menghindari

makaryo.net – Istilah kata ghosting tentunya sering anda dengar dimana istilah tersebut menjadi cukup populer di kalangan anak muda jaman sekarang. Ghosting merupakan sebuah istilah yang lekat dengan anak muda. Penggunaan ghosting biasanya erat kaitannya dengan hubungan asmara maupun hubungan pertemanan seseorang. Istilah ini sangat popular karena banyak anak muda yang menggunakannya di media sosial mereka.

Sebelum menggunakan istilah ini, Anda harus mengetahui artinya, agar Anda bisa menggunakan istilah ghosting dengan tepat.

Lantas, apa arti kata ghosting?

Ghosting artinya adalah bahasa gaul. Secara makna kamus arti Ghosting adalah berbayang. Namun ghosting bagi kalangan anak muda jadi bahasa gaul bukan yang memiliki arti secara bahasa berbayang. Kata Ghosting Chat menjadi bahasa gaul kerap kali digunakan oleh pengguna Instagram sebagai caption maupun untuk berkomentar.

Kata ghosting ini berasal dari bahasa Inggris yang memiliki berbayang atau bayangan, Ghosting ini bisa memiliki arti sebagai hantu yang bisa menghilang secara tiba-tiba. Ternyata artinya bisa dijabarkan atau bila dipahami dalam bahasa Indonesia adalah ketika seseorang yang Anda dekati mengakhiri hubungan dengan memutuskan komunikasi tanpa penjelasan apapun darinya. Apabila dalam sebuah hubungan percintaan, ghosting identik dengan pemberi harapan palsu dan untuk hubungan pertemanan, ghosting identik dengan hubungan platonic. Alasan pelaku ghosting umumnya hanya diketahui oleh pelaku dan tidak diketahui oleh korban ghosting.

Arti Ghosting Dalam Bahasa Gaul, Cara Menyikapi dan Menghindari

Anda tidak akan bisa menghubungi pelaku ghosting ini melalui nomor ponsel, media sosial, maupun secara langsung. Selain itu, pelaku ghosting juga sering disebut sebagai pengecut karena menimbulkan rasa dendam, penyesalan, sampai amarah pada korban. Apalagi jika kenangan-kenangan sebelum di ghosting dibuat sangat indah dan sulit untuk dilupakan.

Baca Juga  Kurs Dollar Berapa Jika Di Rupiahkan

Dari hasil survey yang telah dilakukan oleh situs Elle Amerika Serikat, ditemukan bahwa 26% persen perempuan dan 33% laki-laki pernah melakukan dan jadi korban ghosting. Sementara untuk 24% perempuan dan 17% laki-laki mengaku pernah melakukan ghosting tapi tidak pernah menjadi korban ghosting.
Alasan umum seseorang melakukan ghosting

Lantas, kenapa banyak orang yang melakukan ghosting tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi pada korban ghosting. Ada beberapa kemungkinan penyebab terjadinya ghosting dalam sebuah hubungan, baik asmara maupun pertemanan. Alasan-alasan tersebut bisa jadi karena:

  • Tidak mau berkomitmen
  • Tidak ingin menyakiti perasaan orang lain
  • Merasa tidak nyaman terhadap situasi yang dialami
  • Sulit mengomunikasikan keinginannya untuk mengakhiri suatu hubungan
  • Memiliki masalah psikologis
  • Menemukan orang yang lebih menarik
  • Terlalu sibuk

Banyak orang yang melakukan ghosting karena memang nyaman untuk melakukan hal tersebut. pelaku tidak harus berurusan dengan perasaan korban dan tidak perlu memberikan penjelasan. Pelaku bisa meninggalkan sebuah hubungan dengan cepat dan mudah tanpa drama.

Baca Juga  What Does Rawr Mean Arti Bahasa Gaul Dalam Bahasa Indonesia

Apabila menjadi korban ghosting

Seorang korban ghosting akan merasa terluka hingga kehilangan kepercayaan diri dan menjadi insecure karena merasa ditolak dan tidak dihargai. Bayangkan saja, apabila seseorang yang disayang tiba-tiba menghilang tanpa sebab yang jelas dan menggantungkan sebuah hubungan, tentu hal ini akan memantik emosi negatif dalam diri.

Tak jarang korban ghosting akan menyalahkan diri sendiri, merasa kesepian, dan sedih pada awalnya hingga menjadi depresi dan frustasi. Pastinya sangat wajar apabila korban ghosting akan merasa sakit hati yang mendalam.

Apabila hal ini terjadi pada Anda, cobalah untuk mengikuti hal-hal berikut ini:

  1. Ceritakan kejadian yang dialami kepada orang terpercaya dan orang yang tepat agar Anda merasa lebih tenang.’
  2. Tidak perlu untuk menyalahkan diri sendiri, karena seorang pelaku ghosting sadar atas tindakan yang diambilnya.
  3. Berusaha menerima dengan ikhlas memang tidak mudah. Tapi, jika Anda terus memikirkan hal tersebut justru akan mengganggu Kesehatan psikis Anda.
  4. Cari kesibukan baru untuk melupakan kejadian yang telah terjadi.
  5. Yakinkan diri sendiri bahwa Anda akan baik-baik saja dan semua rasa itu akan berlalu.
  6. Teguhkan hati untuk tidak mencari tahu penyebabnya dan jangan menjelajah media sosial yang menyebabkan Anda tambah sakit hati.

Ghosting dalam hubungan asmara

Ghosting sering kali terjadi pada hubungan percintaan. Ghosting terjadi pada saat seseorang masih dalam proses pendekatan atau kencan atau pada seseorang yang sudah sering jalan bareng, namun tidak ada kepastian.

Tentunya tindakan ghosting ini akan sangat menyakitkan apabila terjadi pada seseorang yang telah dekat dan diharapkan akan menjadi pasangan. Ghosting ini biasanya disebabkan karena perasaan sesaat atau sebetulnya ia baru menyadari bahwa dirinya tidak menyukai pasangannya. Ghosting juga bisa terjadi jika seseorang telah menemukan orang yang tepat dan sangat disukainya.

Ghosting dalam hubungan pertemanan

Selain dalam hubungan asmara, ghosting juga sering terjadi dalam hubungan pertemanan. Seperti yang telah disebutkan di atas, ghosting dalam hubungan pertemanan dinamakan sebagai hubungan platonic. Hubungan ini adalah hubungan pertemanan yang dilakukan oleh perempuan dan laki-laki dengan ketertarikan asmara.

Hubungan seperti ini kunci utamanya adalah menjaga perasaan satu sama lain. Hubungan seperti ini umumnya disamarkan dengan sebuah persahabatan yang saling mengasihi tanpa bermain hati. Hubungan platonic akan menyebabkan salah satu pelakunya melakukan ghosting dan menerima ghosting karena tidak tahan perasaan cintanya.