Hukum Bisnis Dropship Dalam Pandangan Islam

Hukum Bisnis Dropship Dalam Pandangan Islam

Makaryo.net – Ekonomi berasal dari bahasa Yunani oikos, yang artinya rumah tangga, dan nomos yang artinya pengaturan.

Ekonomi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang bagaimana manusia melakukan pilihan terbaik di dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia yang tidak terbatas, dengan sumber daya yang terbatas. Hukum ekonomi sendiri mengatur bagaimana individu-individu bisa mengambil pilihan terbaik di dalam pemenuhan kebutuhan hidup.

Ada banyak hukum ekonomi yang diterapkan di dunia. Perbedaan ini terjadi karena adanya perbedaan ras, budaya, sosial, politik, dan sejarah dari tiap-tiap penganutnya.Salah satu hukum ekonomi yang cukup menonjol di dunia adalah hukum ekonomi Islam, mengingat jumlah penganutnya yang cukup banyak, yakni hampir 1,6 milyar atau seperlima dari penduduk dunia secara statistik (PEW Research Center).

Hukum Bisnis Dropship Dalam Pandangan Islam

Hukum ekonomi Islam atau hukum ekonomi syariah sendiri, mengedepankan nilai-nilai Islam, yang berbeda dengan hukum ekonomi kapitalis, sosialis maupun liberal.

Baca juga :

Tips dan Trik Agar Wawancara Kerja Sukses

Cara Memanfaatkan Media Sosial Dalam Mengembangkan Bisnis

Pada ekonomi kapitalis sosialis, sistem perekonomian menuntut pemerintah sebagai pusat distribusi sumber daya.

Pada sistem perekonomian liberal, swasta diberikan kebebasan di dalam mengelola sumber daya sebaik mungkin.

Untuk syariah sendiri, lebih mengacu kepada nilai-nilai Islam, dimana semua berhak mengelola kekayaan, akan tetapi tidak boleh melanggar nilai-nilai Muslim, atau yang lebih dikenal dengan istilah haram, seperti mencari riba dengan bunga, menumpuk harta, eksploitasi berlebih, dll.

Baca Juga  10 Peluang Bisnis Produk Digital Yang Menjanjikan

Muslim mengenal istilah bagi hasil di dalam perdagangan. Bagi hasil atau Al-Mudharabah, mensyaratkan seorang Muslim untuk mencari untung secara kesepakatan, antara pemberi modal dengan penerima modal, pemberi pekerjaan dengan yang bekerja. Lalu bagaimana dengan dropship?

Bagaimana hukum bisnis dropship dalam pandangan Islam?

Di dalam perdagangan sendiri tentu harus ada barang yang dibeli terlebih dahulu (stock barang) dari supplier, kemudian barang tersebut disimpan dan dijual ke konsumen. Dropship sendiri merupakan sistem yang tidak mengharuskan penjual untuk menyetok/menyimpan barang untuk berdagang.

Dropship menjadikan pedagang sebagai agen, yang mengharuskan dropshipper (pelaku bisnis dropship) mencari supplier untuk menyuplai barang ketika konsumen membeli barang.

Keuntungan di dapat dari selisih antara kesepakatan harga jual dengan pembeli, dan harga beli dari supplier.

Lalu apakah dropship diperbolehkan secara Islam?

Beberapa pro dan kontra mengenai dropship muncul, tatkala dropship dianggap melanggar itikad seorang Muslim untuk mencapai zalim, karena seorang dropshiper (pelaku bisnis dropship), bisa mengatur harga sendiri.

Baca Juga  Recommend 5 Jenis Investasi Untuk Mahasiswa Beserta Keuntungannya

Menurut video yang saya tonton, Dr. Zakarudin Abdul Rahman seorang ustad dari Malaysia menyatakan bahwa dropship itu HALAL, selama dijalankan dengan nilai-nilai Islam untuk mencapai syariat, yaitu kejujuran, itikad baik, dan tidak mencari riba.

Lalu bagaimana caranya berdagang dengan sistem dropship yang baik secara Muslim?

Harus dilakukan dengan konsep zalim, artinya memberikan deskripsi, harga dan kesepakatan yang jelas dengan supplier maupun konsumen. Konsep Akad yang baik harus diperhatikan di dalam mengatur kesepakatan, baik dengan konsumen maupun supplier. Jelaskan setiap prosesnya mulai dari pemesanan barang maupun pengiriman.
Waktu pengadaan barang juga menjadi tolak ukur apakah kita menjalankan dagang secara benar atau tidak. Jangan menunda pemesanan atau pengiriman barang, kirimkan tepat sesuai dengan kesepakatan.
Alangkah lebih baik jika semua bisnis dijalankan dengan penuh rasa syukur dan ikhlas di dalam menjalankannya. Perlu diingat bahwa Allah telah menentukan rezeki masing-masing orang, dan harus dicukupkan sesuai dengan kebutuhannya. Hal ini harus diperhatikan terutama di dalam menentukan harga yang tepat kepada konsumen.

Bagaimana menurut kalian?

Semoga bisa menambah wawasan kalian tentang hukum dropship dalam pandangan Islam.