7 Cara Budidaya Jamur Tiram, Mudah dan Panen Setiap Hari

7 Cara Budidaya Jamur Tiram, Mudah dan Panen Setiap Hari

Pemula yang mau belajar bisnis pertanian bisa coba cara budidaya jamur tiram. Tekniknya mudah dan anti gagal. Biarpun masih belajar, Anda tetap bisa menikmati rasanya panen.

Terlebih lagi, jamur tiram merupakan salah satu produk yang memiliki pangsa pasar yang lumayan besar. Hal ini membuatnya pantas untuk dibudidayakan dalam jumlah besar sehingga bisa menghasilkan banyak uang.

Pada kesempatan ini, kami akan membahas teknik budidayanya sekaligus membahas peluang atau potensinya. Selamat menyimak.

Peluang atau potensi budidaya jamur tiram

Jamur tiram merupakan salah satu produk yang cukup banyak dibutuhkan di Indonesia. Hasil tani ini bisa diolah menjadi banyak makanan. Mulai dari sayuran rumahan hingga keripik jamur yang dijual dalam bentuk kemasan.

Peluang atau potensi budidaya jamur tiram

Itulah mengapa pangsa pasar bisnis ini sangat luas dan potensinya besar bila dikembangkan.

Berikut ini kami rangkum beberapa hal yang membuat potensi bisnis ini menjanjikan:

  • Modal yang dibutuhkan tidak terlalu besar.
  • Proses perawatannya atau teknik budidayanya mudah. Bahkan, pemula pun bisa menjalankannya.
  • Pangsa pasarnya luas.
  • Cocok dengan sebagian besar wilayah Indonesia. Tak seperti budidaya wortel yang cocok di dataran tinggi, jamur tiram bisa ditanam baik di dataran rendah maupun dataran tinggi.
  • Harga produknya cenderung stabil. Tidak mengalami kenaikan atau penurunan yang berarti.
  • Dapat dipanen setiap hari sehingga pendapatannya juga bisa diperoleh setiap hari.

Dengan potensi di atas, tak ada salahnya mencobanya dari sekarang. Terlebih, budidayanya bisa dilakukan di area dekat rumah karena tidak perlu lahan yang luas.

Kendala atau risiko budidaya jamur tiram

Kendala atau risiko budidaya jamur tiram

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diwaspadai saat Anda membudidayakan jamur tiram:

  • Bibit yang diambil harus yang terbaik, salah pilih bisa berakibat pada buruknya produk.
  • Belum banyak petani yang tahu cara penjualan yang memberikan keuntungan besar.
  • Setelah dipetik, jamur harus segera dijual sampai habis agar tidak busuk.

Selain hal-hal di atas, Anda juga harus selalu waspada dengan risiko lainnya yang mungkin muncul saat Anda melakukan cara budidaya jamur tiram.

Begini cara budidaya jamur tiram yang mudah dan menguntungkan

Begini cara budidaya jamur tiram yang mudah dan menguntungkan

Di bawah ini adalah beberapa langkah mudah yang dapat Anda lakukan untuk membudidayakan jamur tiram di Indonesia:

Baca Juga  8 Cara Budidaya Belut Rumahan, Pakai Lumpur dan Air Jernih

Membuat rak untuk jamurnya

Agar hasilnya bisa maksimal, Anda harus membuat rak untuk menyimpan dan mengembangbiakkan jamurnya. Rak bisa dibuat dari bambu, kayu, atau semacamnya.

Rak-rak ini sebaiknya ditaruh di sebuah ruangan khusus untuk pembudidayaan. Hal ini karena Anda harus menjaga ruangan tersebut agar kondisinya sesuai dengan habitat yang dibutuhkan oleh jamurnya.

Adapun hal-hal yang harus diperhatikan saat memilih ruang dan membuat rak adalah:

  • Perhatikan dengan baik suhu dan kelembapan ruang tersebut.
  • Ruangan dibuat dari bambu dengan atap dari genteng atau bahan lain yang membuat bagian dalamnya terasa sejuk.
  • Pastikan bahwa ruangan memiliki lantai berupa tanah. Dengan begitu, saat Anda menyiraminya, air akan terserap secara sempurna.
  • Rak dibuat bertingkat layaknya rak buku.
  • Letakkan raknya secara berjajar dengan jarak antar rak sekitar 1 meter sebagai tempat Anda berjalan kaki saat melakukan pengecekan dan pemanenan.
  • Dalam satu tingkat rak, buatlah minimal 40 cm. Silakan buat rak bertingkat, jumlah tingkatnya tinggal sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi Anda. Boleh 3 sampai 4 tingkat.
  • Lebar rak adalah sekitar 40 cm dengan jarak antar tingkat sepanjang 100 cm.

Pembuatan rak ini juga harus disesuaikan dengan jumlah baglog yang Anda miliki. Demikian juga dengan ukuran ruangannya.

Memilih dan membeli baglog jamur

Salah satu hal yang memudahkan teknik budidaya jamur tiram adalah kemudahan dalam mendapatkan benihnya.

Anda tidak perlu menyiapkannya sedari awal karena cukup ribet. Sebaliknya, kini baglog jamur bisa dibeli dengan mudah baik secara online maupun offline.

Baglog ini adalah plastik yang sudah diisi dengan bibit jamur tiram dan serbuk gergaji. Khusus untuk pemula, membeli baglog yang siap pakai adalah langkah yang disarankan.

Harga baglog saat ini sangat bervariasi, mulai dari Rp 2.000,- sampai Rp 5.000,-. Tergantung daerah dan usia baglognya.

Saat melakukan pembelian, pilih dengan cara di bawah ini:

  • Perhatikan ukuran baglognya. Beratnya antara 1 sampai 2 kg tergantung plastik yang digunakan. Intinya, jangan beli yang terlalu ringan.
  • Tanyakan dulu pada penjual mengenai serbuk gergaji yang dipakai.
  • Semakin bagus jenis kayu yang dijadikan serbuk gergaji, semakin bagus pula buat bahan baglog.
  • Tanyakan apakah bibit F2nya beli atau membuat sendiri. Pilih penjual yang membuatnya sendiri.

Selain hal-hal di atas, Anda juga harus tanyakan soal garansi (jika ada), teknik sterilisasi, dan miselium-nya (pilih yang 10 % sampai 12 %).

Baca Juga  6 Trik Budidaya Pembenihan Ikan Konsumsi, Bikin Cepat Sukses

Sterilisasi baglog

Setelah membeli baglog, Anda tidak bisa langsung meletakkannya di rak. Langkah yang harus Anda lewati adalah melakukan sterilisasi pada baglog tersebut agar hasil jamurnya makin maksimal.

Sterilisasi dapat dilakukan dengan memanaskan drum di atas kompor minyak. Biasanya, proses ini memerlukan waktu sekitar 8 jam. Selain cara manual ini, para petani profesional biasanya menggunakan autoclave.

Penanaman dan perawatan

Setelah proses sterilisasi selesai, silakan letakkan baglognya pada rak yang sudah disiapkan. Susun dengan baik di rak sehingga bisa muat banyak. Hadapkan bagian atas dari baglognya ke arah samping sehingga mempermudah proses panen.

Dengan mengaturnya menghadap ke samping, Anda juga bisa memaksimalkan pemakaian ruang.

Bila sudah ditata dengan rapi, sekarang saatnya masuk ke proses perawatan. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dilakukan:

  • Diamkan susunan baglog selama 5 hari.
  • Lepas cincin penutup baglognya.
  • Biarkan lagi selama 3 hari.
  • Proses penyiraman bisa mulai dilakukan.
  • Penyiraman dilakukan dengan memakai spray. Lakukan sebanyak 2 sampai 3 kali sehari.

Penting untuk diingat bahwa penyiraman tidak boleh dilakukan dengan cara menetesi atau menggunakan air secara langsung dalam debit yang besar.

Pencegahan dan pengendalian terhadap hama dan penyakit

Ada beberapa penyakit dan hama yang bisa menyerang tanaman ini. Di antaranya adalah kepik dan ulat. Untuk menanganinya, Anda bisa menyemprotkan zat untuk sterilisasi rak dan ruangannya.

Biasanya, kemunculan hama dan penyakit ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Ulat misalnya, bisa muncul saat musim hujan datang.

Maka dari itu, selain bergantung pada zat luar, Anda juga harus menjaga lingkungan supaya tetap dalam kondisi bersih, sehat, serta pas buat pertumbuhan jamurnya.

Masa panen jamur tiram dan caranya

Setelah dibudidayakan selama 2 minggu, jamur tiram biasanya sudah mulai bisa dipanen. Setelah dipanen sekali, Anda bisa memanennya setiap hari secara bergantian dari satu baglog ke baglog lainnya sampai masa produktifnya habis.

Satu baglog biasanya dapat dipanen antara 6 sampai 8 kali. Kadang juga bisa lebih tergantung dari kualitas dan ketahanan dari baglognya.

Yang jelas, 1 baglog umumnya dapat menghasilkan 4 sampai 8 ons jamur.

Penjualan

Bekerja samalah dengan penjual sayur atau pengepul sayuran supaya bisa menjual produknya dengan mudah. Jangan lupa untuk melakukan pengemasan yang aman dan cantik agar produknya disukai banyak pembeli.

Demikian informasi tentang cara budidaya jamur tiram. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Sumber:

Tokopedia.com. https://www.tokopedia.com/find/baglog