9 Cara Budidaya Wortel yang Simpel Tapi Menghasilkan

9 Cara Budidaya Wortel yang Simpel Tapi Menghasilkan

Mau coba budidaya wortel? Kenali dulu cara-caranya supaya bisa melakukannya dengan mudah. Anda bahkan bisa mulai dari rumah dengan memanfaatkan wortel bekas dapur.

Jika ingin lebih serius, maka Anda juga bisa menanamnya di kebun yang luas supaya bisa menghasilkan lebih banyak uang.

Bagaimanapun, tanaman ini memang memiliki banyak manfaat dan sering digunakan oleh ibu-ibu untuk memasak di dapur. Maka dari itulah pangsa pasarnya sangat luas dan potensinya besar.

Pada kesempatan ini, kami akan membahas tentang cara mudah membudidayakan wortel. Selamat menyimak.

Peluang budidaya wortel

Peluang budidaya wortel

Berikut ini adalah beberapa hal yang menjadikan budidaya sayuran ini sangat direkomendasikan:

  • Merupakan sayuran yang kaya manfaat, salah satunya adalah untuk kesehatan mata.
  • Pangsa pasarnya sangat tinggi. Mulai dari individu (orang rumahan) sampai restoran besar membutuhkannya atau minimal memasukkannya dalam bahan di menunya.
  • Penjualannya mudah.
  • Modalnya bisa diatur.

Masih banyak hal lain yang membuat budidaya sayuran wortel ini sangat menjanjikan. Namun, empat poin di atas merupakan beberapa hal yang utama.

Risiko atau tantangan budidaya wortel

Risiko atau tantangan budidaya wortel

Selain peluangnya, Anda juga harus mempertimbangkan beberapa tantangan atau risiko yang menjadi kelemahan bisnis ini. Dengan mengetahuinya dari awal, Anda akan mengerti bagaimana solusinya sehingga tidak berimbas buruk pada usaha pertanian yang sedang dijalankan.

Berikut ini adalah beberapa risikonya:

  • Hanya bisa ditanam di dataran tinggi. Sangat sulit menanamnya di dataran rendah.
  • Saat panen, penyimpanan harus dilakukan dengan rapi, kalau bisa harus segera dijual karena sayurannya mudah busuk.
  • Proses panen harus dilakukan tepat waktu karena kalau kelebihan, bagian tengah wortel akan menjadi kayu dan tidak diminati oleh para pelanggan.

Setiap tahapan teknik budidaya harus dilakukan dengan benar supaya hasilnya maksimal. Inilah yang merupakan salah satu solusi untuk menghadapi kendala, tantangan, atau risiko dari budidaya wortel.

Cara menanam wortel yang mudah dipraktikkan dan berhasil

Cara menanam wortel yang mudah dipraktikkan dan berhasil

Berikut ini adalah beberapa tahapan dalam teknik membudidayakan wortel:

1. Mengenali syarat tumbuhnya

Sebaiknya diungkapkan di atas, sayuran ini merupakan sejenis tanaman yang cocok dengan dataran tinggi.

Lebih jelas, berikut ini adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebagai bentuk persyaratan tumbuhnya wortel:

  • Suhu yang direkomendasikan adalah antara 15 sampai 21 derajat celcius.
  • Tanahnya harus subur dan memiliki drainase yang baik.
  • Berada di ketinggian 1.200 sampai 1.500 mdpl.
  • pH-nya antara 5 sampai 8.
  • Jenis tanah yang cocok di antaranya adalah aluvial, latosol, andosol, atau regosol.
  • Kelembapan udara antara 80% sampai 90%.

Mengenai curah hujan, idealnya wortel ditanam di daerah yang basah punya masa kering maksimal antara 1,5 sampai 3 bulan dalam setahun.

Selain itu, Anda juga boleh menanamnya di daerah yang agak basah dengan masa kering maksimal antara 3 sampai 4,5 bulan dalam setahun.

Perlu diketahui bahwa tanaman ini membutuhkan sinar matahari yang cukup. Pastikan dia mendapatkan 9 sampai 10 jam pancaran sinar matahari setiap harinya. Dengan begitu, pertumbuhannya akan lebih optimal.

2. Memilih bibit

Bibit bisa Anda dapatkan dengan dua cara. Pertama yakni dengan membeli langsung ke toko pertanian. Kedua yakni dengan membuatnya sendiri dari induk yang unggul.

Apabila membeli bibit dari toko, pastikan bahwa varietasnya unggul sehingga hasilnya bagus dan bisa tahan terhadap hama dan penyakit.

Nah, apabila Anda mau coba bikin bibitnya sendiri, silakan lakukan langkah berikut ini:

  • Pilih wortel yang kualitasnya bagus.
  • Potonglah wortel tersebut sepanjang 1/3 ujung umbinya.
  • Silakan pangkas daunnya dan sisakan 10 cm saja.
  • Siapkan media tanam, boleh di bedengan.
  • Berikan trichoderma, ZPT organik, dan air pada wortelnya setiap 2 minggu sekali.
  • Lakukan penyiraman sekali setiap hari. Penyiraman dilakukan di sore hari.
  • Biasanya, akan muncul bunga setelah usianya 1 bulan dan akan mekar 2 minggu kemudian.
  • Apabila bunga sudah berwarna kecokelatan, maka berarti tanamannya siap panen.

Panenlah saat memang waktunya sudah tiba. Jangan ditunda-tunda.

3. Teknik pembenihan wortel

Untuk membuat benih, silakan rendam bibitnya menggunakan pupuk cair organik. Perendaman dilakukan selama setengah jam sebelum proses penanaman.

Tujuan dilakukannya perendaman adalah agar didapatkan benih yang berkualitas, tahan terhadap penyakit, dan wortelnya bisa tumbuh dengan cepat.

Selain itu, cara ini juga bisa berdampak pada pertumbuhan yang seragam pada budidaya wortel.

Yang perlu dipastikan adalah pupuknya. Pilih yang mengandung antibiotik alami dengan fungsi memerangi hama tanaman.

4. Siapkan media tanam

Apabila Anda menanamnya di perkebunan, silakan gemburkan dulu tanahnya. Lakukan pembajakan dengan kedalaman 40 cm. Setelah gembur, taburkan segera pupuk kandang atau kompos di atasnya.

Buat bedengan dengan lebar 1 meter dan tinggi 20 sampai 30 cm saja. Agar bisa mengalirkan air dengan mudah, beri jarak 40 sampai 50 cm antar bedengnya.

5. Teknik penanaman

Wortel merupakan tanaman yang sangat mudah untuk ditanam. Berikut ini adalah langkah budidaya wortel yang sederhana:

  • Siapkan benih yang sudah disiapkan pada langkah sebelumnya.
  • Tanam benihnya di area bedeng.
  • Setelah ditanam, silakan langsung diberi pupuk kompos setebal setengah sampai satu centimeter.
  • Untuk mencegah terjadinya genangan air pada larikan saat ada hujan, silakan gunakan daun berukuran lebar (misalnya, daun pisang).
  • Lakukan penyiraman agar kelembapan tanahnya terjaga.

Silakan lakukan pemeliharaan yang tepat supaya pertumbuhannya maksimal dan hasilnya optimal.

6. Pemupukan

Selain pupuk kandang, selama proses pemeliharaan, Anda juga bisa menggunakan pupuk KCl, urea, dan TSP. KCl diberikan sekitar 30 kg, urea sebanyak 100 kg, dan KCl 20 kg untuk ukuran lahan 1 hektar are.

7. Cara memelihara wortel

Pemeliharaan wortel bisa dilakukan dengan cara di bawah ini:

  • Pengairan atau penyiraman, dilakukan sesuai dengan curah hujan atau kondisi tanahnya. Apabila panas, siram 1-2 kali sehari. Penyiraman juga bisa dilakukan dengan cara mengairi parit atau jarak antar bedengan.
  • Penjarangan, dilakukan saat ada tanaman yang lemah, yakni dengan cara dicabut kemudian menyisakan tanaman yang masih bagus dan kokoh.
  • Pembumbunan, dilakukan agar umbi akarnya tertutup dengan tanah secara optimal.
  • Penyiangan, dilakukan dengan cara mengambil dan membuang gulma yang mengganggu pertumbuhan tanaman wortelnya.

Pastikan bahwa perawatan dilakukan secara rutin.

8. Pengendalian terhadap hama dan penyakit

Meskipun sudah memilih varietas yang tahan terhadap hama dan penyakit, tetap masih ada kemungkinan bahwa tanamannya akan terserang penyakit. Salah satu cara menanganinya adalah dengan melakukan fumigasi dan solarisasi.

9. Cara panen dan pasca panen

Panen wortel biasanya terjadi 100 hari setelah proses penanaman. Masa panen ini berbeda untuk masing-masing varietas. Jadi, untuk mengetahui apakah sudah masanya panen atau belum, Anda bisa lihat langsung dari ciri fisiknya.

Misalnya dengan melihat ke bagian bunga yang sudah kecokelatan.

Jangan lakukan panen saat wortelnya sudah terlalu tua karena bagian dalam wortelnya akan berkayu. Wortel semacam ini sulit dimasak sehingga tidak disukai oleh para pembeli.

Berbeda dengan budidaya tomat yang bisa dipetik, cara panen wortel adalah dengan cara dicabut. Nah, agar mudah dicabut, gemburkan tanahnya terlebih dulu.

Setelah panen, simpan wortelnya dengan baik di tempat yang kering. Anda juga bisa langsung menjualnya apabila sudah punya pembeli atau pengepul yang siap membeli.

Dengan begini, hasil budidaya wortel dapat lebih menguntungkan karena langsung terjual habis.

Sumber:

En.wikipedia.org. https://en.wikipedia.org/wiki/Alluvium