9 Cara Budidaya Porang, Hasilkan Ratusan Juta Sekali Panen

9 Cara Budidaya Porang, Hasilkan Ratusan Juta Sekali Panen

Potensi ekspornya besar, itulah yang menjadikan budidaya porang sangat menguntungkan bahkan bisa hasilkan ratusan juta dalam satu kali panen.

Tanaman ini juga belum banyak dikembangkan oleh petani. Saat ini, Anda baru bisa menemukannya di beberapa daerah yang memang secara khusus para petaninya sudah menguasai teknik budidayanya.

Tumbuhan ini memiliki banyak manfaat dan penjualannya dilakukan dalam skala besar. Itulah mengapa hasilnya juga sangat besar.

Pada kesempatan ini, kami akan membahas tentang teknik budidaya tanaman porang. Selamat menyimak.

Peluang budidaya porang yang sangat menguntungkan

Sebagaimana disampaikan di atas, porang memiliki potensi pasar ekspor. Peminatnya bisa datang dari negara Jepang, Thailand, Tiongkok, Australia, dan yang lainnya.

Peluang budidaya porang yang sangat menguntungkan

Menariknya, tidak semua petani menanam umbi-umbian satu ini. Hanya beberapa daerah seperti Jawa Tengah, Sumatera Utara, Flores, dan beberapa daerah di Indonesia saja yang membudidayakannya.

Itulah yang menjadikan peluang bisnis ini menguntungkan. Sebab agar bisa memenuhi kebutuhan pasar mancanegara dan domestik, para petani harus memroduksi dalam jumlah yang cukup besar.

Agar lebih jelas mengenai peluangnya, berikut kami sampaikan ulasannya dalam beberapa poin:

  • Peminatnya banyak, dari domestik dan mancanegara (ekspor).
  • Harga per kilogram yang cenderung stabil dan tinggi. Khususnya bila dijual ke luar negeri.
  • Masih belum banyak petani yang menjalankannya.
  • Tanamannya cukup mudah dibudidayakan di Indonesia karena kondisi tanah dan iklimnya cocok.

Selain peluang-peluang di atas, masih ada banyak hal lain yang menjadi alasan kenapa bisnis pertanian umbi-umbian ini cukup direkomendasikan.

Risiko, kendala, atau tantangan budidaya porang

Segala sesuatu yang memiliki keuntungan besar, pasti ada kendalanya. Namun, tantangan dan risiko bisnis ini cenderung kecil.

Risiko, kendala, atau tantangan budidaya porang

Kendala tersebut lebih banyak datang dari teknik pemasaran. Apabila Anda memiliki jaringan yang luas untuk menjual produknya dalam skala besar, maka hasil yang dapat dinikmati juga maksimal.

Sebaliknya, apabila Anda tidak memiliki jaringan, maka pemasarannya akan sangat sulit. Bahkan, kemungkinan hanya bisa menjualnya di kalangan daerah atau lokal.

Sementara harga di lokal cenderung rendah. Bila diekspor hasilnya bisa mencapai ratusan ribu rupiah per kg, porang lokal hanya dihargai maksimal 10 ribuan rupiah per kg.

Saat sudah panen, hal semacam ini akan membuat perbedaan pendapatan yang cukup signifikan.

Cara budidaya porang yang tepat

Cara budidaya porang yang tepat

Berikut ini adalah langkah-langkah mudah untuk menanam porang:

1. Mengetahui syarat tumbuh porang

Di bawah ini adalah beberapa poin syarat tumbuhnya tanaman porang:

  • Tanahnya subur, gembur, dan tidak tergenang oleh air.
  • pH yang disarankan adalah 6-7.
  • Boleh ada naungan pepohonan. Misalnya mahoni, jati, atau sono.
  • Boleh ditanam di ketinggian 0-700 mdpl. Lebih direkomendasikan di ketinggian 100-600 mdpl.
  • Tempatnya teduh.

Silakan cari lokasi yang sesuai dengan kriteria di atas.

2. Menyiapkan lahan terbuka

Berikutnya, siapkan lahan yang cukup luas dan terbuka. Misalnya di ladang. Dengan memilih lahan terbuka maka biasanya umbi yang dihasilkan berukuran lebih besar dengan kualitas yang lebih tinggi.

Dengan memilih lahan terbuka, proses perawatan, pemupukan, hingga panen juga dapat dilakukan dengan mudah.

3. Teknik pembibitan

Pembibitan bisa dilakukan melalui katak (bintil), biji (buah), atau umbi. Agar praktis, Anda bisa langsung membelinya kepada petani yang sudah lebih dulu berpengalaman. Pilih yang bibitnya bagus, sehat, dan tidak ada penyakitnya.

4. Mempersiapkan media tanamnya

Jika lokasinya sudah siap, silakan sediakan media tanam dengan langkah-langkah di bawah ini:

  • Bajak tanah agar bisa mendapatkan lahan yang gembur.
  • Bersihkan tanah dari gulma dan sisa tanaman.
  • Buat jarak lubang tanam dengan ukuran 1 x 1 meter. Ukuran lubang tanamnya sekitar 20 x 20 x 20 cm.
  • Pada masing-masing lubang, masukkan sekam dan pupuk kompos.

Pemberian pupuk dimaksudkan agar kondisi tanahnya subur dan siap ditanami agar tanamannya tumbuh dengan baik.

5. Cara menanam porang

Proses budidaya porang sebaiknya dilakukan saat masuk musim hujan. Biasanya antara bulan November sampai Desember. Hal ini dimaksudkan agar kandungan airnya cukup untuk membentuk tunas dan menumbuhkan porang pada awal masa tanamnya.

Bila waktunya sudah sesuai, berikut ini adalah teknik menanam porang:

  • Pilihlah hanya bibit berkualitas dari keseluruhan bibit yang tersedia.
  • Masukkan bibit tersebut secara langsung ke dalam masing-masing lubangnya.
  • Letakkan bakal tunas pada bagian atas.
  • Tutup lubang tanamnya dengan tanah tipis-tipis saja. Ketebalan tanahnya sekitar 3 cm.

Lakukan proses penanaman sampai bibitnya habis sehingga nanti proses perawatan dan panennya juga bisa bersamaan.

6. Tips perawatan tanaman porang

Setelah ditanam, Anda perlu melakukan teknik perawatan. Yang termasuk ke dalam teknik ini adalah:

  • Menyingkirkan gulma pengganggu secara rutin agar tidak mengganggu pertumbuhan porangnya.
  • Meninggikan guludan. Artinya hampir sama dengan saat budidaya pisang, Anda perlu menimbun akar dan batang bagian bawah dengan tanah yang lebih tinggi sehingga pohonnya kokoh dan pertumbuhannya cepat.
  • Dalam satu bibit porang, ada kemungkinan akan muncul 3 sampai 4 batang. Inilah yang harus Anda kondisikan supaya tetap jarang dan pohonnya dapat memperoleh nutrisi secara maksimal.

Perawatan ini harus dilakukan dengan rutin dan telaten selama proses pertumbuhan sampai panen.

7. Teknik dan cara pemupukan

Selain perawatan sebagaimana disebutkan di atas, Anda juga harus memberikan pupuk pada budidaya porang. Berikut ini adalah beberapa jenis pupuk dan saat tepat memberikannya:

  • Pupuk kompos yang sudah difermentasi terlebih dulu diberikan sebelum masa tanam. Pemberiannya langsung ke tanah.
  • Pupuk organik dan anorganik NPK atau TSP. Diberikan saat porangnya sudah mulai tumbuh.

Perlu diketahui bahwa tanaman ini hanya membutuhkan pupuk anorganik dalam dosis yang kecil.

8. Cara memanen porang

Agar tanamannya cepat panen, Anda bisa memilih bibit yang berasal dari umbi. Biasanya, bibit jenis ini bisa dinikmati masa panennya di usia 7 bulan sejak proses penanaman.

Apabila Anda menanam dalam bentuk katak atau bintil, maka butuh waktu sekitar 18 sampai 24 bulan agar bisa menikmati hasil panennya.

Yang jelas, apabila sudah memasuki masa panen, Anda harus melakukan teknik ini agar pemanenan porang dapat berhasil:

  • Galilah umbi porangnya menggunakan cangkul.
  • Lakukan dengan hati-hati supaya tidak melukai umbinya.
  • Bila sudah, silakan ambil umbinya sendiri dan pisahkan dari batangnya.
  • Bersihkan dari tanah-tanah yang menempel.

Perlu diketahui bahwa tanaman ini bisa dikategorikan sebagai salah satu tanaman musiman. Apabila musim kemarau datang, pohonnya biasanya akan mati dan bisa tumbuh lagi saat musim hujan tiba. Maka dari itu, sebagai petani Anda harus mempersiapkan diri sedari awal.

9. Pasca panen dan pemasaran

Bila sudah dipanen dan dibersihkan dari tanah yang menempel, maka sekarang saatnya memasarkan produk.

Anda bisa menjual bibit umbinya kepada orang lokal atau daerah. Sementara umbi yang masih segar bisa dijual kepada pengepul, pembeli lokal, atau internasional.

Untuk mendapatkan pembeli internasional atau mengekspor hasil panennya, cobalah bekerja sama dengan departemen pertanian di daerah Anda. Dari sini, jaringan atau network akan bisa berkembang dan nantinya hasil panen dapat dijual dengan mudah.

Demikian cara mudah budidaya porang yang dapat kami sampaikan. Selamat mencoba dan semoga sukses.

Sumber:

Gdm.id. https://gdm.id/budidaya-porang/