9 Cara Budidaya Pisang, Persaingan Kecil Untung Besar

9 Cara Budidaya Pisang, Persaingan Kecil Untung Besar

Potensi budidaya pisang sangat besar. Persaingannya juga cenderung minim karena belum banyak petani yang secara khusus menekuninya.

Kebanyakan petani hanya membudidayakan pisang di pinggir pematang sawah atau ladang. Hal ini membuat hasil panennya tidak terlalu besar dan hanya bisa dijual saat ada yang matang saja.

Selain itu, jumlah panennya juga tidak bisa diestimasikan. Juga, tidak bisa diandalkan untuk menghasilkan penghasilan bulanan secara teratur.

Padahal, apabila mau menyiapkan lahan khusus untuk kebun pisang dan menekuni teknik budidayanya, petani bisa mendapatkan penghasilan secara rutin dari panen pisangnya.

Anda bisa menyimak teknik budidaya buah pisang, peluang, dan kendalanya dalam artikel ini.

Peluang budidaya pisang

Sebagaimana diulas di atas, buah ini memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan. Bila ditekuni, potensinya juga sangat tinggi karena bisa mencukupi kebutuhan bulanan.

Peluang budidaya pisang

Agar lebih jelas, berikut ini adalah beberapa poin yang menjadi peluang bisnis perkebunan ini:

  • Pisang menjadi salah satu buah yang sangat populer di Indonesia, bisa diolah jadi makanan apa saja, dan manfaat kesehatannya sangat melimpah.
  • Peminat buah ini sangat banyak, dari kelas bawah hingga atas semuanya ada.
  • Pesaingnya tidak terlalu banyak karena masih orang sedikit yang membudidayakannya secara serius.
  • Teknik budidayanya gampang.
  • Masa panennya tergolong singkat.
  • Tanamannya sangat cocok dengan iklim dan jenis tanah di Indonesia.

Pemasaran produk ini juga mudah. Apabila mau menekuninya, Anda mungkin bisa menjadi pemasok pisang di supermarket, pedagang buah, atau yang lainnya.

Risiko atau kendala budidaya buah pisang

Salah satu tantangan atau kendala yang perlu disiapkan solusinya saat menanam tanaman buah ini adalah lahan. Anda harus menyiapkan lahan yang cukup luas karena pertumbuhan tanaman ini adalah dengan cara bertunas.

Risiko atau kendala budidaya buah pisang

Jadi, apabila sudah menanam satu pohon, di sekitarnya akan banyak tunas yang muncul dan membutuhkan lahan cukup luas.

Selain itu, ada kemungkinan erosi saat ditanam di area yang miring. Maka dari itu, penting untuk mengetahui standar cara budidaya pisang agar bisnisnya bisa sukses dengan hasil produksi terbaik.

Baca Juga  9 Cara Mudah Budidaya Ikan Patin, Analisa Peluang, dan Risiko

Selain risiko di atas, ada kemungkinan kendala lain seperti hama pengganggu atau tidak adanya akses untuk menjual produk dalam skala besar.

Cara menanam pisang yang mudah

Cara menanam pisang yang mudah

Berikut ini adalah beberapa langkah dan teknik yang perlu dilakukan untuk membudidayakan tanaman pisang:

Kenali syarat tumbuhnya

Informasi yang harus diketahui pertama kali adalah syarat tumbuhnya. Tanaman ini bisa tumbuh di kondisi berikut ini:

  • Iklimnya tropis dengan kondisi basah dan lembap.
  • Suhu idealnya adalah 21 sampai 29 derajat celcius.
  • Ketinggian maksimal yang disarankan adalah 2500 mdpl.
  • pH tanah yang direkomendasikan adalah 4,5 sampai 7,5.
  • Tanahnya harus subur, mengandung banyak humus, boleh berkapur.

Pada umumnya, buah ini sangat cocok dengan lahan atau tanah di Indonesia. Jadi, Anda bisa leluasa mencobanya.

Siapkan bibit

Mulailah tahapan pembudidayaannya dengan menyiapkan bibit. Pilihlah bibit yang batangnya berdiameter antara 15 sampai 20 cm. Sementara ketinggian bibitnya adalah 100 sampai 150 cm.

Pilih bibit yang memiliki kualifikasi bagus. Yakni yang sehat, kuat, dan jauh dari hama penyakit. Silakan cek helainya, kalau bisa pilih yang helainya sempit.

Siapkan lahan atau media tanamnya

Silakan siapkan lahan kosong, kemudian olah tanahnya. Gunakan cangkul untuk menggemburkan tanah dan membuang gulma serta sisa tanaman dari tanah tersebut.

Selanjutnya, buatlah lubang berukuran 30 cm x 30 cm x 30 cm. Atur jarak tanamnya sekitar 3 meter x 3 meter.

Siapkan pupuk kandang dan masukkan pada masing-masing lubang yang sudah selesai dibuat. Biarkan pupuk dalam lubang selama 1 minggu.

Jangan lupa buat parit pada area lahan, di antara larikan lubang tanamnya. Parit ini berfungsi untuk menghindari banjir saat ada hujan deras. Bila banjir dan tidak ada parit, ada kemungkinan tanahnya akan mengalami erosi.

Proses penanaman

Jika bibit dan lahannya sudah siap, sekarang waktunya proses penanaman. Proses ini sebaiknya dilakukan saat masuk musim penghujan atau di awal musim hujan. Tujuannya adalah agar tunas yang baru ditanam mendapatkan cukup pasokan air.

Siapkan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kandang. Kemudian masukkan bibit ke dalam lubang lalu tutup dengan campuran tanah dan pupuk kandang tadi.

Saat menanam, pastikan tunas pisangnya dalam posisi tegak agar tidak mudah roboh.

Proses pemupukan

Perlu diketahui, budidaya pisang membutuhkan kalium dalam jumlah besar. Maka dari itu, silakan siapkan pupuk di bawah ini untuk 1 hektar tanah:

  • 138 kg super fosfat.
  • 207 kg urea.
  • 608 kg KCl.
  • 200 kg batu kapur.
Baca Juga  9 Cara Budidaya Sorgum, Pengganti Beras yang Mudah Ditanam

Pupuk kalium dan fosfat diberikan setelah 6 bulan tanam. Pemberiannya sekitar 2 kali dalam setahun. Untuk nitrogen juga 2 kali dalam setahun.

Pupuk ditaburkan pada rumpun tanamannya. Bila sudah diberi pupuk, Anda bisa menaburi tanamannya dengan tanah.

Teknik pemeliharaan

Proses pemeliharaan yang dimaksud di sini adalah:

  • Selain menggemburkan tanah, Anda bisa menaruh tanahnya ke rumpun tunas sehingga makin banyak tunas yang muncul.
  • Dilakukan rutin untuk mengendalikan gulma yang bisa mengganggu proses pertumbuhan tanaman pisangnya. Jangan melakukan penyiangan terlalu dalam agar tidak merusak tanahnya.
  • Dilakukan hanya saat musim kemarau atau ketika tanamannya kekurangan air. Pengairan harus rutin setiap pagi dan sore hari.

Catatan: Proses penggemburan tanah dan penyiangan bisa dilakukan secara bersamaan. Selain itu, saat dalam satu rumpun ada banyak tunas, Anda harus memangkasnya dan menyisakan 3 sampai 4 saja.

Cara mengendalikan hama pengganggu

Ulat penggulung, penggerek batang, dan penggerek bonggol merupakan salah satu hama pengganggu yang sering ditemukan pada saat budidaya pisang. Sedangkan jenis penyakit yang umum menyerang adalah fusarium, kerdil pisang, dan bercak daun sigatoka.

Di antara penanganannya adalah dengan memilih bibit terbaik, melakukan pemeliharaan terhadap gulma, dan membakar tanaman yang terkena penyakit tertentu lalu memisahkannya dengan tanaman lain.

Cara panen

Apabila bunga sudah muncul, Anda bisa melakukan panen 100 sampai 120 hari setelahnya. Untuk menandai buah yang matang sangat mudah.

Sama halnya dengan pengecekan buah dalam budidaya pisang california, Anda juga bisa mengecek buah pisang yang tadinya berwarna hijau jadi lebih mudah dan agak kekuningan.

Untuk memanen, siapkan parang panjang atau benda tajam lain untuk memotong pangkal tandan pisangnya. Lakukan dengan hati-hati.

Apabila Anda ingin buahnya bisa matang secara serentak agar panen juga dilakukan bersamaan, silakan gunakan perangsang, misalnya karbit.

Catatan: Saat tandan pisang sudah berbuah sebanyak 5 sampai 7 sisir, sebaiknya ambil jantung pisangnya agar lebih maksimal.

Trik memasarkan produk

Setelah dipanen, pastikan Anda menyimpan buahnya dengan baik. Kalau bisa, Anda sudah punya pengepul supaya penjualannya lebih mudah. Biar dapat pengepul, Anda harus punya jaringan yang baik sehingga bisa bekerja sama dalam jangka panjang.

Demikian informasi tentang cara budidaya pisang yang mudah dan menguntungkan. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Sumber:

Ojs.unpatti.ac.id. https://ojs.unpatti.ac.id/index.php/agrologia/article/download/1010/481