9 Cara Budidaya Pepaya California, Buah Top Untungnya Wow!

9 Cara Budidaya Pepaya California, Buah Top Untungnya Wow!

Budidaya pepaya California terbilang lebih menguntungkan dibanding pepaya jenis lainnya. Rasanya yang lezat dan harganya yang stabil menjadi beberapa alasannya.

Selain rasa dan harga, buah jenis ini juga memiliki teknik budidaya yang tidak rewel. Masa panennya tergolong singkat, yakni sekitar 7 bulan saja. Pohonnya pun tidak begitu tinggi sehingga bisa memudahkan para petani saat proses panen.

Pada kesempatan ini, kami akan membahas lengkap peluang, kendala, hingga teknik budidaya buah yang banyak mengandung vitamin A ini. Selamat menyimak.

Peluang budidaya pepaya California

Peluang budidaya pepaya California

Sebagaimana disampaikan di atas, buah ini memiliki potensi yang besar bila dikembangkan. Agar lebih jelas mengenai potensinya, berikut ini kami rangkum dalam beberapa poin:

  • Rasa buahnya lezat, manis, dan segar. Tekstur buahnya kenyal, tebal, serta awet.
  • Ukuran buahnya boleh jadi lebih kecil dari pepaya lokal. Namun, ukuran ini justru pas untuk satu dua kali makan buat seluruh keluarga.
  • Peminatnya sangat banyak. Anda bisa membudidayakannya di desa, kemudian menjualnya di kota.
  • Harganya cenderung stabil dan lebih tinggi bila dibandingkan dengan buah versi lokal.
  • Teknik budidayanya mudah.
  • Dari saat awal ditanam sampai berbuah, hanya butuh waktu sekitar 7 bulan saja.
  • Proses panen bisa dilakukan berkali-kali, pohonnya tak langsung mati.
  • Bisa dibudidayakan dengan mudah di Indonesia karena iklim, cuaca, dan jenis tanahnya mayoritas cocok.

Selain poin-poin di atas, tentu masih banyak hal lain yang menjadikan peluang bisnis pertanian ini sangat menguntungkan.

Risiko atau kendala bertani pepaya California

Risiko atau kendala bertani pepaya California

Apabila potensi di atas membuat Anda tertarik, maka selain potensinya Anda juga harus mengetahui kendala yang mungkin dihadapi saat proses pembudidayaan. Berikut ini beberapa risiko atau tantangan yang mungkin:

  • Teknik pemasaran yang kurang memadai membuat pepayanya tidak cepat terjual. Akibatnya, buah tersebut busuk sebelum dapat menghasilkan uang.
  • Berbeda dengan budidaya kelengkeng yang bisa di pekarangan, lahan yang dibutuhkan dalam budidaya pepaya California cukup luas.
  • Pemilihan bibit dan pupuk yang keliru bisa mengakibatkan masalah di kemudian hari.

Perlu diketahui bahwa dalam sebuah penelitian disebutkan jika beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan usaha pertanian ini di antaranya adalah faktor produksi, biaya tenaga kerja, sewa lahan, hingga harga jual. Sebaliknya, keuntungan tidak dipengaruhi oleh cuaca atau musim secara signifikan.

Cara budidaya pepaya California yang menguntungkan

Cara budidaya pepaya California yang menguntungkan

Berikut ini adalah teknik membudidayakan pepaya jenis California yang harus Anda tahu:

1. Ketahui syarat tumbuh

Tanaman ini dapat tumbuh di ketinggian 700 sampai 1.000 mdpl. Sementara itu, curah hujan yang disarankan adalah 1.000 sampai 2.000 mm per tahun.

Suhu yang disarankan untuk membudidayakan buah ini adalah 22 sampai 26 derajat celcius. Sedangkan untuk kelembapan udara, disarankan sekitar 40%.

Dalam memilih tanah, sebaiknya Anda memastikan bahwa tanahnya gembur, subur, dan bisa menahan banyak air. Derajat keasaman tanahnya sebaiknya 6 – 7.

Pohon ini memanfaatkan angin untuk penyerbukan. Oleh karena itu, pilihlah area yang tidak terlalu kencang anginnya supaya penyerbukan dapat terjadi dengan mudah dan dapat memberikan keuntungan yang melimpah.

2. Proses pembibitan

Pembibitan bisa dilakukan secara langsung pada saat penanaman. Namun, mayoritas orang memilih membuat bibit di polybag. Caranya adalah dengan memilih bibit terbaik dari biji pepaya yang sudah tua dan sehat.

Siapkan polybag yang sudah diisi dengan media tanam, kemudian lubangi sedalam 1 cm. Masukkan biji ke dalam polybag lalu tutup dengan tanah tipis saja.

Siram bibit setiap hari sampai berkecambah dan tumbuh. Kecambah biasanya akan muncul pada hari ke 12 sampai 15. Apabila bijinya telah tumbuh jadi bibit dengan tinggi 15 sampai 20 cm, di saat inilah mereka bisa ditanam pada lahan yang lebih luas.

Untuk mendapatkan bibit setinggi itu, biasanya diperlukan waktu sekitar 45 sampai 60 hari.

3. Persiapan dan pengolahan lahan

Hal yang perlu dilakukan adalah menggemburkan tanah dan menghilangkan gulma atau sisa tanaman yang ada di lahan tersebut.

Anda bisa menggunakan cangkul untuk mengolah dan meratakan tanahnya. Silakan tambahkan bakaran kayu ke tanah tersebut. Selanjutnya buat lubang tanah dan diamkan selama 1 sampai 2 minggu dengan tujuan untuk mengurangi kandungan air dan tingkat keasaman tanah.

Lubang tanam dibuat dengan ukuran 60 x 60 x 50 cm atau disesuaikan dengan bibitnya, sementara jarak tanamnya adalah 2,5 x 2,5 meter. Dalam 1 hektar, populasi tanamannya sekitar 1.200 pohon.

Anda mungkin juga perlu membuat bedengan dengan kriteria di bawah ini:

  • Lebarnya antara 1 sampai 1 meter.
  • Tinggi pas awal adalah 30 sampai 40 cm.
  • Jarak antar bedengannya adalah 1 meter.
  • Panjang bedengan disesuaikan dengan panjang lahan.
  • Jarak antar bedengan dibuat searah dengan aliran air.

Catatan: Pemberian jarak tanam bisa diperluas dengan ukuran 2,5 sampai 2,75 meter.

4. Proses penanaman

Setelah bibit dan lahannya siap, sekarang saatnya menanamnya. Apabila Anda menanam biji secara langsung, maka silakan masukkan bijinya ke dalam lubang tanam. Jumlahnya adalah 2-3 biji per lubang.

Namun, jika Anda menanam bibit yang sudah ditumbuhkan dulu di polybag, maka silakan masukkan bibitnya ke dalam lubang. Setiap lubang diisi satu polybag.

Pastikan bahwa lahannya sudah didiamkan terlebih dulu dan diberi pupuk kandang supaya subur.

Proses penanaman ini sebaiknya dilakukan saat sore hari, mulai jam 3 sore.

5. Tahap pemeliharaan

Budidaya pepaya California berikutnya adalah dengan melakukan pemeliharaan, di antaranya adalah:

  • Dilakukan secara manual dengan cara mencabuti rumput atau melakukan pembabatan bila perlu.
  • Dilakukan saat musim kemarau atau saat tanah terlihat kering. Penyiraman ini dimaksudkan agar tanaman tetap mendapatkan cukup air.
  • Tujuannya adalah untuk menutup akar yang terlihat di permukaan dan merangsang pertumbuhan akar baru agar makin kuat.

Proses pembumbunan ini juga bisa meningkatkan kekuatan pohon agar tidak mudah roboh.

6. Proses pemupukan

Setelah pemberian pupuk kandang pada saat pertama kali tanam, Anda bisa memberikan pupuk susulan setelah seminggu proses penanaman. Pupuknya adalah NPK dengan dosis 200 gram per pohon.

Saat usianya memasuki 3 bulan, beri pupuk NPK dengan dosis 300 gram per pohon. Kemudian ketika usianya 6, 9, dan 12 bulan, dosis NPK-nya ditambah menjadi 500 gram per pohon. Pada usia tersebut, jenis pupuknya ditambah pupuk kandang.

Ketika sudah berbuah, berikan pupuk KCl pada pohonnya. Tujuannya adalah agar buahnya manis dan lebih kuat.

7. Proses pengendalian hama pengganggu

Ada beberapa jenis hama yang mungkin mengganggu tanaman ini. Di antaranya adalah busuk antraknos, busuk phytphora, rebah semai, atau yang lain. Untuk menanganinya, semprot dengan fungisida.

8. Cara panen

Buah ini siap panen saat sudah ada semburat kuning di ujung bawah buahnya. Pemanenan dilakukan dengan memotong tangkai buahnya secara hati-hati menggunakan benda tajam dan ujungnya runcing. Boleh gunting pangkas, pisau, atau yang lain.

9. Pasca panen dan pemasaran

Setelah dipanen, letakkan buahnya di ruangan sejuk yang tidak terkena matahari secara langsung. Alasi dengan koran bekas atau plastik. Bila sudah mulai panen, Anda bisa memanennya setiap 10 hari sekali. Rawat buahnya untuk menjaga kualitas sehingga laku keras di pasaran.

Demikian cara budidaya pepaya California yang bisa Anda coba. Semoga bermanfaat.

Sumber:

Media.neliti.com. https://media.neliti.com/media/publications/273996-analisis-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-7472b849.pdf

Pertanian.pontianakkota.go.id. https://pertanian.pontianakkota.go.id/produk-unggulan-detil/5-pepaya-california.html