6 Trik Budidaya Pembenihan Ikan Konsumsi, Bikin Cepat Sukses

6 Trik Budidaya Pembenihan Ikan Konsumsi, Bikin Cepat Sukses

Yuk coba budidaya pembenihan ikan konsumsi. Pilihan ikannya banyak dan mayoritas mudah menghasilkan uang karena jumlah permintaan yang tinggi.

Yang perlu Anda lakukan hanya memilih jenis ikan air tawarnya secara tepat. Proses pemilihan bisa disesuaikan dengan passion, teknik budidaya, hingga potensinya.

Pada kesempatan ini, kami akan memberikan beberapa ulasan mengenai budidaya ikan konsumsi, selamat menyimak.

Peluang budidaya pembenihan ikan konsumsi

Bisnis pembenihan ini memiliki peluang yang cukup besar sebab saat ini semakin banyak orang yang ingin jadi peternak ikan.

Peluang budidaya pembenihan ikan konsumsi

Anda bisa menjual beragam jenis benih ikan yang cukup populer untuk dikonsumsi. Di antaranya adalah lele, gurami, nila, patin, atau jenis lainnya. Masing-masing jenis benih tersebut memiliki pangsa pasar yang berbeda-beda.

Yang menarik, setiap daerah memiliki kecenderungan sendiri-sendiri. Ada yang lebih suka lele, ada pula yang menempatkan gurami di urutan pertama.

Maka dari itu, untuk memilih benih yang tepat, Anda perlu melakukan riset secara mendalam mengenai jumlah permintaannya di daerah Anda.

Risiko pembudidayaan benih ikan konsumsi

Sudah bukan rahasia lagi jika proses pembenihan terbilang lebih ribet dibandingkan dengan proses pembesaran. Itulah mengapa para peternak lebih memilih untuk membeli benih buat budidaya ikan patin, nila, lele, atau yang lain.

Risiko pembudidayaan benih ikan konsumsi

Mayoritas peternak memilih untuk membeli bibit yang sudah siap dibesarkan dan meletakkannya di kolam terbaik untuk kemudian dijual saat ukurannya sudah memenuhi. Bagi sebagian besar orang, proses pembesaran ini jauh lebih mudah dilakukan ketimbang membuat benihnya sendiri.

Selain prosesnya yang lebih ribet, pembenihan juga memiliki kendala lain seperti kematian benih atau jumlah hasil bibit yang tidak sesuai perhitungan.

Cara budidaya pembenihan ikan konsumsi yang paling menguntungkan

Cara budidaya pembenihan ikan konsumsi yang paling menguntungkan

Berikut ini adalah beberapa poin yang secara umum dapat dilakukan untuk membudidayakan benih untuk ikan air tawar konsumsi:

1. Memilih jenis ikan yang paling menguntungkan dengan tepat

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah memilih jenis ikan yang akan dipijahkan atau dibuat benihnya. Sebagaimana diungkapkan di atas, pemilihan ini bisa dilakukan dengan cara melakukan riset pasar secara mendalam.

Baca Juga  6 Cara Budidaya Ayam Kampung Biar Sukses dan Analisa Modal

Adapun jenis ikan yang dapat Anda pilih adalah:

  • Proses budidaya gurami termasuk lama, sekitar 10-12 bulan. Dengan kata lain, dalam setahun, panennya hanya bisa dilakukan sekali saja.
  • Rasa ikan ini lezat sehingga penggemarnya cukup banyak. Salah satu hal yang membuktikan bahwa nila disukai banyak orang adalah keberadaannya di setiap buku menu yang ada di warung lalapan hingga restoran.
  • Sama dengan nila, mujair juga memiliki peminat yang cukup banyak. Yang menarik, mujair menjadi salah satu jenis ikan yang masa panennya cepat. Modalnya juga tergolong kecil dan teknik budidayanya mudah.
  • Ikan mas. Jenis ikan ini memang tidak seperti yang lain. Namun, dia juga memiliki peminatnya sendiri sehingga cukup direkomendasikan.
  • Ikan inilah yang paling populer dan peminatnya sangat tinggi. Masa panennya juga cepat sehingga sangat direkomendasikan. Teknik budidayanya pun mudah sehingga banyak orang yang mau mencobanya, termasuk pemula.

Dengan mengetahui pangsa pasar dan permintaan masing-masing ikan di atas, Anda bisa memilih mana yang benihnya paling banyak diminati. Semakin tinggi peminat ikannya, semakin tinggi pula pencari benihnya.

Selain jumlah permintaan, Anda juga harus mempertimbangkan lama tidaknya masa panen. Untuk diketahui, dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa gurami, nila, dan patin termasuk dalam ikan yang produksinya setahun sekali. Tapi untuk lele, dalam setahun bisa panen sampai 3 kali.

Itulah mengapa lele menjadi jenis ikan yang sangat direkomendasikan.

2. Mengenali sumber daya yang dibutuhkan

Sebelum mulai belajar tekniknya, Anda harus tahu dulu sumber daya apa saja yang diperlukan untuk memulai bisnis pembenihan ini.

Berikut ini adalah beberapa sumber daya yang harus disiapkan:

· SDM

Sumber daya manusia yang dimaksud di sini adalah pelaku yang membuat berhasil tidaknya proses pembenihan. Pastikan bahwa kemampuan pelaku sudah bagus sehingga prosesnya akan jauh lebih mudah.

· Modal atau uang

Anda juga harus menyiapkan uang agar usaha bisa berjalan dengan lancar tanpa kendala. Hitung dengan cermat berapa uang yang dimiliki dan mau membuat usaha dengan skala seperti apa. Besar, sedang, atau kecil.

· Material

Kenali bahan-bahan yang diperlukan untuk memulai bisnisnya dengan baik.

· Peralatan

Siapkan peralatan lengkap agar budidaya pembenihan ikan konsumsi ini dapat berhasil.

· Metode atau cara kerja

Memahami cara kerja merupakan bagian dasar dalam menjalankan bisnis ini. Anda juga bisa semakin menguasai metodenya lewat pengalaman saat melakukan usahanya.

Baca Juga  Bisnis Budidaya Gurame Berikut 3 Cara Simple Untuk Memulai

· Market atau pasarnya

Tak hanya soal riset pasar sebagaimana disampaikan di atas. Untuk memastikan bahwa bisnisnya akan sukses Anda juga perlu memastikan pasarnya seperti apa. Jalinlah network atau jaringan dan ketahuilah pasar seperti apa yang mau dituju.

· Informasi tambahan lainnya

Dapatkan informasi apa saja yang bisa membuat bisnis budidaya ini makin berkembang.

3. Menentukan lokasi dan lahan

Apabila sudah memahami sumber daya yang dibutuhkan, maka berarti Anda sudah siap menjalankan bisnisnya.

Salah satu langkah utama yang bisa dilakukan adalah mencari lokasi yang tepat untuk membudidayakan benih ikan.

Pembenihan ini umumnya dilakukan di tempat terbuka yang bisa mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Selain itu, kondisi yang terbuka umumnya juga memiliki oksigen yang lebih baik dengan siklus udara yang lebih nyaman.

Silakan buat kolam untuk pemijahan hingga produksi benih. Material atau bahannya dapat disesuaikan dengan anggaran yang ada. Apakah kolam terpal, semen, atau yang lainnya.

4. Memperhatikan kualitas air

Saat proses pembenihan, kualitas air adalah salah satu hal yang perlu dijaga selalu. Hal ini karena kualitas air bisa mempengaruhi kehidupan yang ada di dalamnya. Air menjadi habitat ikan yang harus dinomor satukan kualitasnya.

Jangan sampai ada bahan kimia yang masuk ke dalam air tersebut yang justru membahayakan bagi induk yang sedang dipijahkan atau benih yang sedang dikembangkan.

5. Membersihkan kolam secara berkala

Selain memperhatikan kualitas air, Anda juga harus membersihkan kolam secara berkala. Pembersihan ini akan membantu para ikan agar tidak mudah terserang penyakit. Bagaimanapun, Anda harus membuat benihnya memiliki kualitas terbaik dengan ciri-ciri di bawah ini:

  • Aktif.
  • Bergerak gesit.
  • Tidak memiliki cacat.
  • Kuat, dll.

Untuk mewujudkannya, yang harus dilakukan adalah sering mengecek kondisi ikannya dan membersihkan kolam secara berkala.

Apabila ditemukan benih yang tidak berkualitas, Anda pun harus menyisihkannya di tempat lain agar tidak bercampur dengan yang lain.

6. Memahami dengan detail teknik pembenihannya

Meskipun menjadi yang terakhir, tapi inilah yang paling terpenting dari semua langkah di atas. Hal ini karena tanpa teknik pembenihan yang tepat, rasanya mustahil Anda akan bisa menghasilkan produk benih berkualitas sesuai permintaan pasar.

Bila benihnya tidak berkualitas, akan sangat sulit menembus persaingan pasar yang lumayan tinggi dan dimainkan oleh pebisnis-pebisnis lama yang sudah andal.

Itulah beberapa cara budidaya pembenihan ikan konsumsi yang dapat dilakukan. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Sumber:

Media.neliti.com. https://media.neliti.com/media/publications/245888-analisa-produksi-budidaya-ikan-konsumsi-d6a58b01.pdf