Ini 8 Cara Budidaya Lobster Air Tawar yang Hasilnya Paling Top

Ini 8 Cara Budidaya Lobster Air Tawar yang Hasilnya Paling Top

Persaingan budidaya lobster air tawar masih cenderung rendah. Bisnis Perikanan ini recommended buat Anda yang ingin hasilkan uang banyak dalam waktu singkat.

Betapa tidak, lobster merupakan salah satu hasil ternak yang dibanderol dengan harga tinggi. Peternak bisa mengantongi uang ratusan ribu rupiah hanya dengan menjual satu kilogram lobster.

Jika Anda tertarik, kami akan membahas peluang, tantangan, dan teknik budidayanya dalam artikel ini. Selamat menyimak.

Potensi budidaya lobster air tawar dan keuntungannya yang melimpah

Sebagaimana disebutkan di atas, harga hasil ternak ini mencapai nilai ratusan ribu rupiah per kilogram. Nilainya antara 150 sampai 250 ribu rupiah.

Potensi budidaya lobster air tawar dan keuntungannya yang melimpah

Hal inilah yang menjadi salah satu alasan kenapa budidayanya direkomendasikan untuk dijalankan baik oleh pemula maupun oleh profesional.

Selain soal harga, berikut ini adalah beberapa hal yang menjadikan usaha peternakan ini memiliki potensi besar:

  • Peminatnya tergolong besar dan menjadi santapan kelas atas.
  • Satu ekor lobster bisa menghasilkan banyak telur.
  • Tekniknya tergolong mudah dibandingkan dengan udang windu atau galah yang sebenarnya sejenis.
  • Bila sudah mendapatkan pelanggan, maka pemasarannya cenderung mudah.
  • Hewannya sangat tahan terhadap kondisi cuaca dan tidak mudah sakit.
  • Kandungan gizinya sangat tinggi.
  • Harganya cenderung stabil dan tinggi.

Lewat beberapa poin di atas, jenis udang satu ini jelas recommended untuk diternak. Apalagi persaingannya juga tergolong kecil bila dibandingkan dengan budidaya ikan nila, patin, atau ikan-ikanan lainnya.

Tantangan membudidayakan lobster air tawar

Sebagai peternak, Anda sudah harus siap dengan segala kondisi yang mungkin terjadi dalam proses pembudidayaannya.

Tantangan membudidayakan lobster air tawar

Adapun hal-hal yang mungkin menjadi tantangan selama beternak lobster di air tawar adalah:

  • Proses perawatan jika ada lobster yang sakit yang cukup ribet.
  • Semua langkah budidaya harus dilakukan dengan detail bila ingin hasil yang berkualitas. Anda harus memperhatikan suhu, derajat keasaman, hingga kandungan oksigen airnya.

Agar hasilnya melimpah dan sukses, silakan pelajari dengan seksama budidaya hewan air satu ini.

Cara budidaya lobster air tawar agar berhasil

Cara budidaya lobster air tawar agar berhasil

Berikut ini adalah beberapa langkah yang harus dilalui supaya dapat menghasilkan lobster terbaik di air tawar:

1. Memilih indukan

Hal pertama yang perlu Anda tahu dalam teknik budidaya ini adalah memilih indukan yang tepat. Hal ini karena pemilihan induk akan mempengaruhi kualitas akhir dari lobsternya.

Berikut ini adalah beberapa ciri lobster yang siap dipijahkan:

  • Usianya minimal 6 bulan.
  • Pilih yang bentuk tubuhnya ideal, baik jantan maupun betina.
  • Panjang minimalnya adalah 10 cm.

Berikut ini adalah ciri-ciri indukan betina terbaik:

  • Umurnya antara 4 sampai 7 bulan.
  • Berat rata-ratanya adalah sekitar 64,73 gram.
  • Ukuran kepalanya biasanya lebih kecil dari badan.
  • Adanya lubang pada pangkal kaki ketiga dari bawah. Lubang ini merupakan alat kelamin yang digunakan untuk mengeluarkan telur.

Berikut ini adalah ciri indukan jantan terbaik:

  • Umurnya antara 4 sampai 7 bulan.
  • Berat rata-ratanya adalah sekitar 62,79 gram.
  • Ada garis merah pada capit.
  • Pada capit sebelah luar ada tanda atau bercak. Jika Anda menemukannya, maka ini bisa dijadikan pertanda bahwa lobsternya sudah siap kawin karena gonadnya matang.
  • Ukuran kepalanya lebih besar dari pada badan.

Uraian di atas sekalian menjelaskan bagaimana cara membedakan mana lobster jantan dan mana lobster betina.

2. Cara mengawinkan

Setelah membedakannya, Anda bisa langsung melalui proses perkawinan. Cara perkawinannya adalah dengan dipijahkan di tempat yang tersembunyi. Silakan lakukan langkah di bawah ini:

  • Siapkan pipa paralon berdiameter 2 inci dengan panjang 20 cm untuk membuat tempat persembunyian. Anda juga bisa mengatur panjang paralonnya sesuai dengan panjang sang betina.
  • Siapkan bak dan masukkan lobsternya di dalam bak sekitar 2 sampai 3 minggu. Di sinilah biasanya akan terjadi proses pemijahan.

Metode di atas merupakan metode individu atau tidak dilakukan secara masal. Apabila Anda memilih pemijahan secara masal, maka caranya adalah dengan menebar 25 pasang lobster per 1 meter persegi.

Untuk pasangan perkawinan, biasanya dibutuhkan 1-2 indukan jantan dengan 3 ekor induk betina.

Selama proses perkawinan, perhatikanlah beberapa hal di bawah ini:

  • Jaga tinggi air di kisaran 30 cm.
  • Suhu airnya harus dijaga di angka 23 sampai 29 derajat celcius.
  • Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari.

Selain hal di atas, Anda mungkin juga membutuhkan suplemen organik supaya pemijahannya sukses dengan hasil terbaik.

3. Pemijahan, pengeraman, dan pendederan

Pada minggu ketiga, biasanya akan ada telur yang menjadi benih-benih lobster baru. Silakan pindahkan indukannya dengan cara diangkat bersama dengan pipa atau tempat bersembunyiannya.

Selanjutnya, lakukan pengeraman dalam bak yang sudah disesuaikan dengan kondisi yang dibutuhkan oleh lobster. Proses pengeraman umumnya membutuhkan waktu 3-5 minggu.

Selama masa pengeraman dan pendederan, pakan yang bisa diberikan di antaranya adalah cacing sutera, cacing beku, hingga pelet udang. Pakan diberikan dua kali dalam satu hari.

4. Mempersiapkan kolam

Sambil menyiapkan bibit, Anda bisa membuat kolamnya. Hewan ini bisa dibudidayakan di kolam jenis apa saja.

Anda bisa memilih beberapa media di bawah ini:

  • Kolam terpal.
  • Kolam semen.
  • Akuarium, dll.

Yang jelas, silakan sesuaikan ukuran kolamnya dengan jumlah benih yang ditebar. Selain itu, pastikan lingkungan kolamnya juga sesuai dengan habitat lobster di alam liar.

Berikut ini adalah syarat lokasi dan kondisi air dalam budidaya lobster air tawar:

  • Kolam harus terbebas dari zat-zat yang dapat mencemari air.
  • Sebaiknya kolam dibuat di area yang sejuk, misalnya di tempat tertutup atau di bawah pohon yang rindang.
  • Anda juga harus menyiapkan tempat persembunyian yang cukup untuk para lobster di dalam kolam tersebut.
  • Sesuaikan ukuran kolam dengan jumlah benihnya.

Setelah menyiapkan medianya, selanjutnya Anda bisa mencoba memasukkan benih ke dalam kolam seminggu setelah kolam diisi air.

5. Proses pembesaran lobster

Saat memindahkan bibit dari bak ke dalam kolam, Anda harus melakukannya dengan hati-hati.

6. Cara merawat kolam yang benar

Berikut ini adalah perawatan budidaya lobster air tawar yang harus dilakukan pada kolamnya:

  • Ganti air di kolam sebanyak 2 sampai 3 hari sekali.
  • Pastikan bahwa airnya tidak tercemar oleh zat-zat berbahaya.
  • Tidak ada kebocoran pada kolamnya.
  • Tekanan, oksigen, dan tingkat keruhnya air harus diperhatikan dan disesuaikan dengan habitat alam lobster.

Selain memperhatikan kolamnya, Anda juga harus memperhatikan shelter atau tempat persembunyian mereka. Bersihkanlah agar lebih nyaman buat para lobster.

7. Pemeliharaan lobster kecil dan besar

Pemeliharaan yang dimaksud di sini mencakup pemberian suplemen dan pakan. Juga menjaga supaya habitatnya tetap aman dan sehat.

Untuk lobster kecil, Anda bisa memberikan cacing sutera, cacing beku, atau pelet lobster. Jangan berikan sayuran atau umbi-umbian karena ini sulit sekali dicerna.

Untuk lobster besar, pastikan bahwa shelter-nya sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan. Pakan yang bisa diberikan adalah wortel, pelet, ikan tongkol, cacing tubifex, dan yang lainnya.

8. Masa panen

Jika Anda ingin menjual lobster saat ukurannya besar, maka butuh waktu sekitar 6-8 bulan untuk memanennya.

Berat rata-rata per ekornya adalah sekitar 100 gram. Jadi, untuk mendapatkan 1 kg, dibutuhkan sekitar 9-10 ekor lobster.

Terakhir, agar budidaya lobster air tawar bisa dijual dengan mudah, silakan bekerja sama dengan pengepul atau restoran-restoran yang menjual menu lobster.

Sumber:

Wolipop.detik.com. https://wolipop.detik.com/home/d-5269635/cara-budidaya-lobster-air-tawar-bagi-pemula