8 Cara Budidaya Kelengkeng, Tanam Sekali Panen Berkali-kali

Lakukan teknik budidaya kelengkeng yang tepat supaya bisa menghasilkan puluhan kilogram buah dalam sekali panen untuk satu pohon.

Anda hanya perlu menanam pohonnya sekali, tapi omset dan keuntungannya bisa dipanen berkali-kali saat musimnya datang.

Pada kesempatan ini, kami akan membahas cara mudah menanam kelengkeng sampai menghasilkan. Selamat menyimak.

Peluang budidaya kelengkeng

Kelengkeng atau sering disebut lengkeng merupakan salah satu jenis buah yang peminatnya cukup banyak di Indonesia. Buah yang menyerupai duku dan dijual kiloan ini memiliki kulit cokelat dan bergerombol.

Peluang budidaya kelengkeng

Potensi bisnisnya lumayan besar karena permintaan yang tinggi saat musimnya tiba. Berikut ini kami rangkum beberapa poin alasan yang menjadikan prospeknya menguntungkan:

  • Modalnya dapat disesuaikan dengan budget atau anggaran.
  • Pemasarannya cukup mudah.
  • Hampir sama dengan budidaya kelapa, tanaman ini juga cocok dengan kondisi alam Indonesia.
  • Bisa ditanam di dataran tinggi dan rendah.

Dengan prospek yang menjanjikan sebagaimana disebutkan di atas, sudah sewajarnya bila peluang ini sangat direkomendasikan.

Apalagi untuk menanamnya, Anda tidak membutuhkan lahan yang luas. Tanaman ini bisa dibudidayakan di depan rumah, pekarangan, halaman, atau lahan kosong yang sempit sekalipun. Selain bisa diambil buahnya, pohonnya juga akan menciptakan suasana teduh di rumah Anda.

Risiko budidaya kelengkeng

Salah satu kendala yang sering dialami para petani saat menjalankan bisnis ini adalah kondisi di mana lengkengnya susah berbuah. Bahkan, meski sudah dikembangkan selama 3 sampai 10 tahun, ada pohon yang tetap saja tidak mau berbuah.

Risiko budidaya kelengkeng

Untuk mengatasi ini, Anda perlu tahu beberapa faktor penyebabnya. Berikut ini ringkasannya:

  • Pohon tumbuh berasal dari biji. Jadi, pilihlah biji yang berkualitas super.
  • Varietas yang dibeli merupakan jenis temperate sehingga memerlukan perangsang agar berbuah.
  • Pertumbuhan daunnya terlalu subur.
  • Pohonnya kekurangan nutrisi secara terus menerus dan berkepanjangan.
  • Tidak mendapatkan cahaya matahari yang cukup.
  • Adanya hama dan penyakit.
  • Kondisi tanah yang bermasalah.

Semua hal di atas bisa diatasi dengan baik bila Anda menerapkan cara budidaya lengkeng yang benar.

Cara budidaya kelengkeng agar berbuah banyak

Cara budidaya kelengkeng agar berbuah banyak

Berikut ini kami sampaikan langkah-langkah mudah untuk menanam kelengkeng agar berhasil panen berkali-kali:

Ketahui syarat tumbuh

Pertama-tama, Anda harus mengetahui syarat tumbuh tanaman ini, berikut ini rangkumannya:

  • Tanahnya gembur dengan lapisan yang tebal dan dapat menyerap air dengan baik.
  • Di antara jenis tanah yang sesuai adalah latosol, andosol, laterit, atau vertisol.
  • pH tanah sekitar 5,5 sampai 6,5.
  • Curah hujan yang bagus adalah 2500 sampai 3000 mm per tahun dengan penyebaran yang merata.
  • Tanamannya butuh sinar matahari secara maksimal.
  • Suhu yang dibutuhkan sekitar 20 sampai 33 derajat celcius dengan kelembapan udara 65 sampai 80 %.

Mayoritas daerah di Indonesia cocok untuk ditanami kelengkeng. Namun, Anda perlu tahu bahwa secara umum ada dua jenis kelengkeng yang bisa ditanam di Indonesia.

Yang pertama adalah lengkeng yang cocok ditanam di dataran tinggi seperti Ambarawa, Temanggung, dan Tumpang yang merupakan tanaman lokal dan sudah dibudidayakan sejak dulu.

Yang kedua adalah jenis tanaman baru yang dikenalkan dari Thailand dan Vietnam. Jenis ini bisa tumbuh di dataran tinggi dan rendah.

Pilih varietas kelengkeng terbaik

Pemilihan varietas bisa disesuaikan dengan lokasi Anda saat ini. Bila Anda tinggal di dataran tinggi, maka varietas yang biasanya digunakan adalah Batu dan Kopyor. Sebaliknya, apabila lokasinya di dataran rendah, maka varietas yang direkomendasikan adalah Diamond River, Pingpong, dan Itoh.

Varietas ini memiliki kelebihan di antaranya adalah:

  • Jika dikembangkan dengan cara cangkok atau sambung, tanamannya dapat berbuah dalam waktu 8 sampai 12 bulan.
  • Apabila dikembangkan dari biji, buahnya bisa dihasilkan setelah 2-3 tahun.

Anda bisa memilih varietas dan cara tanam yang sesuai.

Mulai penanaman

Apabila varietasnya sudah dipilih, sekarang saatnya melakukan penanaman. Budidaya lengkeng sebaiknya dilakukan dengan cara membuat lubang dengan ukuran 60 x 60 x 60 atau 100 x 100 x 60 centimeter. Ukuran lubangnya bisa disesuaikan dengan bibit yang ada.

Selanjutnya, antar masing-masing tanaman, silakan gunakan jarak tanam 6 x 6 meter.

Proses pemupukan

Berikut ini adalah beberapa tahap pemupukan yang dapat dilakukan:

  • Pemberian pupuk sebelum masa tanam, yakni pupuk dasar yang berisi pupuk kandang atau kompos, kapur, urea, dan SP36. Perbandingannya adalah 40 : 8 : 1 : 2 secara berurut. Ukuran perbandingan tanahnya adalah 120.
  • Jika usia tanamannya sudah setahun, lokasinya harus diberi pupuk kandang, urea, TSP, dan kapur. Perbandingan berurutnya adalah 20 : 2 : 5 : 3.
  • Memasuki tahun kedua, Anda bisa memberikan pupuk TSP, kapur, urea. Untuk luas 1 hektar diberikan masing-masing 10 kg TSP, 4 kg urea, dan 4 kg kapur.
  • Pada tahun ketiga, jumlah pupuk yang diberikan adalah 8 kg TSP, 2 kg urea, 50 kg pupuk kandang, dan 4 kg kapur untuk tanah seluas 1 hektar.
  • Lanjut di tahun keempat dibutuhkan 4 kg kapur, 100 kg pupuk kandang, 10 kg urea, dan 10 kg TSP.

Selanjutnya, pupuk diberikan sesuai dengan kebutuhan tanamannya.

Proses penyiraman

Pada awal penanaman, Anda perlu menyirami pohonnya secara rutin, yakni pagi dan sore hari. Penyiraman berikutnya tinggal disesuaikan dengan kondisi masing-masing tanamannya.

Lakukan pemangkasan

Pemangkasan yang dimaksudkan di sini ada beberapa jenis, yakni:

  • Pangkas bentuk, dilakukan saat tanaman masih muda dengan tinggi batang pohonnya antara 160 sampai 225 cm. Pemangkasan dilakukan pada awal musim hujan pada batang yang panjangnya antara 150 sampai 175 cm dari permukaan tanah.

Pada awal musim hujan berikutnya, ranting yang tadi dipangkas perlu dipangkas lagi sampai sisanya hanya 30 sampai 40 cm saja. Agar lebih mudah, silakan pangkas sebanyak 2/3 rantingnya. Pemangkasan seperti ini dilakukan sebanyak 3 kali. Pada pemangkasan ketiga, silakan sisakan dua ranting agar bisa tumbuh dengan sempurna.

  • Pemangkasan peremajaan, dilakukan pada tanaman yang sudah tua, khusus pada ranting atau cabang yang kering, tidak subur, dan tidak segar.
  • Pangkas pemeliharaan, dilakukan pada tanaman yang tidak berbuah padahal sudah waktunya berbuah. Proses pemangkasannya dilakukan pada cabang liar atau yang bersinggungan dengan cabang lainnya. Sebelum pemangkasan, baiknya tanaman diberi pupuk terlebih dulu.

Proses pemangkasan ini wajib dilakukan untuk menghasilkan buah yang berkualitas dan kuantitasnya banyak.

Cara menangani hama dan penyakit

Salah satu jenis hama yang sering ditemukan di budidaya kelengkeng adalah stink bug. Biasanya, hama ini merusak bunga sehingga tidak jadi berbuah. Selain itu, masih ada hama lain seperti kumbang pengganggu, lalat buah, dll.

Solusinya, Anda bisa menggunakan insektisida berbahan aktif azodrine atau mencari predator alami dari stink bug.

Anda juga perlu membrongsong kelengkeng dengan anyaman bambu untuk menghindari kelelawar. Apabila Anda menemukan jamur putih pada daun atau tanamannya, maka silakan petik dan segera buang agar tidak menyebar di seluruh tanaman.

Pemasaran

Terakhir, agar cara budidaya kelengkeng menghasilkan banyak uang, Anda bisa menjual ke pengepul atau menjualnya sendiri ke pembeli dengan sistem kiloan. Kalau punya kenalan toko buah, Anda juga bisa sekalian menjualnya pada mereka agar produknya cepat habis. Selamat mencoba.

Sumber:

Balitjestro.litbang.pertanian.go.id. http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/budidaya-tanaman-lengkeng/

Bagikan: