8 Cara Budidaya Kelapa dan Analisanya Agar Selalu Untung

8 Cara Budidaya Kelapa dan Analisanya Agar Selalu Untung

Budidaya kelapa memiliki potensi besar baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Permintaannya tinggi karena kesadaran masyarakat akan kesehatan dan meningkatnya minat pariwisata.

Sebagaimana diketahui, kelapa merupakan salah satu hasil pertanian yang airnya bisa dimanfaatkan untuk kesehatan. Kandungan airnya dipercaya dapat membuang racun dalam tubuh.

Selain baik untuk kesehatan, minuman air kelapa ini juga populer di daerah wisata. Terlebih sekarang, lewat bantuan dana desa, ada banyak sekali titik atau destinasi wisata yang dikembangkan dan terbukti berhasil mendatangkan banyak wisatawan.

Para wisatawan inilah yang menjadi salah satu pangsa pasar atau peminat kelapa.

Pada kesempatan ini, kami akan membahas tentang cara menanam kelapa, teknik budidayanya, peluang, serta risikonya. Selamat menyimak.

Peluang budidaya kelapa

Peluang budidaya kelapa

Seperti yang sudah diulas di atas, pertanian satu ini memiliki peluang yang cukup menjanjikan. Agar lebih jelas, berikut ini adalah beberapa poin alasannya:

  • Peminatnya semakin tinggi.
  • Banyak pohon yang sudah mati di beberapa daerah sehingga dibutuhkan regenerasi secara terus menerus.
  • Proses penanamannya cukup sekali, tapi panennya berulang kali.
  • Bisa dijual saat masih muda, bisa juga saat sudah tua.
  • Dapat dijual airnya, bisa juga daging kelapanya karena bisa diparut dan dibuat santan.

Selain poin di atas, masih ada banyak hal yang dapat dikembangkan dari tumbuhan satu ini. Hal ini karena kelapa merupakan pohon seribu manfaat. Kita bisa memanfaatkan buah, daun, ranting, tempurung, hingga kayunya.

Kendala saat menanam kelapa

Meskipun peluangnya menjanjikan, faktanya ada banyak petani yang tidak bisa mengembangkan pohon ini. Bahkan, saat pohon di daerahnya sudah habis, mereka tetap saja tidak bisa menumbuhkannya lagi.

Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah hama dan penyakit. Penyakit kelapa ini langsung menyerang dari bagian akar kemudian naik ke bagian pohon, daun, buah, hingga tunas daunnya.

Hal inilah yang membuat batang pohonnya jadi mudah rusak dari dalam sehingga mengakibatkan kematian.

Untuk mengatasinya, Anda harus mengetahui teknik budidayanya dengan tepat.

Cara budidaya kelapa yang mudah dan menghasilkan

Cara budidaya kelapa yang mudah dan menghasilkan

Agar sukses menjalankan bisnis pertanian ini, silakan ikuti langkah berikut:

Baca Juga  8 Cara Budidaya Belut Rumahan, Pakai Lumpur dan Air Jernih

Kenali syarat tumbuh (ketinggian daerah kelapa hingga curah hujannya)

Hal pertama yang harus Anda ketahui adalah syarat tumbuhnya, berikut ini informasi selengkapnya:

  • Optimalnya, tanaman ini tumbuh di daerah dataran rendah dengan ketinggian 0 sampai 450 mdpl. Namun, dia juga bisa beradaptasi di ketinggian 450 sampai 1000 mdpl. Pada ketinggian ini, waktu berbuahnya akan terlambat dan kadar minyaknya sedikit.
  • Curah hujan yang dibutuhkan adalah sekitar 1300 sampai 2300 mm per tahun. Dia juga bisa bertahan secara optimal pada curah hujan yang lebih tinggi sampai 3800. Syaratnya, drainase tanahnya bagus.
  • Tanaman ini menggunakan metode penyerbukan angin. Oleh karena itu, dibutuhkan daerah yang berangin untuk menanamnya.
  • Budidaya kelapa membutuhkan matahari dalam jumlah yang cukup, minimal 120 jam per bulan.
  • Suhu yang paling baik antara 20 sampai 27 derajat celcius.
  • Apabila ditanam di daerah bersuhu 15 derajat, maka akan terjadi perubahan fisiologis pada tanamannya.
  • Jenis tanah Indonesia mayoritas cocok dengan kelapa. Mulai dari yang berpasir, tanah liat, aluvial, hingga berbatu.
  • pH yang disarankan adalah 5,5 sampai 6,5.
  • Lahan yang dibutuhkan datar.

Silakan sesuaikan kebutuhan pohon ini dengan ketersediaan lahan yang ada di daerah Anda.

Proses pembibitan

Proses pembibitan meliputi 3 langkah utama, yakni pemilihan benih, persiapan, dan penyemaian. Berikut ini adalah langkah lengkapnya:

  • Pilihlah benih yang berasal dari bahan tanaman pohon induk yang sudah berusia 20 sampai 40 tahun. Selain itu, pohon ini juga harus memiliki nilai produksi buah mencapai 80 sampai 120 buah per tahun. Pohonnya juga harus lurus, batangnya kuat, daunnya lurus, dan bebas dari hama penyakit.
  • Pilihlah bibit yang sudah tua dengan usia kurang lebih 12 bulan, warna kulitnya coklat, bentuknya sedikit lonjong, licin dan halus, serta panjang dan lebar buahnya sekitar 22 sampai 25 cm dan 17 sampai 22 cm.
  • Persiapkan benih dengan mengistirahatkannya dalam area yang tidak terkena sinar matahari langsung dengan suhu antara 25 sampai 27 derajat celcius.
  • Bila sudah, silakan buat benih dengan memberikan luka pada kulit kelapanya. Ukuran lukanya sekitar 5 cm saja. Pemberian luka dilakukan hanya sekali saja, tak boleh dua kali.
  • Jika Anda menanam di polybag, maka silakan masukkan 2/3 bagian luka ke dalam media tanamnya. Dengan bagian lukanya tetap menghadap ke atas.

Catatan: Jika proses penanaman benih ini dilakukan di dalam polybag, maka waktu yang dibutuhkan adalah sekitar 6 sampai 12 bulan. Biasanya, dia akan mulai mengeluarkan daun sebanyak 6 helai dengan tinggi batang mencapai 90 sampai 100 cm.

Baca Juga  9 Cara Budidaya Pepaya California, Buah Top Untungnya Wow!

Bila sudah sampai di tahap ini, maka Anda harus segera melakukan langkah berikutnya.

Pemindahan bibit

Saat memasuki musim penghujan, bibit siap dipindahkan ke lokasi dengan media tanam yang sesuai. Pastikan sekali lagi bahwa usia bibitnya antara 9 – 12 bulan. Jika ada akar yang keluar dari polibag, silakan dipotong 2 atau 3 hari sebelumnya.

Memilih media tanam

Selanjutnya, silakan pilih media tanam berupa tanah yang datar. Jenis tanahnya boleh apa saja, namun yang paling disarankan adalah aluvial.

Pilihlah lokasi yang mudah terkena sinar matahari, luas, dan mudah mendapatkan air sebab 1 bulan pertama setelah masa penanaman, kelapa sangat membutuhkan air.

Apabila tanah memiliki pH tinggi, lakukan pengapuran terlebih dulu. Pengapuran dilakukan sampai pH tanah mencapai angka 6 sampai 8.

Setelah pengapuran, berikan pupuk TSP dengan dosis 300 gram untuk masing-masing lubang yang akan ditanami.

Cara menanam dan jarak tanam pohon kelapa

Setelah memilih lahan, silakan buat lubang dengan bentuk segitiga dengan jarak tanam masing-masing 9 meter (segitiga sama sisi). Lubang sebaiknya dibuat 1 sampai 2 bulan sebelum masa tanam untuk mengantisipasi pH yang terlalu tinggi.

Lubang tanam dibuat dengan ukuran antara 60 cm sampai 100 cm.

Bila sudah siap, silakan masukkan benih yang masih ada di polybag ke dalam lubang yang sudah diberi pupuk sesuai ukuran yang telah dituliskan di atas.

Yang dimasukkan pertama kali dalam lubang adalah polibag bagian bawah kemudian iris polibagnya sampai bagian akhir.

Penyiangan dan masa terbaiknya

Penyiangan dilakukan pada pinggiran tanaman. Berikut ini detail lebarnya:

  • Tahun pertama selebar 1 meter.
  • Tahun kedua selebar 1,5 meter.
  • tahun ketiga dengan lebar 2 meter.

Tujuan penyiangan ini adalah mencegah dan menanggulangi hama dan penyakit.

Penyiangan baiknya dilakukan 4 minggu sekali saat musim hujan. Masuk musim kemarau, penyiangan bisa dilakukan 6 minggu sampai 2 bulan sekali.

Penjarangan dan pengambilan daun kering

Apabila ada bibit yang tidak tumbuh dengan baik, sebaiknya segera diganti dengan yang baru. Dalam masa perawatannya, Anda harus sering mengambil daun keringnya.

Cara budidaya kelapa yang mudah dan menghasilkan - Penjarangan dan Pengambilan Daun kering

Biasanya, para petani menggunakannya untuk membuat sapu lidi atau membakarnya untuk memasak secara tradisional.

Pemupukan dan penyiraman

Terakhir, pemupukan bertahap hanya diperlukan jika tanah kekurangan nutrisi. Hal ini berlaku juga bila ada kendala air saat budidaya kelapa dilakukan. Teknik ini cukup mudah. Anda pun bisa mengembangkan tanaman lain di lokasi yang sama, contohnya adalah budidaya kangkung.

Sumber:

Buleleng.bulelengkab.go.id. https://buleleng.bulelengkab.go.id/artikel/13-cara-menanam-pohon-kelapa-dan-perawatannya-20

Distan.Lomboktimurkab.go.id. https://distan.lomboktimurkab.go.id/baca-berita-167-panduan-teknis-budidaya-kelapa-dalam.html