10 Cara Budidaya Kacang Tanah, Prospek, dan Kendalanya

10 Cara Budidaya Kacang Tanah, Prospek, dan Kendalanya

Budidaya kacang tanah sangat cocok dijalankan di Indonesia. Kondisi tanah dan cuacanya pas. Juga, peminatnya banyak sehingga pemasarannya mudah.

Selain itu, umur simpan produk ini cukup lama sehingga bisa dijual secara online tanpa takut busuk. Selain bisa dijual saat masih mentah, tanaman ini juga bisa diolah menjadi beragam makanan. Misalnya, selai kacang, kacang panggang, hingga kacang asin.

Pada kesempatan ini kami akan membahas tentang cara membudidayakan kacang tanah, berikut peluang dan kendalanya.

Peluang atau prospek budidaya kacang tanah

Peluang atau prospek budidaya kacang tanah

Sebagaimana disebutkan di atas, bisnis ini memiliki peluang yang sangat besar. Alasannya adalah:

  • Permintaannya tinggi.
  • Mudah dibudidayakan, baik oleh petani yang sudah profesional maupun pemula.
  • Kondisi cuaca dan iklim Indonesia yang cocok dengan tanaman.
  • Bisa ditanam di sela-sela tanaman lainnya untuk memaksimalkan lahan. Misalnya, ditanam di sela budidaya cabe rawit.
  • Harganya cenderung stabil.
  • Umur simpannya lama, bisa dijual offline (langsung ke pembeli) atau online (melalui marketplace).

Tanaman ini juga memiliki prospek besar apabila Anda mau bekerja sama dengan pengepul atau peminat skala besar. Misalnya, pabrik camilan kacang atau pembuat bumbu pecel.

Kendala dan risiko yang dihadapi para petani kacang tanah

Kendala dan risiko yang dihadapi para petani kacang tanah

Saat mencoba membudidayakan tanaman ini, ada beberapa kendala yang mungkin dihadapi. Di antaranya adalah:

  • Curah hujan yang tidak menentu. Pada saat menanam pertama kali dan curah hujan tinggi, maka pertumbuhannya akan terganggu. Sebaliknya, pada saat panen dan curah hujan tinggi, maka akan ada kacang yang berkecambah padahal belum dipanen.
  • Adanya hama pemakan akar, ulat penggulung daun, ulat jengkal, dan ulat grayak.
  • Adanya penyakit yang meliputi gapong, bercak daun, sapu setan, layu, dan karat.

Penanganan yang tepat bisa menjadi solusi untuk setiap tantangan atau kendala yang ada.

Cara budidaya kacang tanah yang mudah

Cara budidaya kacang tanah yang mudah

Berikut ini adalah beberapa langkah yang harus Anda lewati untuk menanam kacang tanah dan menghasilkan uang dari hasil panennya:

1. Ketahui syarat tumbuh

Berikut ini adalah syarat tumbuh tanaman ini:

  • Ketinggian lahan terbaik antara 50 sampai 500 mdpl. Tanaman ini juga bisa adaptasi dengan ketinggian lahan sampai 1500 mdpl.
  • Jenis tanah yang cocok adalah liat berpasir, lempung berpasir, atau lempung liat berpasir.
  • Suhu atau temperatur yang cocok adalah 28 sampai 32 derajat celcius.
  • Kelembapan udaranya sekitar 65 % sampai 75 %.
  • Derajat keasaman tanah antara 6,5 sampai 7,0.
  • Curah hujan yang disarankan 800 sampai 1.300 (kategori rendah).
Baca Juga  7 Cara Budidaya Lebah Madu, Yakin Untung Banyak!

Meski bisa beradaptasi di dataran rendah dan tinggi, tanaman ini lebih banyak di budidayakan di dataran rendah.

2. Mempersiapkan lahan atau media tumbuh

Tanah yang disukai oleh tanaman ini adalah yang gembur. Maka dari itu, dalam persiapan lahannya Anda harus mencangkul dan membajak tanah terlebih dulu. Pastikan bahwa lokasinya benar-benar gembur dan bersih.

Yang dimaksud bersih di sini adalah tidak ada rumput liar, akar bekas tanaman sebelumnya, dan gulma pengganggu yang mungkin akan menjadi kendala saat proses penanaman.

Kacang ini bisa ditanam langsung di lahan biasa atau membuat bedengan terlebih dulu. Kalau mau buat bedengan, silakan buat dengan ukuran lebar 80 cm memanjang seukuran ladang atau kebun. Tinggi bedengannya sekitar 20 sampai 30 cm.

Buat parit sebagai pemisah antara bedengan satu dengan bedengan lainnya. Jika lahannya memiliki pH yang tinggi, silakan lakukan pengapuran terlebih dulu. Pengapuran paling lambat dilakukan sebulan sebelum masa tanam.

3. Persiapan bibit kacang tanah

Bibit tumbuhan ini didapatkan dari kacang yang sudah tua, usianya sekitar 100 hari. Anda harus memilih bibit yang berkualitas, yakni yang mentes (utuh), tidak keriput, warna luar cangkangnya kehitaman dan ketika dibuka tidak ada selaput di bagian dalam cangkangnya.

Masa simpan benih ini antara 3 sampai 6 bulan. Agar aman, cangkangnya sebaiknya tidak dikupas selama penyimpanan. Saat mendekati masa penanaman, Anda baru bisa mengupasnya.

Varietas yang dianjurkan saat memilih bibit adalah kelinci, zebra, gajah, rusa, kijang, anoa, kancil, tapir, domba, dan pelanduk.

4. Cara menanam yang benar

Proses penanaman bisa dilakukan dalam beberapa cara. Ada yang dengan cara membuat lubang di bedengan terlebih dulu. Ada pula yang langsung menanamnya tanpa menggunakan lubang karena tidak memakai bedengan.

Kalau mau pakai lubang, silakan siapkan tugal yang ujungnya lancip. Kedalaman lubang sekitar 3 cm saja. Per lubang diberi 2 benih. Bila sudah dimasuki benih, silakan tutup kembali dengan tanah.

Jika tanahnya subur, silakan tanah bibit kacang tanah dalam larikan yang jaraknya sekitar 30 x 20 cm atau 40 x 15 cm.

Sebaliknya, apabila tanahnya kurang subur, Anda bisa menanam lebih rapat. Jaraknya sekitar 20 x 20 cm atau 40 x 10 cm.

Para petani Indonesia yang masih konvensional biasanya tidak menggunakan lubang saat menanam tumbuhan ini. Mereka hanya menaruh benih ke dalam larikan tanah yang sudah gembur kemudian menutupnya dengan tanah. Jaraknya sesuai dengan langkah kaki saat menanam.

Untuk pemula, silakan coba cara yang pakai lubang dulu.

5. Pemupukan

Pemupukan pertama dilakukan satu hari sebelum ditanami benih atau saat menanam benihnya. Jenis pupuknya adalah NPK atau Nitrogen Phospat Kalium.

  • Pupuk nitrogen diberikan dengan dosis sekitar 20 sampai 25 kg per 1 ha saat sehari sebelum tanam atau saat penanaman.
  • Pupuk Phospat diberikan dengan dosis yang lebih tinggi, yakni 45 kg sampai 60 kg per 1 ha. Dosis ini dibagi dua dan diberikan sebelum tanam dan saat penanaman.
  • Sementara kalium diberikan dengan dosis 50 kg sampai 60 kg per ha pada saat penanaman.
Baca Juga  9 Cara Budidaya Wortel yang Simpel Tapi Menghasilkan

Pemberian pupuk berikutnya adalah saat proses pemeliharaan untuk menangani masalah hama dan penyakit.

6. Pengairan atau penyiraman

Budidaya kacang tanah memang tidak banyak membutuhkan air. Justru kalau kebanyakan air, maka bisa berdampak buruk.

Meski begitu, saat cuaca sedang panas atau musim kemarau panjang, Anda tetap butuh memberikan pengairan.

Agar lebih jelas, berikut penjelasan kebutuhan air untuk masing-masing fase pertumbuhan kacang tanah:

  • Fase perkecambahan dan pertumbuhan tanaman, kacang ini sangat memerlukan air.
  • Saat fase berbunga, dia tidak membutuhkan air karena bisa menghalangi penyerbukan.
  • Saat pengisian polong, dia memerlukan air.
  • Ketika mendekati masa panen, tidak membutuhkan banyak air.

Jika memang dibutuhkan penyiraman, sebaiknya lakukan saat pagi atau sore hari.

7. Penyiangan dan penyulaman

Penyulaman dilakukan pada benih yang tidak tumbuh. Biasanya akan langsung terlihat karena ada titik larikan yang kosong. Jika ini terjadi, silakan buat lubang tanam baru dan segera ditanami lagi.

Penyiangan dilakukan untuk menghilangkan gulma atau rumput liar dari lokasi. Biasanya dilakukan 2 kali, yakni saat usia tanamannya 21 hari dan 40 hari. Penyiangan kedua dilakukan dengan lebih detail, yakni dengan menggemburkan tanah dan ditimbun dekat pangkal tanamannya.

Gunakan cangkul agar bisa lebih teliti dan tidak merusak tanamannya.

8. Cara mengendalikan hama dan penyakit

Pengendalian hama dan penyakit bisa dilakukan dengan memberikan pupuk kandang yang matang, mengolah tanahnya dengan baik, rajin menyiangi gulma, menanam serentak, dan mencabut tanaman yang sudah terkena penyakit.

9. Cara panen dan pasca panen

Masa panen kacang tanah disesuaikan dengan varietas yang ditanam. Biasanya di usia 85 sampai 110 hari. Polong kacang yang sudah tua biasanya memiliki kulit yang keras, kulit bijinya tipis, dan bijinya keras.

Cara panennya adalah dengan cara dicabut. Kemudian polong kacang tanah diambil dari batangnya secara manual menggunakan tangan.

Sambil dipipil dari batangnya, tanahnya akan ikut berjatuhan. Kemudian, Anda bisa menjemurnya di bawah sinar matahari. Bila sudah kering, siap ditaruh di karung goni atau tempat penyimpanan yang aman.

10. Pemasaran

Saat panen, biasanya para petani akan menjualnya langsung ke pengepul. Anda juga bisa mengemasnya secara apik kemudian dijual online.

Agar budidaya kacang tanah bisa memberikan keuntungan yang banyak, Anda harus kreatif dalam melakukan pemasaran.

Sumber:

Merdeka.com. https://www.merdeka.com/trending/cara-menanam-kacang-tanah-yang-benar-dan-panen-melimpah-patut-dicoba.html?