10 Cara Menanam dan Budidaya Kacang Hijau + Keuntungannya

10 Cara Menanam dan Budidaya Kacang Hijau + Keuntungannya

Keuntungan yang didapatkan dari budidaya kacang hijau sangat menggiurkan. Salah satu palawija dari Indonesia ini memiliki potensi ekspor yang besar.

Artinya, para petani yang menanamnya tidak hanya akan bisa menjualnya di pasar domestik, tetapi juga di pasar mancanegara.

Dengan demikian bisa dikatakan bahwa pangsa pasar produk ini sangat luas. Terlebih, ada banyak produk yang bisa dibuat dari palawija satu ini.

Pada kesempatan ini, kami akan membahas cara mudah membudidayakannya. Bila tertarik untuk mencobanya, silakan simak sampai selesai.

Prospek dan keuntungan membudidayakan kacang hijau

Ulasan di atas sudah menyinggung betapa besar pangsa pasar produk palawija satu ini. Inilah yang kemudian membuat prospeknya sangat menjanjikan, baik untuk saat ini maupun di masa yang akan datang.

Prospek dan keuntungan membudidayakan kacang hijau

Menurut kementan, ada banyak negara tetangga yang berminat dengan produksi palawija ini. Di antaranya adalah Jepang, Cina, Filipina, Singapura, Vietnam, Hongkong, Taiwan, hingga Timor Leste.

Guna mencukupi permintaan dari pasar internasional, pihak kementerian juga bermaksud memaksimalkan produksi kacang hijau dari beberapa daerah seperti Jawa Timur, Jawa Barat, hingga Nusa Tenggara Timur.

Selain karena prospeknya yang besar tersebut, berikut ini adalah beberapa poin yang menjadikan tanaman ini sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia:

  • Mayoritas lahan di Indonesia cocok untuk budidaya kacang hijau.
  • Palawija satu ini memiliki ketahanan yang baik. Apabila sudah kering, dia bisa dikemas dan dijual di Supermarket dengan harga yang lebih tinggi.
  • Bisa diolah menjadi apa saja sehingga dapat dijual dalam kondisi segar, kering, ataupun dalam bentuk makanan siap saji.
  • Masa panennya cepat.
  • Harga jualnya cenderung stabil.

Selain poin di atas, tentu masih banyak hal lain yang menjadikan tanaman ini sangat potensial.

Yang perlu dicatat, berbeda dengan budidaya jahe merah yang persaingannya sangat minim, kacang ini menjadi komoditi yang sangat banyak petaninya karena sudah mendapatkan perhatian dari pemerintah secara serius.

Risiko atau tantangan dalam budidaya kacang hijau

Risiko atau tantangan dalam budidaya kacang hijau

Salah satu risiko yang mungkin dihadapi saat bertani palawija ini adalah hama atau penyakit. Umumnya, ada ulat yang siap menggerogoti tanaman. Sifatnya menyebar dengan cepat dari tanaman satu ke tanaman lainnya.

Baca Juga  8 Cara Budidaya Ikan Nila Hasilkan Jutaan Rupiah per Bulan

Selain ulat atau hama, Anda juga harus siap dengan tantangan lainnya.

Cara menanam kacang hijau yang mudah dan teknik pemasarannya

Cara menanam kacang hijau yang mudah dan teknik pemasarannya

Berikut ini adalah hal-hal dan langkah yang harus diperhatikan saat menanam kacang hijau:

1. Tanah dan iklim yang dibutuhkan

Berikut ini adalah syarat media dan iklim yang cocok untuk tanaman palawija ini:

  • Struktur tanahnya berlempung, bukan pasir. Teksturnya gembur.
  • Tanahnya mengandung bahan organik, drainase, aerasi yang baik.
  • Derajat keasamannya sekitar 5,8 sampai 7,0. Paling optimal adalah 6,7.
  • Curah hujan yang dibutuhkan adalah 50 sampai 200 mm per bulan.
  • Suhunya sekitar 25 sampai 27 derajat celcius.
  • Kelembapan udaranya sekitar 50 sampai 80 %.

Selain syarat di atas, Anda juga harus pastikan bahwa lokasinya bisa mendapatkan sinar matahari yang cukup.

2. Persiapan lahan

Setelah mengetahui syarat medianya, kini saatnya Anda menyiapkan lahan yang bagus untuk budidaya kacang hijau.

Proses persiapan lahannya bisa dimulai dengan cara:

  • Mencangkul tanah agar jadi gembur.
  • Tambahkan pupuk kandang pada tanah tersebut sehingga nutrisi tanahnya lebih baik.
  • Buat bedengan dengan lebar 1 meter dan ketinggian sekitar 30 sampai 50 cm.
  • Agar air hujan bisa mengalir dengan lancar, baiknya beri jarak 2 meter untuk masing-masing bedengan.
  • Selanjutnya, silakan buat lubang mata tiga. Satu untuk menanam bibit dan yang lainnya untuk pupuk.

Lubang untuk bibit kedalamannya sekitar 4 cm. Sementara lubang buat pupuk sekitar 8 sampai 10 cm. Lubang tanamnya sekitar 20 cm x 20 cm atau 25 cm x 25 cm.

3. Pembelian dan penyemaian benih

Bila lahannya sudah siap, Anda bisa mulai menyiapkan benihnya. Caranya adalah dengan membeli bibit dulu. Apabila sudah siap, gunakan cara inokulasi untuk menyiapkan benihnya.

Taruh benihnya di sebuah wadah kemudian basahi dengan air. Diamkan atau angin-anginkan selama 4 jam agar tunasnya muncul.

4. Proses penanaman benih

Selanjutnya, tanam benihnya di lubang yang sudah disiapkan tadi. Dalam satu lubang, beri 2 bibit kemudian tutup lagi dengan tanah. Tipis-tipis saja supaya tidak menutup benihnya secara langsung.

5. Proses penyiraman

Agar pertumbuhannya bagus, Anda harus menyirami tanaman tersebut. Dengan menyiraminya, berarti Anda telah menyiapkan nutrisi yang lebih baik sekaligus membantu melembapkan tanahnya. Penyiraman ini dilakukan sekali dalam sehari, boleh pagi atau sore.

6. Sortir tanaman

Memasuki usia 10 sampai 15 hari pasca penanaman benih, Anda harus menyortir tanamannya. Cek apa ada yang tidak tumbuh dengan baik.

Baca Juga  8 Cara Budidaya Kelengkeng, Tanam Sekali Panen Berkali-kali

Apabila ada yang tidak tumbuh dengan sempurna, silakan ganti dengan yang baru. Tujuannya adalah agar pertumbuhannya merata dan bisa panen bersamaan.

7. Penyiangan gulma

Proses pemeliharaan yang harus Anda lakukan berikutnya adalah dengan menyiangi gulmanya. Biasanya, proses ini dimulai pada saat tanaman kacang hijau memasuki usia 15 sampai 30 hari.

Tujuan dilakukan penyiangan adalah agar nutrisi yang ada di tanah dapat terserap sempurna oleh tanaman kacangnya. Bukan oleh rumput liar atau gulma lain yang ada di sekitarnya.

8. Pemberian pupuk

Supaya pertumbuhannya bagus dan terhindar dari hama penyakit, silakan beri pupuk. Adapun jenis pupuk yang bisa dipakai adalah urea, KCL, dan TSP.

Dosis yang bisa digunakan per 1 hektar lahan adalah 50 kg urea, 100 kg TSP, atau 50 kg KCL. Proses pemupukan ini biasanya dilakukan pada saat usia tanamannya 1 bulan atau ketika tanamannya sudah mulai berbunga.

9. Masa panen dan cara memanennya

Budidaya kacang hijau memiliki masa panen yang singkat. Hanya dalam waktu 60 sampai 80 hari, Anda sudah bisa menikmati hasil panen pertama kacang hijaunya.

Untuk mengetahui mana polong yang siap panen, silakan pilih yang warnanya gelap, teksturnya kering, dan gampang pecah saat diambil dari ranting tanamannya. Jangan ambil yang kulit polongnya masih basah.

Panen tanaman ini tidak hanya dilakukan sekali saja melainkan berkali-kali. Bahkan, sejak hari panen pertama Anda bisa langsung memanennya setiap hari dengan memilih polong yang sudah tua sesuai kriteria di atas.

Bila sudah selesai panen, silakan jemur kacang hijau yang masih dalam polong sampai benar-benar kering. Pada proses pengeringan di bawah sinar matahari, banyak polongan yang akan pecah dengan sendirinya.

Bila ada yang tidak pecah, gunakan palu kayu untuk memukulnya setelah dimasukkan dalam kantong atau dilapisi terpal.

Dengan begitu biji kacang hijau akan keluar dan siap untuk dikemas, kemudian dijual.

10. Cara memasarkan produk kacang hijau

Agar sukses dan berhasil menjual produk ini, pastikan bahwa kacang hijaunya sudah kering sebelum dikemas. Sortir dulu produknya untuk menjaga kualitas.

Lakukan penjualan pada pengepul atau bekerja samalah dengan dinas pertanian setempat. Siapa tahu, Anda bisa ikut memenuhi kuota permintaan dari luar negeri.

Demikian informasi mengenai cara budidaya kacang hijau dari awal sampai cara pemasarannya agar bisa sukses dan menghasilkan. Semoga bermanfaat.

Sumber:

Republika.co.id. https://www.republika.co.id/berita/pxwzxc423/kementan-keuntungan-budi-daya-kacang-hijau-menggiurkan