8 Cara Budidaya Jahe Merah, Modal Minimal Laba Maksimal

8 Cara Budidaya Jahe Merah, Modal Minimal Laba Maksimal

Persaingan budidaya jahe merah masih sangat kecil dengan jumlah peminat yang cenderung meningkat seiring kesadaran masyarakat akan manfaatnya sebagai salah satu tanaman herbal.

Sudah bukan rahasia lagi jika jahe merah memiliki manfaat yang luar biasa untuk kesehatan. Ada banyak orang yang memanfaatkannya untuk obat. Baik saat masih berbentuk ruas-ruas jahe maupun saat sudah jadi serbuk instan.

Karena potensi besar dan persaingan kecil inilah maka sudah selayaknya bisnis pertanian ini dikembangkan secara maksimal. Siapa pun yang mau mencobanya bisa melakukannya, termasuk pemula.

Pada kesempatan ini, kami akan membahas tentang metode bertani jahe merah. Selamat menyimak.

Peluang bisnis budidaya jahe merah

Peluang bisnis budidaya jahe merah

Sebelum membahas lebih jauh mengenai bagaimana metode budidayanya, lebih baik Anda tahu dulu potensi besar bisnis ini agar semakin yakin saat menjalankannya:

  • Persaingannya masih sangat minim karena mayoritas petani masih senang menanam jahe versi biasa.
  • Kondisi lingkungan di Indonesia sangat cocok dengan tanaman ini sehingga mudah membudidayakannya.
  • Permintaan cenderung meningkat karena semakin banyak orang yang cenderung menempuh pengobatan herbal saat menderita penyakit tertentu.
  • Penjualannya sangat luas, bisa secara offline dan online. Anda juga bisa menjualnya ke individu atau corporate dengan bekerja sama dengan perusahaan jamu.
  • Banyak yang membutuhkannya untuk menjaga stamina.
  • Bisa dijalankan dari lahan yang kecil dan di sekitar rumah.
  • Dapat dikombinasikan dengan bisnis lain baik yang serupa maupun tidak. Contohnya budidaya cabe rawit.

Ada banyak sekali manfaat tanaman herbal satu ini. Hal ini jelas membuat pangsa pasarnya luas sehingga cocok untuk dikembangkan.

Risiko yang mungkin dihadapi saat bertani jahe merah

Risiko yang mungkin dihadapi saat bertani jahe merah

Bisnis ini tergolong minim risiko. Salah satu tantangan terbesarnya mungkin adalah pemasaran. Meski pangsa pasarnya tinggi, kalau petaninya tidak bisa menjual dengan baik karena kurangnya network, maka sama saja. Hasil keuntungannya tak akan optimal.

Syarat tumbuhnya jahe merah

Sebelum mulai budidaya, silakan kenali dulu lingkungan seperti apa yang paling disukai oleh tanaman ini. Berikut ini ulasannya:

  • Tanaman ini biasanya tumbuh di suhu antara 19 sampai 30 derajat celcius.
  • Curah hujan lokasinya sekitar 1000 sampai 4000 mm per tahun. Apabila kurang dari itu, petani harus memanfaatkan irigasi dengan baik.
  • Bukan tumbuhan musiman karena bisa hidup sepanjang tahun.
  • Derajat keasaman tanahnya antara 6,8 sampai 7.
  • Jenis tanah yang bisa ditanami sangat beragam. Namun yang paling bagus adalah tanah yang mengandung bahan organik tinggi, gembur, dan subur.
  • Proses budidaya bisa di polybag, langsung di kebun, pekarangan, atau halaman rumah.
Baca Juga  Bisnis Budidaya Gurame Berikut 3 Cara Simple Untuk Memulai

Persyaratan di atas sangat cocok dengan kondisi di Indonesia yang tanahnya subur. Tak heran bila banyak yang tertarik mencoba bisnis ini.

Cara budidaya jahe merah dan analisa pasarnya

Cara budidaya jahe merah dan analisa pasarnya

Membaca analisa peluang, risiko, dan syarat lokasi yang bisa ditanami jahe merah di atas, maka jelas budidaya akar rimpang ini sangat layak buat dicoba.

Berikut ini kami sampaikan beberapa langkah mudah yang bisa dilakukan:

1. Menyiapkan media tanam

Untuk memulai bisnis ini, silakan siapkan media tanamnya terlebih dulu. Siapkan tanah yang sudah diberi pupuk dengan dosis 1:1 jika Anda menggunakan polybag.

Kalau langsung di pekarangan atau kebun, silakan taburkan pupuk sebanyak 10 kilogram di tanah dengan luas 10 meter persegi. Pastikan bahwa tanahnya sudah siap, rata, dan gembur. Pada tahap ini, Anda bisa menggunakan pupuk kandang.

Agar terjadi proses fermentasi, tanah yang sudah tercampur dengan pupuk kandang harus didiamkan selama kurang lebih 1 minggu. Fermentasi alami ini akan membantu proses pertumbuhan jahe merah.

2. Info harga bibit jahe merah dan cara memilihnya

Sambil menunggu proses fermentasi, Anda bisa mulai mencari bibitnya. Bibitnya biasanya berupa akar rimpang yang bisa dibeli di pasar tradisional. Jika kesulitan mendapatkan di pasar tradisional terdekat, Anda bisa membelinya secara online di marketplace.

Harganya cenderung murah dan stabil. Untuk 1 kg bibit yang sudah siap semai, Anda cukup menyediakan uang 40 ribuan rupiah saja.

Meski begitu, jika memang bisa membeli di pasar tradisional terdekat, saran kami lebih baik beli langsung agar bisa mengenali kualitasnya dengan baik.

Dalam memilih bibit, perhatikan kriteria di bawah ini:

  • Kondisi bibitnya masih segar dan tidak keriput.
  • Ukuran rimpangnya besar dan kokoh.
  • Tidak ada cacat dan terlihat utuh.
  • Tidak ditemukan adanya hama penyakit atau bekasnya.
  • Warnanya masih cerah dan tidak layu.

Apabila sulit menemukannya, Anda bisa coba datang ke salah satu petani yang ada di sekitar Anda dan mengajak kerja sama untuk membeli bibit tersebut.

3. Proses pembibitan hingga bertunas

Setelah mendapatkan bibitnya, silakan lakukan langkah di bawah ini:

  • Simpan bibit di tempat yang sejuk.
  • Siram dengan air.
  • Tunggu beberapa saat sampai bibitnya mengeluarkan tunas.
Baca Juga  8 Cara Budidaya Kelapa dan Analisanya Agar Selalu Untung

Pada proses ini, Anda mungkin akan menemukan bibit yang tidak berkualitas. Misalnya, tidak mau mengeluarkan tunas, busuk, atau kosong. Segera lakukan sortir. Pilih yang bertunas untuk ditanam dan buang segera yang tidak berkualitas.

4. Cara menanam jahe merah di rumah, pekarangan, hingga kebun

Proses penanaman sebaiknya dilakukan saat hendak memasuki masa kemarau atau saat curah hujan sedang tidak tinggi-tingginya. Hal ini karena bibit sangat rentan busuk saat kebanyakan air. Bila dibiarkan, bisa mengakibatkan kegagalan panen.

Jika cuacanya sudah disesuaikan, maka lakukan penanaman sesuai dengan media yang digunakan:

  • Jika di polybag, maka buatlah lubang pada masing-masing polybag. Kemudian masukkan jahenya ke dalam lubang tersebut satu per satu. Tutup tanah kembali dan jangan menutup tunasnya terlalu rapat.
  • Bila dilakukan di kebun atau pekarangan, maka buatlah lubang-lubang dengan jarak tertentu di kebun. Kemudian masukkan bibitnya sesuai dengan cara pertama.

Bila sudah ditanam semua, tunggulah selama 2 minggu.

5. Perawatan bibit pertama kali

Setelah proses menunggu selesai, Anda bisa menyiapkan furadan kemudian menaburkannya sebagai pencegah munculnya jamur pada tanaman tersebut.

Pantau terus perkembangannya, jangan lupa siram dengan air. Bila ada tunas yang tidak muncul ke permukaan atau tidak tumbuh, segera cek siapa tahu sudah terjadi pembusukan. Ganti dengan bibit baru bila hal ini terjadi.

6. Proses pemeliharaan sampai masa panen

Apabila tunasnya sudah tumbuh, Anda harus merawatnya dengan cara:

  • Menyiram air setiap hari dengan alat semprot. Volumenya tidak boleh terlalu banyak.
  • Memupuk tanamannya sebulan sekali.
  • Menyiangi gulma yang ada di sekitarnya.

Khusus untuk penyiangan gulma, Anda bisa melakukannya secara rutin sebanyak 2 sampai 3 minggu sekali.

7. Masa panen jahe merah dan cara memanennya

Masa panen yang dibutuhkan oleh jahe merah biasanya hanya 3 sampai 4 bulan. Untuk memanennya, silakan gemburkan tanahnya dulu. Bila sudah gembur silakan cabut daun sampai umbi atau akarnya. Potong jahenya dan bersihkan.

8. Teknik pemasaran

Penjualan produk ini bisa dalam beberapa bentuk, di antaranya adalah menjual bibit, produk tanamannya langsung, jahe merah kering, atau bubuknya.

Cobalah bekerja sama dengan toko herbal, panti pijat, atau langsung ke pabrik jamu. Carilah informasi sebanyak-banyaknya, bentuk, dan perluas jaringan Anda.

Demikian cara budidaya jahe merah yang modalnya minim tapi keuntungannya luar biasa bila dimaksimalkan dengan baik. Selamat mencoba dan semoga sukses.

Sumber:

Tokopedia.com. https://www.tokopedia.com/find/bibit-jahe-merah