9 Cara Mudah Budidaya Ikan Patin, Analisa Peluang, dan Risiko

Potensi budidaya ikan patin sangat besar karena dibutuhkan oleh hampir semua orang. Dagingnya yang lezat dan minimnya duri menjadi alasan kenapa jenis ikan air tawar ini sangat disukai.

Itulah mengapa banyak peternak yang tertarik untuk membudidayakannya. Terlebih, hampir sama dengan budidaya ikan nila dan lele, patin juga sangat mudah dibudidayakan dengan masa panen yang tergolong cepat.

Pada kesempatan ini, kami akan membahas cara beternak ikan patin serta peluang dan risikonya. Selamat menyimak.

Peluang budidaya ikan patin

Ikan ini memiliki pembeli yang cukup konsisten. Hampir setiap hari ikannya dibutuhkan sebagai lauk di rumah tangga atau menu di restoran-restoran.

Peluang budidaya ikan patin

Berikut ini kami rangkum beberapa hal yang membuat peluang bisnis ternak patin begitu menjanjikan:

  • Pangsa pasarnya luas, bisa bekerja sama dengan pengepul, pedagang, atau langsung menjualnya ke end user.
  • Dagingnya enak dan kaya akan vitamin dan mineral.
  • Bisa dijual dalam bentuk frozen food. Misal, fillet patin untuk membuat nugget.
  • Harganya cenderung stabil.
  • Masa panennya hanya sekitar 3 sampai 4 bulan saja.
  • Modalnya bisa disesuaikan dengan anggaran. Anda bisa memilih mau mengembangkannya di kolam jenis apa. Boleh kolam terpal, beton, tanah, atau yang lain.
  • Dapat dijadikan kerja sampingan karena cara budidayanya yang mudah.
  • Bisa sambil membudidayakan ikan lainnya.

Selain 8 poin di atas, masih cukup banyak hal yang bisa dikembangkan dari bisnis ini.

Risiko ternak ikan patin

Berikut ini adalah beberapa tantangan yang bisa dihadapi saat seseorang menjalankan usaha ternak patin ini:

  • Adanya penyakit saat budidayanya.
  • Munculnya jenis lain, misal albino.
  • Kematian ikan sehingga jumlah awal dan akhirnya tidak sama.
  • Pemasaran yang minim.
  • Persaingan tiap daerah berbeda-beda. Ada yang sengit, ada pula yang biasa saja.

Itulah beberapa tantangan yang mungkin akan dihadapi selama menjalankan usaha ternak ini. Masih banyak yang lainnya, jadi Anda harus selalu siap dengan segala kemungkinan yang ada.

Cara budidaya ikan patin yang mudah dan menguntungkan

Cara budidaya ikan patin yang mudah dan menguntungkan

Berikut ini kami sampaikan langkah mudah membudidayakan patin:

1. Membuat kolam patin

Sebagaimana disampaikan di atas, Anda bebas memilih kolam untuk patin. Bisa beton, bisa juga terpal. Jika Anda menginginkan modal yang kecil, maka pilihannya adalah kolam terpal. Berikut ini adalah langkah pembuatan kolamnya:

  • Belilah terpal plastik yang berkualitas dengan ukuran panjang 8 sampai 12 meter. Lebarnya sekitar 6 sampai 8 meter.
  • Siapkan tanah yang mau digunakan untuk kolam. Silakan ratakan tanahnya agar bisa dipasangi terpal dengan mudah.
  • Tebarkan pasir di atas tanah dengan ketebalan 10 cm. Ratakan dengan baik.
  • Siapkan tiang atau bambu sebagai penyangga terpal. Silakan tancapkan di bagian pojok kolamnya. Pastikan bahwa bahannya kuat. Anda juga boleh menggunakan kayu.
  • Pasang terpalnya sesuai dengan penyangga, membentuk persegi panjang sesuai dengan ukurannya.

Jika sudah, silakan lanjutkan dengan langkah berikutnya.

2. Ketahui syarat pembudidayaan ikan patin

Berikut ini adalah syarat budidaya patin yang harus Anda tahu:

  • Tanah yang baik untuk ternak ikan adalah lempung atau tanah liat. Hal ini karena jenis ini bisa menahan massa air sehingga tidak bocor.
  • Airnya harus bersih, tidak keruh, dan tidak mengandung bahan kimia beracun. Pastikan juga bahwa airnya tidak tercemar limbah.
  • Larutkan penghambat pertumbuhan jamur seperti emolin atau blitzich. Dosisnya sekitar 0,05 cc per liter.
  • Suhu air yang dibutuhkan adalah sekitar 26 sampai 28 derajat celcius. Suhu ini juga sangat cocok untuk penetasan telur. Maka dari itu, jika daerah Anda dingin dan suhunya di bawah itu, maka mungkin dibutuhkan pemanas sehingga suhunya bisa stabil.
  • Derajat keasamannya antara 6,5 sampai 7.

Dengan mengetahui syarat di atas, akan lebih mudah buat peternak untuk menjaga hasil ternaknya.

3. Cara memilih bibit ikan patin

Sebenarnya, Anda punya dua pilihan untuk mendapatkan bibit ikan patin. Pertama, melakukan pemijahan sendiri. Kedua, membeli langsung dan membesarkannya kemudian dijual.

Pilihan pertama mungkin akan lebih ribet dan membutuhkan waktu lebih lama. Tapi pilihan kedua lebih sederhana. Ini juga bisa membuat Anda mendapatkan penghasilan lebih cepat.

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan saat Anda membeli bibit patin:

  • Pilihlah lokasi pembelian benih yang tidak terlalu jauh dari lokasi Anda saat ini. Hal ini dimaksudkan agar benihnya tetap aman di perjalanan, lebih mudah dijaga, dan tidak ada yang mati karena stres atau sebab lain.
  • Sebaiknya pilihlah bibit yang ukurannya sama dengan ciri mengilap.
  • Cek secara detail apakah ada luka atau cacat di tubuhnya. Jangan sampai memilih yang ada cacat atau lukanya.
  • Pilihlah bibit yang gerakannya gesit dan lincah.

Setelah melakukan pemilihan, kini saatnya Anda melakukan langkah berikutnya.

4. Menebarkan benih ikan patin ke dalam kolam

Jika bibitnya sudah siap, sekarang saatnya ditebarkan ke dalam kolamnya. Tapi, Anda perlu melakukan aklimatisasi dulu agar ikannya bisa beradaptasi. Silakan ikuti proses di bawah ini:

  • Siapkan air dengan kedalaman kurang dari 50 cm
  • Sebarkan pakan alami dan plankton di air tersebut.
  • Masukkan air yang ada benihnya ke kolam selama sekitar 20 menit. Tujuannya adalah agar mereka bisa menyesuaikan suhunya dengan baik.
  • Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada saat pagi atau sore hari karena suhu airnya lebih pas.

Selanjutnya, silakan sesuaikan jumlah benih yang ditebarkan pada masing-masing kolam dengan luasan kolam dan airnya.

5. Pemberian pakan ikan patin

Pakannya bisa berupa pelet. Dosisnya sekitar ¾ dari bobot ikannya per hari. Saat ukuran ikannya masih kecil, pakan harus diberikan lebih sering sekitar 4 sampai 5 kali dalam sehari. Jika sudah dewasa atau mendekati masa panen, pakan bisa diberikan 3 kali dalam sehari.

6. Teknik pemeliharaan patin

Berikut ini adalah beberapa cara untuk memelihara ikan patin:

  • Silakan lakukan penggantian air secara rutin, sekitar sekali dalam 2 sampai 3 minggu.
  • Pergantian air ini dilakukan secara bertahap, tidak langsung dalam sekali waktu.
  • Ketika volume air berkurang, silakan tambahkan air agar volumenya bisa diatur dengan mudah.

Dengan pemeliharaan yang bagus, Anda bisa menghasilkan ikan patin yang lebih berkualitas.

7. Cara menangani hama dan penyakit

Sebagaimana diketahui, salah satu risiko dan tantangan menjalankan bisnis ini adalah timbulnya hama dan penyakit. Untuk menanganinya, berikut ini langkah yang bisa dilakukan:

  • Pasang lampu penerangan di sekitar kolamnya. Hama biasanya tidak menyukai sinar lampu ini.
  • Lakukan perawatan dengan detail dan tepat sehingga pertumbuhan budidaya ikan patin bisa dimaksimalkan.

Dengan cara di atas, diharapkan penanganan hama dan penyakit bisa dilakukan dengan baik.

8. Cara memanen ikan patin

Dalam waktu antara 6-7 bulan, ukuran patinnya biasanya mencapai 600 sampai 700 gram. Namun, pembeli biasanya lebih suka ukuran yang lebih kecil sehingga pada usia 3 sampai 4 bulan, patin siap dipanen.

Cara budidaya ikan patin yang mudah dan menguntungkan - Cara memanen ikan patin

Berikut ini cara panen secara manual:

  • Kuras air kolam, sisakan 1/3 bagian air saja.
  • Gunakan jaring untuk memanen ikannya.
  • Lakukan prosesnya dengan hati-hati agar kualitasnya terjaga.
  • Siapkan wadah besar berisi air untuk menampung ikan patin. Pastikan suhunya sekitar 20 derajat celcius.

Proses panen ini sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari.

9. Teknik pemasaran

Pemasaran budidaya ikan patin bisa dilakukan dengan lancar bila Anda punya jaringan yang kuat. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan pemasaran dengan baik melalui sosial media atau secara langsung ke pelanggan di tingkat individu, swasta, hingga pemerintahan.

Sumber:

JPPIK.id. http://jppik.id/index.php/jppik/article/download/140/124

Tokopedia.com. https://www.tokopedia.com/find/terpal-6-x-8

Bagikan: