8 Cara Budidaya Ikan Nila Hasilkan Jutaan Rupiah per Bulan

8 Cara Budidaya Ikan Nila Hasilkan Jutaan Rupiah per Bulan

Budidaya ikan nila bisa menjadi pilihan Anda yang ingin menghasilkan uang jutaan rupiah per bulan secara rutin. Jenis ikan ini memiliki pangsa pasar yang luas dan hampir setiap hari dibutuhkan.

Hampir sama dengan lele, nila merupakan sejenis ikan air tawar yang digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Pasarnya tidak hanya pembeli rumah tangga, tetapi juga restoran dan warung-warung skala besar.

Pada kesempatan ini, kami akan membahas peluang, risiko, hingga cara budidayanya. Jika Anda tertarik untuk mencoba bisnis peternakan ini, selamat membaca sampai selesai.

Peluang budidaya ikan nila

Sebagaimana diulas sekilas di atas, nila merupakan sejenis ikan air tawar yang menguntungkan bila diternak. Jumlah permintaan tinggi menjadi salah satu alasannya.

Peluang budidaya ikan nila

Selain alasan tersebut, berikut ini adalah beberapa hal yang menjadikan peluang bisnis ini menjanjikan:

  • Pangsa pasarnya luas dan beragam.
  • Harganya ekonomis dan bisa dijangkau berbagai kalangan.
  • Cara budidayanya tergolong mudah.
  • Modalnya bisa disesuaikan dengan anggaran. Bila ingin modalnya kecil bisa pakai kolam terpal. Kalau punya dana besar, Anda bisa membuat kolam permanen dari semen.
  • Jumlah ikan yang diternak bisa disesuaikan dengan anggaran.
  • Dapat dikembangkan bersama dengan peternakan lainnya. Baik hewan darat maupun air.

Selain beberapa poin di atas, masih banyak hal lain yang menjadikan budidaya ikan ini sangat menguntungkan.

Yang perlu diketahui, ternak ikan nila berbeda dengan budidaya ikan hias. Di sini, laba dan penjualan dihitung berdasarkan kuantitas, bukan kualitas layaknya ikan hias. Nila dijual dengan cara ditimbang bukan per ekor.

Risiko dan tantangan ternak nila

Risiko dan tantangan ternak nila

Bila mau menjalankan usaha peternakan ini, maka Anda harus siap dengan segala tantangan yang ada. Di antara risiko bisnis peternakan nila adalah:

  • Adanya serangan penyakit di kolam.
  • Cuaca buruk.
  • Cara perawatan yang keliru sehingga hasilnya kurang maksimal.
  • Kurangnya jaringan untuk pemasaran.

Sebagai pebisnis, Anda harus selalu siap dengan segala kemungkinan yang ada, termasuk tantangannya.

Cara budidaya ikan nila agar berhasil memperoleh pendapatan bulanan

Cara budidaya ikan nila agar berhasil memperoleh pendapatan bulanan

Jika Anda baru mau memulai bisnis ini atau masih belajar, maka silakan ikuti langkah dasar peternakannya di bawah ini:

Baca Juga  Bisnis Budidaya Gurame Berikut 3 Cara Simple Untuk Memulai

1. Memilih lokasi untuk membudidayakan ikan nila

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memilih lokasi yang tepat. Langkah ini sangat esensial karena bisa mempengaruhi keseluruhan proses ternak hewan air satu ini.

Nila merupakan sejenis ikan yang sangat sensitif dengan lokasi. Jika lokasinya tidak tepat, maka tumbuh kembangnya juga tidak akan bagus.

Silakan pilih lokasi kolam yang dekat dengan rumah agar kolamnya mudah diawasi. Selanjutnya, siapkan lokasi atau kolam dengan kriteria di bawah ini:

  • Bisa mendapatkan penyinaran yang baik.
  • Pilih yang lokasinya tidak mudah ditumbuhi rumput liat dan/atau pohon besar.
  • Pastikan bahwa dinding dan dasar kolam memiliki sifat tahan air. Jika Anda memilih kolam dari tanah, maka silakan pilih yang jenisnya tanah liat.
  • Agar pengairannya mudah, silakan gunakan kemiringan 3 – 5 % pada tanah tersebut.
  • Saat proses pengairan, pastikan bahwa airnya tidak terkontaminasi bahan kimia.
  • Pastikan airnya memiliki pH atau derajat keasaman yang netral. Nominalnya antara 6,5 sampai 8,6.
  • Suhu airnya antara 25 sampai 30 derajat.
  • Atur debit air kolam supaya tetap tenang dan tidak terlalu deras. Nilainya antara 8 sampai 15 liter per detik.
  • Jika Anda menggunakan kolam terpal, maka silakan gali tanah, kemudian beri sekam di bagian dasarnya, gunakan batu bata di dasar galian untuk membantu pengecekan tinggi air, dan pasang terpal dengan pemberat agar tidak mudah roboh.

Silakan siapkan beberapa kolam dengan kriteria di atas sebagai lokasi terbaik buat ikannya.

2. Mempersiapkan dan mengolah kolam

Jika kolam sudah jadi, Anda tidak bisa langsung mengisinya dengan air. Kolam ini perlu diolah dulu dengan cara di bawah ini:

  • Silakan keringkan kolamnya sampai bagian dasar. Jemur beberapa hari untuk mendapatkan hasil maksimal. Sesuaikan dengan jenis kolamnya.
  • Jika Anda membuat kolam di tanah. Pastikan dasarnya bersih dari rumput. Gunakan cangkul untuk membersihkan dan meratakan.
  • Pada pintu masuk dan keluarnya air, silakan pasang saringan.
  • Untuk memberantas hama dan menyiapkan pH tanah secara sesuai, silakan taburkan kapur pertanian.
  • Apabila kolamnya di tanah, silakan taburkan pupuk kandang sambil mencangkul dasar kolamnya.
  • Untuk memicu pertumbuhan fitoplankton, taburkan juga di sekitar pintu masuk air. Fituplankton ini akan menjadi makanan alami buat nila.

Jika sudah semua, diamkan selama 2 minggu sampai benar-benar siap untuk diairi atau ditanami benih budidaya ikan nila.

3. Mengairi kolam

Jika kolam sudah siap dialiri air, maka silakan masukkan air dengan kedalaman 5 sampai 10 cm. Kemudian, biarkan selama 2 sampai 3 hari. Selanjutnya, tambahkan air sampai airnya setinggi 100 cm dari dasar kolam.

Baca Juga  9 Cara Budidaya Wortel yang Simpel Tapi Menghasilkan

4. Cara memilih bibit ikan nila

Bibit nila bisa didapatkan dengan dua cara, yakni dari indukannya langsung atau membeli bibit nila di pasar.

Jika masih pemula, maka saran kami adalah mencoba yang kedua dulu. Dengan membeli bibit dari pasar, tugas Anda hanya membesarkannya saja. Tidak perlu lagi repot mengawinkan ikannya supaya menghasilkan bibit.

Harga bibit ikan nila di marketplace cukup beragam. Tergantung ukuran, jenis, usia, dan kualitasnya. Harganya mulai dari Rp 700 per ekor. Tapi ada juga yang menjual dalam bentuk paket puluhan ribu rupiah.

Saat membeli, silakan terapkan kriteria di bawah ini untuk memilih bibit yang berkualitas:

  • Pilih yang ukurannya sekitar 12 cm.
  • Pastikan bahwa bibitnya lincah dan aktif bergerak.
  • Warna belangnya jelas.
  • Pilih yang warnanya sama dengan berat masing-masing kurang lebih 30 gram.

Dengan memilih ikan yang seragam, proses pemeliharaannya juga jauh lebih mudah.

5. Proses penebaran benih

Penebaran benih nila tidak boleh sembarangan. Meski ikan ini tergolong memiliki daya tahan tubuh kuat, agar budidaya ikan nila bisa sukses dan menghasilkan Anda harus melakukan langkah di bawah ini dengan hati-hati:

  • Siapkan ember dan isi air bersih maksimal setengahnya.
  • Masukkan bibit ke dalam ember berisi air kemudian tunggu selama 10 menit saja.
  • Ambil air kolam dan gunakan untuk memenuhi ember tersebut.
  • Diamkan lagi selama 5 menit agar mereka beradaptasi dan tidak stres.
  • Silakan sebarkan bibit ke dalam kolam secara perlahan.

Sesuaikan jumlah bibit yang ditebar dengan luasan kolam Anda.

6. Proses perawatan dan pemeliharaan

Proses perawatan ini meliputi pemberian pakan dan penjagaan kebersihan kolam. Pakan harus diberikan sebanyak 2 sampai 3 kali sehari.

Anda bisa memilih pakan ikan kemasan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan lemak. Bisa juga dari pakan alami seperti sayuran dan keong yang sudah dipotong kecil-kecil.

7. Panen

Saat berat nila sudah mencapai 400 sampai 500 gram, maka berarti dia sudah siap dipanen dan dijual ke masyarakat luas.

8. Teknik pemasaran

Untuk bisa memasarkan produk, Anda harus membangun jaringan dan kerja sama dengan berbagai pihak. Khususnya dinas peternakan, pengepul, restoran, warung, pedagang ikan, dan pedagang sayur keliling.

Dengan teknik pemasaran yang tepat, Anda pun dapat menghasilkan uang yang banyak dari budidaya ikan nila ini.

Sumber:

Tokopedia.com. https://www.tokopedia.com/find/bibit-ikan-nila