9 Cara Budidaya Cabe Rawit yang Tepat dan Kiat Suksesnya

9 Cara Budidaya Cabe Rawit yang Tepat dan Kiat Suksesnya

Budidaya cabe rawit memiliki potensi yang sangat besar di Indonesia karena tanaman ini sangat cocok tumbuh di daerah tropis.

Selain karena cocok ditanam di Indonesia, usaha pertanian ini juga cukup menjanjikan karena pangsa pasarnya luas. Ada banyak orang yang membutuhkannya karena karakter orang Indonesia yang menyukai makanan pedas.

Pada kesempatan ini, kami akan membahas lebih detail mengenai peluang, risiko, cara menanam cabe rawit, hingga tips suksesnya. Selamat menyimak.

Peluang budidaya cabe rawit

Peluang budidaya cabe rawit

Ada banyak jenis cabai yang ada di Indonesia, tapi mengapa harus cabe rawit? Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa cabe rawit memiliki peluang yang besar:

  • Mayoritas orang Indonesia suka pedas dan kepedasan ini bisa didapatkan dari cabai rawit. Bukan versi keriting maupun cabai besar.
  • Bisa dijual saat masih hijau dan merah.
  • Pada masa panen, harganya tergolong stabil. Kadang bisa sangat mahal sampai ratusan ribu per kg.
  • Cara tanamnya sangat mudah. Selain karena wilayahnya yang sesuai, langkah penanamannya juga mudah dan tidak ribet.
  • Modalnya tergolong kecil karena bibitnya bisa buat sendiri.
  • Bisa dikombinasikan dengan bisnis lain agar sumber penghasilannya makin banyak, misalnya budidaya belut

Masih banyak hal lain yang membuat peluang bisnis pertanian ini sangat besar. Tak heran bila setiap musimnya datang, semua petani akan menanamnya.

Risiko budidaya cabe rawit

Risiko budidaya cabe rawit

Saat proses penanaman, Anda akan menemukan beberapa tantangan. Silakan siapkan diri untuk menghadapinya. Berikut ini beberapa risiko atau tantangannya:

  • Adanya hama yang membuat pohonnya cepat kering dan mati.
  • Ketika masanya sedang subur dan persediaan banyak, harganya cenderung rendah.
  • Persaingannya cukup tinggi dan tersebar di seluruh daerah.
  • Cuaca yang tidak menentu membuat pohonnya tidak begitu tahan, bahkan bisa gagal panen.
  • Penyusutan saat ditimbang.

Selain hal-hal di atas, masih banyak tantangan lain yang mungkin akan Anda hadapi. Jadi, bersiap dengan segala kemungkinan adalah hal terbaik.

Cara menanam cabe rawit dari biji hingga sukses dan menghasilkan

Cara menanam cabe rawit dari biji hingga sukses dan menghasilkan

Bisnis pertanian ini dapat dimulai dari menanam bijinya terlebih dulu, kemudian penanaman bibit di lahan baru. Di lahan inilah nantinya tanamannya akan siap panen. Lebih lengkapnya, silakan simak ulasannya di bawah ini.

Baca Juga  8 Cara Budidaya Ikan Nila Hasilkan Jutaan Rupiah per Bulan

1. Persiapan pembuatan bibit atau benih dari biji

Anda bisa membeli bibit cabe rawit di marketplace, tapi untuk menghemat budget Anda bisa membuat bibit bijinya sendiri. Caranya adalah memilih cabe yang sudah matang atau tua dan sehat. Biasanya rawit merah yang isinya banyak.

Cabe ini direndam dulu kemudian diceprot (ditumbuk) sampai bijinya keluar. Setelah itu, silakan saring sampai tinggal bijinya saja.

Silakan keringkan biji di bawah panas matahari sampai kering. Jika sudah, simpan di tempat kering dan tertutup rapat. Misalnya ditaruh di dalam botol. Gunakan biji ini pada saat musim persemaian.

Jika sudah kering, bijinya bisa tahan lama.

2. Tahap penyemaian budidaya cabe rawit dalam polybag dan di bedengan

Penyemaian bisa dilakukan di bedengan, boleh juga dengan polybag. Para petani di Indonesia biasanya menggunakan bedengan karena dengan ini jumlah produksinya bisa lebih banyak. Namun, metode pemakaian polybag bisa jadi pilihan karena dinilai lebih bagus.

Dengan menanam di polybag, biji yang disemai tidak akan berebut mencari unsur hara dalam tanah. Pasalnya dengan bedengan, penyemaian biasanya dilakukan secara beramai-ramai.

Kalau Anda menggunakan bedengan, maka pastikan tanahnya sudah gembur dan diberi pupuk. Kalau pakai polibag, silakan ikuti langkah di bawah ini:

  • Siapkan polybag.
  • Masukkan tanah dan pupuk kandang dengan campuran perbandingan sebanyak 3:1.
  • Taruh polibag di tempat yang sejuk, terhindar dari hujan dan sinar matahari. Diamkan selama 1 minggu.
  • Silakan rendam bibit kering dalam air hangat atau suam-suam kuku selama 1 – 3 jam.
  • Setelah itu, masukkan bibit yang telah direndam ke dalam tanah yang ada di polybag. Tanam dalam tanah dengan kedalaman sekitar 1 cm.
  • Silakan tunggu hingga benih berkecambah.
  • Apabila sudah berkecambah, maka polybag siap dipanaskan atau ditempatkan di area yang terkena sinar matahari.
  • Agar cepat tumbuh dan hasilnya bagus, kebutuhan air harus tercukupi dengan baik. Perhatikan dosis airnya, tak boleh kurang atau lebih.
  • Biasanya, dalam waktu 4 minggu bibit ini siap ditanam di kebun dengan jarak tanam yang pas.

Selain polybag, Anda juga bisa menggunakan botol plastik bekas, ember bekas, atau yang lainnya.

Catatan: Kalau Anda menggunakan bedengan, waktu yang diperlukan untuk menyemai bibit sampai memindahkannya di kebun mungkin akan sedikit lebih lama. Waktunya bisa mencapai 3 bulan, tergantung perawatannya bagaimana.

3. Proses dan cara menanam cabe di kebun

Berikutnya, Anda harus memindahkan bibit ke kebun atau lahan yang lebih luas dengan jarak tanam yang pas. Proses penanaman ini bisa dilakukan dengan cara berikut ini:

  • Siapkan lahan kebunnya dengan cara digemburkan dan diberi pupuk.
  • Berhati-hatilah saat mencabut atau mengambil bibit tanaman cabe, baik dari polybag maupun bedengan.
  • Tanam cabe rawit di kebun dengan jarak tanam sekitar 60 cm x 70 cm. Jarak ini selain bisa memberikan ruang kepada tanaman untuk mendapatkan unsur hara dan air dengan lebih baik, juga akan berguna pada saat proses panen. Sebab, Anda bisa memetiknya dengan lebih mudah tanpa takut membuat rantingnya patah.
Baca Juga  9 Cara Mudah Budidaya Ikan Patin, Analisa Peluang, dan Risiko

Apabila dari awal Anda berniat menggunakan polybag saja, maka baiknya pilih yang ukuran polybag-nya besar. Misalnya berdiameter 30 cm.

4. Memupuk

Setelah ditanam, Anda harus rajin memberikan pupuk. Silakan gunakan pupuk kompos agar lebih murah dan organik.

Setelah pemupukan pertama kali saat penanaman, pemupukan kedua biasanya dilakukan saat umur tanamannya sekitar 1 bulan. Pemupukan ini harus dilakukan secara rutin supaya hasil budidaya cabe rawit bagus.

Selain pupuk kompos, pupuk lain yang bisa dipilih adalah pupuk NPK, urea, atau pupuk cair. Khusus untuk kompos, dosisnya adalah sekitar 0,5 sampai 0,7 gram per tanaman.

5. Menyiangi rumput

Rajin-rajinlah menyiangi rumput atau hama pengganggu agar tanamannya bisa tumbuh dengan baik.

6. Penggemburan tanah memakai cangkul

Proses ini bisa dilakukan dengan mencangkul tanah supaya lebih gembur sekalian membuang rumput yang tumbuh liar di bagian bawah tanaman cabai.

7. Perawatan dan kebutuhan air

Tanaman ini cukup sensitif dengan ketersediaan air. Pastikan kebutuhannya terpenuhi. Jika memang punya pengairan yang cukup, lakukanlah penyiraman saat musim kemarau. Kalau musim hujan, Anda tidak perlu menyiramnya lagi.

Justru jika curah hujannya tinggi, hal ini bisa menyebabkan gagal panen.

8. Panen

Tanaman ini biasanya berbuah setelah 3 bulan atau sekitar 100 hari setelah ditanam. Pada saat pertama kali dipanen, cabenya masih hijau. Sebagian besar petani memanen dalam kondisi ini selama 3 kali masa panen. Berikutnya mereka akan memanen tanamannya dalam kondisi merah.

Saat pertama kali panen, hasilnya biasanya tidak begitu banyak. Namun, ini akan meningkat di panen-panen berikutnya sampai tanamannya sudah tidak berperforma baik lagi.

Panen rawit hijau biasanya dilakukan per 2 minggu atau 15 hari sekali. Untuk rawit merah, waktunya adalah seminggu sekali.

9. Kiat sukses

Terakhir, agar bisa sukses dalam budidaya cabe rawit Anda harus memastikan bahwa pengairannya cukup. Kalau ingin hasilnya banyak, silakan kembangkan jaringan (network) agar bisa menjual langsung ke pengepul yang menawarkan harga beli tinggi.

Sumber:

Blibli.com. https://www.blibli.com/jual/bibit-cabe-rawit?searchTerm=bibit%20cabe%20rawit