8 Cara Budidaya Belut Rumahan, Pakai Lumpur dan Air Jernih

8 Cara Budidaya Belut Rumahan, Pakai Lumpur dan Air Jernih

Budidaya belut bisa dilakukan dengan atau tanpa lumpur. Caranya sangat sederhana dan dapat dimulai dari skala kecil kemudian dikembangkan menjadi besar. Potensi bisnis ternak ini cukup menjanjikan karena peminatnya cenderung mengalami peningkatan.

Potensi yang luar biasa ini membuat para pemula mau mencoba atau minimal berlatih menjalankannya. Untuk itu, pada kesempatan ini kami akan memberikan ulasan tentang budi daya belut.

Peluang budidaya belut dan prospeknya yang menjanjikan

Peluang bisnis ini memang cukup menjanjikan. Menurut perhitungan secara umum, bisnisnya berpotensi bisa memberikan penghasilan secara rutin kepada pemiliknya.

Peluang budidaya belut dan prospeknya yang menjanjikan

Lebih jelas, simak hal-hal yang membuat peluang bisnis ini layak untuk direkomendasikan buat pemula berikut ini:

  1. Bisa dimulai dari skala kecil dengan modal yang disesuaikan dengan budget.
  2. Karena merupakan usaha peternakan, maka bisnis ini jelas bisa dikombinasikan dengan bisnis pertanian atau peternakan lainnya. Misalnya budidaya bayam.
  3. Peminatnya terus mengalami peningkatan seiring dengan inovasi-inovasi baru olahan belut.
  4. Selain bisa didistribusikan atau dijual kepada pembeli yang mengolahnya menjadi makanan, belut juga bisa dijual di tempat wisata yang menyediakan olahraga outbond.
  5. Metode peternakannya beragam. Bisa dengan lumpur, bisa juga dengan air bersih.

Selain poin yang tertulis di atas, masih banyak poin lain yang potensinya luar biasa dan harus dikembangkan oleh seorang peternak.

Risiko menjalankan budidaya belut

Sebelum menjalankan peternakannya, Anda harus mengenali dulu beberapa tantangan bisnis ini. Berikut ini beberapa risiko yang mungkin dan harus diwaspadai:

  1. Kesalahan dalam penanganan atau metode peternakan akan mengakibatkan kans kanibalisme meningkat sehingga jumlah produksinya berkurang.
  2. Teknik pemasaran yang kurang bagus membuat bisnisnya tidak berjalan dengan maksimal.

Bagaimanapun, sebagai petani Anda harus selalu siap dengan segala tantangan dan risiko yang mungkin muncul pada saat prosesnya berjalan.

Budidaya belut di drum, cocok dilakukan di pekarangan rumah

Salah satu metode yang cukup banyak peminatnya adalah ternak belut di drum. Hal ini karena budidaya ini bisa dijalankan dengan secara rumahan. Misalnya dengan menaruhnya di pekarangan rumah.

Karena bisa dijalankan di rumah, pengawasannya juga jauh lebih mudah dan tidak membutuhkan modal banyak karena tak perlu sewa tempat.

Baca Juga  8 Teknik Budidaya Tomat yang Mudah dan Cocok Buat Pemula

Jika Anda tertarik untuk mencobanya, berikut ini adalah langkah yang bisa dilakukan:

Persiapan drum

Langkah pertamanya adalah menyiapkan drum dalam jumlah yang sudah disesuaikan dengan luas tanah atau pekarangan. Pastikan untuk membersihkan drum tersebut sampai benar-benar bersih di semua bagian permukaan, luar dalam – atas bawah.

Buat lubang memanjang di salah satu sisi tabung (drum)

Gulingkan drum kemudian lubangi salah satu sisi, taruh sisi yang berlubang di bagian atas. Bentuk lubangnya harus memanjang dan terbuka secara leluasa.

Letakkan drumnya di tanah yang datar. Siapkan batu atau penahan drum agar tidak terguling. Silakan letakkan di kanan dan kiri drum yang sudah digulingkan tadi.

Selanjutnya, buatlah peneduh di bagian atas drumnya untuk melindungi belut dari sengatan matahari. Selain itu, Anda juga harus membuat saluran pembuangan di bagian bawah drumnya untuk mempermudah perawatan.

Buat media tumbuh

Silakan siapkan media tumbuh dengan tepat karena ini akan mempengaruhi tumbuh kembang belutnya. Cek tahapannya di bawah ini:

Budidaya belut di drum, cocok dilakukan di pekarangan rumah - Buat Media Tumbuh

  • Siapkan jerami dan gunakan untuk melapisi bagian bawah drum. Tata jeraminya sampai ketebalannya mencapai 50 cm.
  • Kemudian, siapkan cairan mikroorganisme starter dan siramkan di atas jerami. Dosisnya adalah 1 liter per drum. Anda bisa memakai EM-4 starter atau merek lainnya.
  • Lanjutkan dengan lapisan berikutnya, yakni tanah humus atau kompos. Tata dan ratakan dengan ketebalan sekitar 7 cm.
  • Di tempat terpisah, silakan campurkan lumpur kering dengan pupuk TSP sebanyak 5 kg.
  • Tata campuran tersebut sebagai lapisan paling atas dengan ketebalan 25 cm.
  • Berikutnya, silakan masukkan air bersih ke dalam drum tersebut. Pastikan ketinggiannya mencapai 17 cm.
  • Tutup drumnya biar terjadi proses fermentasi. Lama waktunya sekitar 14 hari.
  • Jika proses fermentasi sudah terlewati, silakan masukkan belutnya ke dalam drum.

Catatan: jangan sampai memasukkan belut bersamaan dengan langkah membuat media tumbuh atau saat media tumbuhnya belum berfermentasi.

Cara memilih bibit belut yang tepat

Sambil menunggu proses fermentasi, Anda bisa mencari bibit belut terbaik. Perhatikan ciri-ciri bibit belut sehat di bawah ini:

  • Pilih yang ukurannya seragam agar masa panennya pun seragam. Selain itu, hal ini juga bisa mengurangi kans kanibalisme atau agar belut tidak saling makan.
  • Pilihlah yang belutnya lincah, aktif, sehat, dan tidak lemah.
  • Silakan pilih yang ukuran panjangnya sekitar 10 sampai 12 cm.
  • Pastikan untuk memilih bibit yang tidak memiliki penyakit.

Jika sudah mendapatkan bibit sesuai kriteria di atas, silakan masukkan ke media tumbuh yang telah terfermentasi.

Baca Juga  9 Trik Budidaya Semangka yang Mudah, Hasilnya Menyegarkan

Cara memberi pakan yang tepat

Pemberian pakan dengan takaran yang tepat akan membuat proses perawatan mudah karena belut tidak akan memakan kawanannya sendiri.

Untuk diketahui, pakan belut memiliki dosis sebanyak 5 -20% dari bobotnya. Anda tidak boleh memberikan kurang, juga tak boleh lebih.

Agar lebih mudah dipahami, berikut ini ringkasan takaran pakan yang dapat diberikan:

  • Untuk usia 0 sampai 1 bulan, jumlah pakannya adalah 0,5 kilogram.
  • Untuk usia 1 sampai 2 bulan, takarannya yakni 1 kilogram.
  • Usia 2 sampai 3 bulan membutuhkan takaran 1,5 kilogram.
  • Usia 3 sampai 4 bulan memerlukan takaran 2 kg.

Jenis pakan yang diberikan boleh yang mati atau hidup. Kalau yang hidup, Anda bisa memilih kutu air, cacing, zooplankton, larva ikan, kecebong, serangga, dll.

Pemberian pakan bisa dilakukan dalam 3 hari sekali di waktu sore. Hal ini karena umumnya belut baru akan makan saat hari sudah gelap (jelang malam).

Perhitungan panen dan pendapatan

Agar berhasil mengelola bisnis budidaya belut, Anda harus jeli dalam menghitung modal dan pendapatannya.

Mulailah dengan menghitung jumlah bibit yang dimasukkan ke dalam drum dengan cermat. Sebagai gambaran, silakan cek perhitungan di bawah ini:

  • Belut dengan ukuran 11 sampai 13 cm dapat masuk ke dalam 1 drum, jumlah maksimalnya adalah 2 kg.
  • Kemudian, setelah dirawat selama 3 sampai 4 bulan atau masuk ke masa panen, beratnya akan bertambah.
  • Umumnya, belut konsumsi berukuran sekitar 4-6 ekor dalam 1 kg.

Saat ini, harga belut konsumsi di angka 60 ribuan tergantung ukurannya. Jadi, pastikan Anda mengenal kondisi pasar untuk memperoleh pendapatan.

Cara memanen belut

Panen bisa dilakukan dengan dua cara, yakni total (semuanya) dan sebagian. Jika total, maka pastikan Anda sudah punya pedagang yang siap menerima. Kalau pilih sebagian, silakan ambil yang berukuran besar dan rawat lagi yang masih kecil.

Teknik pemasaran

Untuk memasarkannya, Anda harus memiliki jaringan yang luas. Mulai dari pedagang pasar, restoran, pembuat keripik belut, atau menjualnya langsung ke end user.

Cara budidaya belut di air jernih

Selain bisa dikembangkan di media lumpur, kini juga ada metode modern yang memungkinkan Anda mengembangkan belut di air yang jernih. Peternak ada yang menggunakan media kolam terpal, ada juga yang pakai semen.

Cara budidaya belut di air jernih

Terakhir, kunci sukses budidaya belut di kolam dengan air jernih ini adalah pada pH airnya. Hal ini karena pH air bisa berubah akibat lendir belut yang keluar terus menerus.

Sumber:

Tokopedia.com. https://www.tokopedia.com/peletkelinci/belut-hidup?whid=0