10 Cara Budidaya Bayam, Analisa Modal, dan Penghasilannya

Budidaya bayam bisa jadi pilihan yang menggiurkan. Modalnya kecil dan bisa dimulai di lahan yang tidak terlalu luas. Panennya bisa harian sehingga penghasilannya pun bisa dihitung harian.

Cara tanamnya pun tergolong mudah dan tersedia dalam berbagai pilihan. Mulai dari langsung ke tanah atau di polybag. Bisnis pertanian ini bisa dijalankan sebagai usaha sampingan dan dapat dikombinasikan dengan hasil tani lainnya.

Untuk mengetahui lebih detail tentang cara tanam dan analisa usahanya, simak ulasan ini sampai selesai.

Peluang bisnis budidaya bayam

Peluang bisnis budidaya bayam

Berbisnis bayam ternyata memiliki peluang yang cukup menjanjikan. Berikut ini adalah hal-hal yang mendasari hal tersebut:

  1. Bayam merupakan sayuran yang kaya zat besi dan bisa dikonsumsi oleh segala usia. Dari bayi sampai dewasa.
  2. Makin banyak orang yang peduli dengan kesehatan sehingga membutuhkan sayuran setiap harinya.
  3. Pangsa pasarnya sangat luas. Bisa dijual langsung ke end user, tengkulak, pemasok, atau pedagang sayur keliling.
  4. Harganya cenderung stabil. Jarang sekali turun, justru bisa mengalami kenaikan.
  5. Pemasarannya sangat mudah karena dibutuhkan setiap hari sebagai bahan makanan pokok.
  6. Bisa dikerjakan di lahan yang sempit.
  7. Dapat dilakukan bersama dengan pertanian atau bisnis lainnya. Misalnya budidaya ayam kampung.
  8. Modalnya kecil dan berpotensi memberikan penghasilan secara rutin.

Selain hal-hal di atas, tentu peluang yang dapat dioptimalkan dari budidaya sayuran bayam ini masih banyak. Anda tinggal menjalankannya dengan tekun bila ingin sukses.

Risiko budidaya bayam

Seluruh bisnis pasti punya risiko, apalagi usaha yang bergerak di bidang pertanian. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

  1. Risiko cuaca buruk yang bisa mengakibatkan gagal panen. Misalnya banjir.
  2. Apabila sudah terlanjur dipanen tapi tidak laku, maka jelas akan merugi.
  3. Cuaca yang terlalu panas membuat bayam mudah layu.
  4. Harus diperhatikan setiap hari. Meski memang masih bisa disambi.

Anda harus selalu waspada dengan setiap tantangan yang ada. Termasuk di antaranya adalah hal-hal yang tertulis di atas.

Cara menanam bayam dan kunci sukses memasarkannya

Cara menanam bayam dan kunci sukses memasarkannya

Jika Anda tertarik untuk mencoba pertanian ini, silakan simak beberapa trik untuk membudidayakan bayam di bawah ini:

1. Kenali jenis bayam

Perlu diketahui bahwa ada 3 jenis bayam yang ada di Indonesia. Pertama, bayam petik. Kedua, bayam cabut. Ketiga, bayam yang bisa dipetik dan dicabut. Ketiganya memiliki ciri khas. Berikut ini penjelasan detailnya:

  • Bayam petik tumbuhnya lebih tegak, daunnya lebar, warnanya adanya yang hijau ada pula yang kemerah-merahan. Sayuran jenis ini cocok ditanam di halaman rumah.
  • Bayam cabut daunnya cenderung lebih kecil dengan warna batang yang sebagian besar hijau muda. Kadang ada yang berwarna merah, yakni bayam merah.
  • Jenis ketiga biasanya memiliki daun yang besar dan tumbuh dengan tegak. Sayuran jenis ini bisa dipanen dengan cara dicabut di usia 3 minggu.

Dari ketiga jenis di atas, yang paling sering dibudidayakan petani adalah jenis kedua (cabut).

2. Tempat terbaik untuk menanam bayam

Bayam merupakan tanaman yang mudah tumbuh. Namun, lokasi ideal pertumbuhannya berada di area yang berada di ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut.

Anda boleh saja menanamnya di dataran rendah. Tapi perhatikan dengan baik perawatannya agar bisa sukses.

3. Siapkan lahan terbaik

Selanjutnya, tetapkan lahan di lokasi yang sesuai dengan kebutuhan bayam. Bila lokasinya sudah dipilih, silakan siapkan lahannya.

Cara menyiapkan lahannya adalah mencangkul dengan kedalaman sekitar 20 sampai 30 cm sehingga tanahnya menjadi gembur. Bila sudah, silakan buat bedengan dengan bentuk membujur dari barat ke timur.

Tujuannya adalah agar bayam bisa mendapatkan cahaya secara menyeluruh.

Buat ukuran lebar x tinggi sebesar 100 cm x 30 cm untuk masing-masing bedengan. Panjangnya bisa mengikuti lahannya. Silakan disesuaikan saja. Anda hanya perlu memastikan bahwa jarak antar bedengannya adalah sekitar 30 cm dan tanahnya gembur serta rata.

4. Cara memilih bibit berkualitas

Sayuran ini dapat ditanam dan dikembangkan dengan biji atau bibit. Nah, Anda harus mencari bibit yang cukup tua dengan usia kurang lebih 3 bulan agar daya simpannya bagus dan tingkat perkecambahannya tinggi.

Varietas yang direkomendasikan untuk budidaya bayam ini adalah Giti Merah, Giti Hijau, Kakap Hijau, Bangkok, atau Cimangkok.

5. Pemupukan lahan

Bila bedengannya sudah dipastikan rata dan gembur, mulailah proses pemupukan. Proses ini sebaiknya dilakukan 3 hari sebelum proses penebaran benih.

Pupuk yang dipakai adalah pupuk kandang dari kotoran ayam. Dosisnya adalah sekitar 20.000 kg per 1 hektar are.

Anda juga boleh pakai pupuk organik dari kotoran ayam yang sudah difermentasikan. Dosisnya sekitar 4 kg per 1 meter persegi.

Selanjutnya, pemupukan bisa dilanjutkan 10 hari setelah penebaran benih menggunakan urea berukuran 15 gram per meter persegi yang sudah dicampurkan air. Pengaplikasiannya adalah dengan cara disemprot atau disiramkan di sore hari.

Setelah bibit berusia 2 minggu, Anda juga bisa menambahkan pupuk cair sekitar 0,3ml per meter persegi.

6. Penyebaran benih

Ada beberapa metode penebaran benih yang bisa diterapkan, di antaranya adalah:

  • Ditebar langsung ke bedengannya yakni dengan mencampurkan bibitnya dengan pupuk kandang yang sudah dihancurkan.
  • Membuat larikan dengan jarak 10 sampai 15 cm. Kemudian bibitnya ditebarkan pada larikan tersebut dan ditutup dengan tanah.
  • Disemai ketika sudah tumbuh sekitar 10 hari atau dipelihara selama 3 minggu. Untuk melakukan ini, bibitnya akan dipindahkan ke bedengan lain setelah proses pemeliharaan. Jarak tanamnya sekitar 30 cm x 50 cm.

Cara ketiga ini cocok buat varian yang dapat dipetik.

7. Cara memelihara bayam yang sudah tumbuh

Pemeliharaan bayam akan sukses bila Anda mencukupi kebutuhan airnya. Untuk tanaman muda, keperluan airnya adalah 4 liter per meter persegi dalam satu hari. Menjelang dewasa, kebutuhan airnya bertambah, yakni sekitar 8 liter per meter persegi per hari.

Selain air, Anda juga harus memberikan pupuk dengan jumlah yang tepat supaya tidak ada penularan penyakit.

8. Pengendalian organisme pengganggu

Ada banyak jenis organisme yang mengganggu pertumbuhan bayam. Di antaranya adalah kutu daun, ulat, belalang, hingga pengorok. Untuk menanggulanginya, silakan gunakan insektisida yang aman dan dapat terurai dengan cepat.

Contohnya adalah insektisida nabati dan insektisida biologi.

Perhatikan pemakaian dosisnya dengan baik dan berikan dalam jumlah yang tepat.

9. Memanen bayam

Bila Anda menanam jenis cabut, maka masa panennya biasanya datang saat ketinggiannya mencapai 20 cm. Umurnya sekitar 3-4 minggu setelah tumbuh.

Apabila Anda menanam jenis petik, maka masa panennya adalah saat usianya satu sampai satu setengah bulan. Interval pemetikannya adalah sekali dalam satu minggu.

10. Pasca panen dan pemasaran

Setelah dipanen, silakan tempatkan bayam di area yang sejuk dan rendam bagian akarnya dengan air agar kesegarannya tahan lama dan para pembeli senang.

Analisa modal dan penghasilan budidaya bayam

Analisa modal dan penghasilan budidaya bayam

Berikut ini analisa umum usaha tanam bayam:

  • Benih Rp 170.000,-.
  • Pengolahan tanah dan persiapan lahan Rp 1.200.000,-.
  • Penyemaian benih, pupuk untuk lahan, dll. Rp 500.000,-.
  • Pupuk kandang dan NPK untuk perawatan Rp 3.000.000,-.
  • Penanaman dan pemeliharaan Rp 1.750.000,-.
  • Pasca panen dan tenaga Rp 550.000,-.

Secara total modalnya adalah Rp 7.170.000,-

Jika harga bayamnya per ikat adalah Rp 1.500 dan Anda berhasil memproduksi total 10.000 ikat, maka penghasilannya adalah Rp 15.000.000,-.

Perhitungan budidaya bayam ini sangat umum dan bisa berubah sewaktu-waktu. Meski begitu, bisnisnya tetap recommended untuk dicoba.

Sumber:

Holtikultura.litbang.pertanian.go.id. http://hortikultura.litbang.pertanian.go.id/teknologi-detail-44.html

Tokopedia.com. https://www.tokopedia.com/bumiharapan/benih-bayam-hijau-maestro-isi-10000-biji-cap-panah-merah?whid=0

Bagikan: