6 Cara Budidaya Ayam Kampung Biar Sukses dan Analisa Modal

6 Cara Budidaya Ayam Kampung Biar Sukses dan Analisa Modal

Modal budidaya ayam kampung sangat kecil tapi potensinya luar biasa. Usaha peternakan ini sangat cocok ditekuni oleh pemula yang baru belajar masuk ke dunia bisnis.

Yang Anda perlukan hanyalah tahu bagaimana cara memulainya, mengenali potensi dan risikonya, dan mengerti analisanya.

Pada kesempatan ini, kami akan membahas semua hal tersebut. Jadi, selamat menyimak sampai selesai.

Peluang usaha ternak ayam kampung

Sebagaimana disebutkan di atas bahwa potensi bisnis ini sangat luar biasa. Dengan bisnis ini, seorang pemula pun memiliki potensi untuk bisa menghasilkan uang dan sukses.

Peluang usaha ternak ayam kampung

Berikut ini adalah beberapa alasan yang membuat potensi usaha ternak ini menjanjikan:

  • Ayam kampung dikenal lebih aman dibandingkan ayam potong karena nilai gizinya lebih kompleks. Sebagian besar orang tahu bahwa cara ternak ayam jenis ini lebih alami tanpa perlu suntik gemuk, penggunaan hormon, atau yang lain.
  • Semakin banyak orang yang sadar akan kesehatan dan memilih makanan sehat termasuk ayam kampung. Hal ini membuat pangsa pasarnya semakin luas.
  • Pengolahan ayam semakin beragam. Dari ayam geprek (menu rumahan) hingga nugget dan frozen food lainnya.
  • Bisa dijual dalam bentuk daging atau telur.
  • Cara budidayanya tergolong mudah.
  • Bisa dijalankan sebagai usaha sampingan dan dikombinasikan dengan bisnis lain seperti budidaya ikan gurame.

Selain poin di atas, masih banyak hal lain yang membuat budidaya ayam kampung sangat menggiurkan. Anda akan merasakannya sendiri begitu mencobanya.

Risiko budidaya ayam kampung

Risiko budidaya ayam kampung

Setiap usaha yang dijalankan pasti punya tantangan tersendiri, terlebih bisnis peternakan. Khusus untuk produk ayam kampung, berikut ini adalah hal-hal yang perlu diwaspadai:

  • Adanya penyakit yang bisa menular dalam satu kandang.
  • Penjagaan anakan ayam yang kurang jeli bisa mengurangi jumlah produksi.
  • Ayamnya cacat.
  • Komplain dari warga sekitar bilamana ayamnya keluar dari kandang dan mengganggu aktivitas warga.
  • Kurang bagusnya pemasaran sehingga penjualan produknya tidak lancar.

Sebagai pebisnis, Anda harus selalu siap dengan tantangan yang ada. Baik itu sesuai dengan poin yang tertulis di atas, maupun yang tidak tertulis karena datang secara tiba-tiba atau tak terduga.

Baca Juga  8 Cara Budidaya Jahe Merah, Modal Minimal Laba Maksimal

Cara budidaya ayam kampung biar cepat besar secara alami

Sebagai pebisnis, Anda perlu tahu keunikan dan keunggulan produk ini dari produk lainnya. Keunikan tersebut terletak pada kealamian pakan dan cara beternaknya.

Cara budidaya ayam kampung biar cepat besar secara alami

Nah, jika Anda mau mencobanya, silakan ikuti langkah-langkah di bawah ini:

1. Persiapan kandang

Hal pertama yang perlu Anda siapkan adalah kandang. Di sinilah ayam akan diternak dan dikembang biakkan.

Selain nyaman buat ayam, kandang juga harus dibuat di lokasi yang tidak akan mengganggu aktivitas warga. Tak hanya itu, pastikan lokasinya juga mudah dijangkau sehingga pengawasannya lebih mudah.

Berikut ini adalah beberapa kriteria dan cara pembuatan kandang:

  • Buatlah kandang dengan konsep tertutup agar ayamnya tidak mudah keluar dan mengganggu lingkungan sekitar.
  • Bahan yang Anda perlukan adalah bambu yang dipaku atau dianyam.
  • Pastikan bahwa dinding kandangnya rapat sehingga ayamnya tidak mudah keluar. Hal ini sekaligus bertujuan agar hewan luar tidak bisa masuk.
  • Tinggi kandang minimal adalah 3 meter sehingga ayamnya tidak dapat menjangkau meskipun mereka terbang.
  • Buatlah kandang khusus untuk si dewasa dan anakan. Silakan buat sekat agar lebih mudah.
  • Ketika kandangnya selesai dibuat, silakan semprot menggunakan pestisida agar kuman dan parasitnya mati.

Biarkan selama seminggu, kemudian barulah kandang siap untuk ditempati.

2. Pilih induk dengan tepat

Untuk mendapatkan ayam yang berkualitas, Anda harus memulainya dengan indukan yang berkualitas juga. Berikut ini adalah beberapa kriteria untuk mendapatkan indukan yang berkualitas:

  • Kalau jantan, pilihlah yang suara kokokannya lantang, bulunya mengilap, tidak cacat, aktif, agresif, dan sehat.
  • Kalau betina, silakan pilih yang ukuran tubuhnya besar dan siap kawin. Pilih yang bulunya mengilap, tidak cacat, sehat, gerakannya aktif, dan warnanya menarik.
  • Perbandingan pejantan dan betina boleh 10 : 1 dalam kandang. Tidak ada ketentuan perbandingan yang ideal.

Jika sudah siap, Anda bisa mengawinkan pejantan dan betina sehingga cepat bertelur dan dapat ditetaskan dengan cepat.

3. Proses dan cara mengawinkan induk ayam kampung

Berikut ini adalah cara mudah untuk mengawinkan indukan:

  • Masukkan indukan jantan dan betina di dalam kandang yang sama agar mereka bisa beradaptasi.
  • Berikan pakan seperti pelet, jagung pipil, atau jagung giling 3 kali dalam sehari secara rutin.
  • Tunggu mereka beradaptasi dan siap kawin. Jika sudah siap, mereka akan kawin dengan sendirinya. Jangan dipaksa karena proses ini harus terjadi secara alami.
  • Bila sudah selesai kawin dan si betina sudah siap bertelur, mereka akan mengeluarkan suara kokok yang bikin ramai. Itulah tanda mereka akan bertelur jadi harus segera dipisahkan di kandang berbeda, yakni di tempat yang nyaman buat bertelur.
Baca Juga  9 Cara Budidaya Pepaya California, Buah Top Untungnya Wow!

Perlu diketahui bahwa ayam bisa menghasilkan sebanyak 5 sampai 14 telur dalam satu masa bertelurnya.

4. Cara menetaskan telur dengan mudah

Bila sudah bertelur, Anda harus segera menyiapkan proses untuk menetaskan telur. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 25 sampai 25 hari bila dikerjakan secara manual atau alami.

Namun ada cara lain yang bisa dilakukan, yakni dengan cara buatan yang hanya membutuhkan waktu 14 sampai 20 hari saja. Dari segi waktu memang lebih singkat dan cepat.

Silakan lakukan cara di bawah ini untuk melakukan penetasan secara buatan:

  • Siapkan sebuah kotak penetasan dengan ukuran yang sudah ditentukan.
  • Siapkan lampu berdaya 10 watt untuk penerangan. Gunakan lampu bohlam atau neon.
  • Letakkan telurnya di bawah lampu sampai menetas.
  • Dalam waktu 14 sampai 20 hari, telur biasanya akan menetas.

Setelah menetas, silakan lakukan proses perawatan anakan secara intensif agar semuanya aman.

5. Cara memelihara anak ayam agar tumbuh dengan baik

Berikutnya, silakan pisahkan anak ayam ke kandang khusus kemudian rawatlah secara intensif dengan memberikan pakan secara rutin. Pakannya adalah jagung yang sudah digiling sampai halus. Selain itu, sediakan minuman juga buat mereka.

Proses perawatan ini terus dilakukan sampai anakan berusia 2 bulan. Bila usianya sudah 2 bulan, silakan pindahkan anakan ke kandang dewasa karena mereka sudah siap untuk dikembang biakkan bersama yang lainnya.

6. Proses dan cara penjualan

Dalam tahap ini, budidaya ayam kampung akan segera menghasilkan uang. Anda tinggal menjualnya dengan cara mengenali dulu ayam yang siap jual.

Cara mengenalinya bisa berdasarkan umur, bisa juga lewat ukuran tubuh dan beratnya. Jika mau memakai patokan umur, maka mulai usia 3 bulan ayam kampung sudah dapat dijual ke pasar. Sementara untuk berat dan ukuran, sebaiknya pastikan sudah besar dan tidak terlalu kurus.

Analisa modal ternak ayam kampung secara umum

Modal yang dibutuhkan untuk bisnis ini adalah:

  • Beli bibit: Rp 800.000,-.
  • Pembuatan kandang: Rp 1.000.000,-.
  • Pakan: Rp 700.000,-.

Dengan uang total 2,5 juta Anda sudah bisa memulai usahanya. Asumsi pendapatannya adalah sebagai berikut:

Jika di bulan ketiga Anda bisa menjual 100 ekor ayam kampung yang dihargai Rp 50.000,- per ekor, maka uang yang didapatkan adalah Rp 5.000.000,-.

Dengan penghasilan budidaya ayam kampung ini, modal awal yang dikeluarkan di bulan pertama pun akan langsung kembali.

Sumber:

Tokopedia.com. https://www.tokopedia.com/find/ayam-kampung-hidup