Tips dalam Memilih Reksadana Saham Terbaik 2020 Bagi Pemula

Loading...

Banyak yang ingin menginvestasikan kekayaannya, salah satunya dengan membeli reksadana saham terbaik. Akan tetapi, banyak yang kurang paham dalam memilihnya sehingga tertipu oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Bagaimana cara memilihnya dengan tepat?

Kenali Tips Memilih Reksadana Saham Terbaik untuk Pemula

Sebelum melakukan sesuatu yang berkaitan dengan uang maka tidak ada salahnya bagi Anda mempelajari tips-tipsnya agar tidak tertipu. Berikut tips dalam memilih reksadana saham terbaik yang bisa Anda ikuti.

  1. Pertimbangkan Risiko dan Imbal Hasilnya

    Sama halnya dengan investasi lainnya, reksadana saham juga bisa saja mengalami fluktuasi imbal hasil sewaktu-waktu. Hal ini tergantung dari pergerakan pasar sehingga Anda harus paham dengan situasi pasar kapan saja agar bisa mengatasinya dengan baik.

  2. Sesuaikan dengan Tujuan Investasi

    Memilih jenis reksadana yang tepat memang sangat penting diperhatikan. Salah satu cara memilihnya dengan tepat adalah dengan mempertimbangkan jangka waktu investasinya. Jika Anda menginginkan yang jangka waktunya panjang maka pilihlah jenis reksadana saham.

  3. Riset Profil atau Latar Belakang Manajer Investasi

    Sebelum menginvestasikan uang maka sebaiknya Anda melakukan riset tentang profil atau rekam jejak manajer reksadana tersebut. Cari tahu pengalaman dan keahlian manajer perusahaan reksadana dalam mengelola keuangan. Anda bisa mencari tahu melalui profil perusahaan dan berita yang tersebar di internet. Pastikan bahwa investasi Anda terjamin aman.

  4. Lihat Sejarah Kinerja Reksadana

    Anda bisa melihat kinerja reksadana yang dipilih melalui fund fact sheet reksadana. Pastikan, Anda memilih yang cenderung stabil dan selalu dapat mengalahkan benchmark.

Belajar Keuntungan dan Kerugian Reksadana bagi Investor

Setelah mengetahui tips memilih reksadana saham. Kini Anda harus memperhatikan keuntungan dan kerugian reksadana saham bagi para investor yang tertarik membelinya.

Loading...

Berikut keuntungan reksadana saham bagi investor.

  1. Keuntungan yang Tinggi

    Reksadana mampu memberikan keuntungan sekitar 20% setiap tahunnya. Tingginya keuntungan ini dapat digunakan untuk mempersiapkan biaya pendidikan atau dana pensiun dalam jangka waktu panjang.

  2. Diversifikasi Risiko

    Reksadana saham memberikan diversifikasi risiko yang mana jika terjadi risiko maka saham tidak anjlok secara bersamaan. Namun, hal ini akan sulit bagi investor tunggal karena memiliki keterbatasan investasi sehingga diversifikasi risikonya tidak bisa dijalankan secara optimal.

  3. Dikelola oleh Manajer Investor yang Profesional

    Keterbatasan pengetahuan tentang investasi membuat kendala bagi investor . Kebanyakan kemudian menyerahkannya kepada manajer investor yang jelas sudah profesional. Setelah membandingkan sejumlah manajer investor, tentukan yang paling baik kinerjanya.

  4. Jumlah Investasi Kecil

    Agar bisa menjangkau banyak kalangan, investasi reksadana sudah bisa dimulai dari jumlah yang kecil yaitu minimal Rp 10 ribu rupiah saja. Sangat ringan bukan?

  5. Jual-Beli Online

    Trend bagi platform reksadana adalah online sehingga biayanya menjadi lebih murah dan memonitornya jadi lebih mudah.

Berikut kerugian reksadana saham bagi investor.

  1. Kerugian Investasi

    Setiap investasi tentu memiliki risiko, salah satunya kerugian. Risiko rendah, sedang, dan tinggi bergantung pada instrumen yang dipilih.

  2. Biaya Investasi

    Ketika melakukan transaksi jual-beli maka investor harus membayar biaya terkait investasi tersebut. Biaya ini akan berdampak pada pengurangan hasil investasi yang akan diterima nantinya karena dikurangi untuk membayar biaya tersebut.

  3. Membutuhkan Waktu Pencairan

    Berbeda dengan tabungan yang dapat diambil sewaktu-waktu ketika dibutuhkan. Akan tetapi, reksadana baru bisa dicairkan dalam kurun waktu 3-4 hari kerja. Hal inilah yang menyebabkan likuiditasnya tidak sebaik tabungan biasa.

  4. Penutupan Reksadana

    Terdapat kemungkinan reksadana akan ditutup jika dana yang dikelola anjlok secara drastis. Meski kecil kemungkinannya, akan tetapi kemungkinan tersebut tetap ada.

  5. Wanprestasi Manajer Investasi

    Mungkin saja manajer investasi tidak menjalankan tugasnya dengan baik, jika demikian maka reksadana tidak bisa berjalan dengan semestinya. Oleh karena itu, penting bagi Anda memilihnya dengan cermat.

Cara Melakukan Investasi Reksadana Saham

Setelah memutuskan hendak membuka reksadana saham atau tidak maka ketahui caranya agar bisa segera berinvestasi. Berikut cara melakukan investasi reksadana saham.

  1. Memilih Platform

    Pilihlah platform reksadana online yang menawarkan reksadana dari seluruh manajer investasi sehingga Anda bisa mempunyai banyak pilihan. Platform online jauh lebih mudah dan biayanya murah.

  2. Daftar Anggota

    Isilah formulir keanggotaan secara online yang telah disediakan. Jangan lupa untuk mengecek data diri dan rekening bank sudah benar atau belum karena nantinya uang reksadana tersebut akan dicairkan ke rekening tersebut.

  3. Deposit Dana

    Setelah berhasil melakukan pendaftaran, Anda bisa langsung login ke aplikasi reksadana. Agar bisa melakukan investasi, Anda harus melakukan deposit dana ke rekening yang telah terdaftar di aplikasi. Setelah melakukan transfer, Anda bisa langsung mengeceknya di aplikasi. Jika sudah, Anda bisa mulai berinvestasi dengan memilih jenis investasi saham yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

  4. Memilih Reksadana Saham

    Anda bisa melihat jenis reksadana saham apa saja yang ditawarkan melalui aplikasi tersebut. Setelah melihat, Anda bisa memilihnya. Pilihlah berdasarkan tiga kriteria, antara lain: reksadana saham terbaik, return tertinggi, serta dana kelolaan.

  5. Membeli Reksadana Saham

    Setelah selesai menentukan pilihan, Anda bisa melakukan pembelian saham. Nantinya, akan muncul form pengisian dana investasi. Anda harus menyesuaikan jumlah investasi dengan dana yang ada di rekening Anda. Setelah itu konfirmasi dan tunggulah hingga proses selesai. Efektifnya proses investasi akan memakan waktu sekitar 3-4 hari kerja.

  6. Monitor

    Anda harus mencari tahu kinerja yang dilakukan oleh sistem sehingga investor bisa mengetahui segala informasi dan mengevaluasi investasi yang sudah dilakukan. Ini juga berguna untuk mengecek keuntungan yang mungkin diperoleh oleh investor.

  7. Menjual

    Cara menjual reksadana saham sangat mudah, Anda tinggal masuk ke aplikasi dan menjualnya saja. Anda bisa memilih menjual berdasarkan dua hal, yaitu jumlah unit reksadananya atau nilai uang yang hendak dicairkan. Anda juga diminta menentukan rekening tempat pencairan dana dari penjualan reksadana tersebut.

Sebaiknya, dalam melakukan investasi reksadana saham jangan langsung mengeluarkan dana dalam jumlah yang fantastis. Anda bisa memulainya dengan dana investasi sebesar Rp 100.000 saja. Meski keuntungannya terbilang akan lama diperoleh dan membutuhkan waktu yang panjang. Akan tetapi, Anda setidaknya bisa belajar tentang mekanisme bisnis minim risiko dengan reksadana saham ini.

Begitu Anda sudah memahami dengan pasti mekanismenya secara jelas, ilmu tentang investasi ini juga sudah meningkat maka Anda bisa meningkatkan jumlah dana investasi agar bisa memperoleh keuntungan yang jauh lebih berarti dibandingkan dengan sebelumnya. Jangan lupa untuk selalu memonitoring investasi Anda sudah berjalan sejauh apa dan adakah risiko yang menghadang atau tidak. Pastikan untuk selalu tahu mengenai perkembangannya.

Itulah berbagai informasi mengenai reksadana saham terbaik yang bisa dipelajari terlebih bagi para pemula yang hendak terjun ke dunia investasi reksadana saham. Intinya, Anda harus benar-benar jeli dalam melakukan investasi tersebut agar tidak mengalami kerugian yang berarti.

Loading...