Mengenal 5 Perbedaan Reksadana dan Saham

Loading...

Meski rasanya sudah banyak dibahas di mana-mana, akan tetapi masih banyak yang belum mengetahui perbedaan reksadana dan saham. Meski sama-sama menginvestasikan saham, akan tetapi mengapa keduanya disebut terpisah? Sebaiknya kita kenali terlebih dahulu keduanya agar tidak bingung.

Reksadana diartikan sebagai sebuah usaha yang mengoleksi dana dari sejumlah investor baik perorangan maupun badan usaha yang nantinya dana tersebut akan dikelola dan diinvestasikan ke instrumen yang telah disepakati oleh para investor. Lantas, apa yang dimaksud dengan saham?

Saham merupakan surat berharga yang digunakan sebagai bukti kepemilikan seseorang terhadap sebuah badan usaha atau perusahaan. Secara singkatnya, jika Anda membeli sebuah saham perusahaan maka artinya Anda memiliki hak milik perusahaan tersebut sebesar saham yang Anda beli tersebut. Nantinya, sebagai imbalan Anda akan memperoleh keuntungan dari perusahaan dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan yang berlaku. Berikut perbedaan antara reksadana dan saham yang perlu diketahui lebih lanjut.

Loading...

Perbedaan Reksadana dan Saham

  1. Perantaranya

    Jika Anda berinvestasi di saham maka artinya Anda membeli saham dari sebuah perusahaan secara langsung. Memang akan ada pihak sekuritas yang akan membantu Anda, namun semua keputusan terletak di tangan Anda. Beda halnya dengan reksadana saham yang akan dikelola oleh manajer investasi. Semua alokasinya akan diurus oleh manajer investasi dan Anda hanya perlu memantau kinerja dari manajer investasi saja.

  2. Imbal

    Ketika Anda berinvestasi di saham maka akan terdapat dua jenis imbal atau keuntungan yang diperoleh, yaitu capital gain atau dividen. Nantinya, secara otomatis keuntungan tersebut akan masuk ke rekening masing-masing investor. Bedanya dengan reksadana saham, nantinya keuntungan tersebut akan di reinvestasikan secara otomatis oleh pihak manajer investasi sehingga dapat menambah nilai aktiva bersih.

  3. Risiko

    Ketika membeli sebuah saham perusahaan maka setiap risiko dari keputusan yang telah diambil menjadi tanggung jawab pribadi. Ketika pasar turun atau pengaruh lainnya maka bisa jadi uang yang telah dimasukkan ke dalam saham tidak dapat kembali. Akan tetapi, jika reksadana saham yang telah dipasrahkan langsung pada ahlinya maka bisa dipastikan bahwa risiko tersebut dapat ditangani dengan baik oleh pihak manajer investasi.

  4. Pembukaan Rekening

    Khusus untuk rekening saham maka harus ke perusahaan sekuritas. Awal setorannya biasanya bebas, namun untuk membeli saham harus sesuai dengan dana minimal pembelian saham tersebut. Berbeda halnya dengan reksadana saham yang hanya membutuhkan Rp 100.000 saja sudah bisa mulai berinvestasi.

  5. Pajak

    Jika Anda berinvestasi melalui saham maka Anda akan memperoleh pajak final yang akan dibebankan kepada Anda selaku investor sebesar 0,1% dan sudah dimasukkan ke dalam biaya penjualan. Ketika Anda memperoleh dividen maka Anda akan dikenakan pajak sebesar 10% yang sudah dimasukkan ke dalam dividen tersebut ketika dibayarkan. Sedangkan, bagi reksadana saham keuntungan yang diperoleh tidak termasuk ke dalam objek pajaknya.

Hal yang Harus Dipertimbangkan Memilih Reksadana atau Saham

Sebelum memutuskan untuk melakukan investasi, banyak hal yang harus Anda pertimbangkan matang-matang agar tidak menyesal kemudian. Sebenarnya sudah jelas, bahwa dari segi banyak hal investasi reksadana jauh lebih menguntungkan daripada saham. Inilah alasan yang membuat investasi reksadana jauh lebih menguntungkan, antara lain sebagai berikut.

  1. Tidak Membutuhkan Modal yang Besar

    Dibandingkan dengan berinvestasi melalui saham, reksadana sudah bisa dibeli dengan modal yang kecil. Bagi Anda yang tidak memiliki modal besar maka sangat cocok berinvestasi dengan reksadana ini. Hanya dengan uang Rp 100.000 saja, Anda sudah bisa mulai berinvestasi.

  2. Keuntungan Berupa Diversifikasi Investasi

    Modal yang ditanamkan dalam reksadana saham nantinya akan dibagi ke dalam beberapa instrumen oleh manajer investasi yang lebih dikenal dengan sebutan diversifikasi investasi. Nantinya, itu tergantung Anda yang memilih jenis mutual fund nya barulah manajer investasi yang mengelolanya. Membagi modal investasi ke dalam sejumlah instrumen dapat meminimalisir kerugian.

  3. Dikelola oleh Ahlinya

    Berbeda dengan saham yang harus dikelola sendiri, reksadana justru akan dikelola oleh manajer investasi selaku ahlinya sehingga jauh lebih aman dan minim dari risiko. Pihak pengelola ini juga bisa dipercaya karena memiliki lisensi yang jelas sehingga Anda tidak perlu khawatir dengan dana yang telah Anda investasikan. Cukup pantau saja pergerakannya.

  4. Pengelolaan Dana yang Transparan dan Aman

    Seluruh proses dan catatan terkait dengan dana yang sudah Anda investasikan bersifat transparan dan dijamin aman. Anda tidak perlu khawatir dana Anda hilang karena dana Anda tersimpan baik oleh pihak ketiga sehingga tidak akan hilang.

Tips Menentukan Reksadana Terbaik

Tips Menentukan Reksadana Terbaik
Gambar oleh mohamed Hassan dari Pixabay

Jika sudah yakin hendak memilih investasi reksadana maka Anda bisa melakukan tips berikut agar bisa memilih reksadana yang terbaik.

  1. Mulailah dengan Menentukan Tujuan Finansial

    Tentukan tujuan Anda dalam berinvestasi, tentunya dari segi finansial. Anda harus tepat dalam menentukan kapan dana yang Anda investasikan tersebut akan Anda butuhkan. Jadi pilih investasi dengan jangka waktu sesuai dengan kebutuhan Anda.

  2. Rasio Biaya yang Dikenakan pada Reksadana

    Anda harus benar-benar memperhatikan rasio biaya yang dikenakan kepada para investor sehingga Anda bisa menghitung imbal di kemudian hari. Jangan sampai biaya yang dibebankan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan imbalnya.

  3. Hindari Reksadana yang Memiliki Turnover Tinggi

    Ketika membeli saham Anda harus membayar biaya transaksi untuk perusahaan sekuritas, sedangkan ketika menjual Anda harus membayar biaya transaksi dan PPh. Anda harus benar-benar mengetahui dan menghindari biaya reksadana yang memiliki turnover yang cenderung tinggi karena akan sangat memberatkan Anda.

  4. Tim Berpengalaman

    Carilah pihak reksadana yang memiliki anggota tim berpengalaman dan sudah terampil dalam memainkan saham tersebut. Perhatikan dan bacalah dengan cermat mengenai portofolio yang ditawarkan kepada Anda untuk menemukan tim reksadana yang terbaik.

  5. Cari Benchmark yang Sesuai

    Bandingkan reksadana yang dikembalikan dengan benchmark yang paling sesuai. Tentunya hal ini untuk menghindarkan Anda dari kerugian.

  6. Diversifikasi Aset yang Dimiliki

    Pilihlah reksadana yang berbeda-beda, jangan masukkan semua aset kekayaan Anda ke dalam satu jenis reksadana saja karena akan merugikan ketika reksadana tersebut sedang anjlok. Jika Anda memasukkannya ke jenis reksadana yang berbeda-beda justru akan sangat menguntungkan.

Berdasarkan ulasan di atas, Anda sudah paham bukan perbedaan di antara keduanya? Jadi, yang mana yang menjadi pilihan Anda dalam berinvestasi? Pastikan yang paling sesuai dan cocok dengan Anda. Anda bisa memilih untuk berinvestasi ke dalam bentuk saham atau reksadana. Keduanya bisa jadi pilihan dalam berinvestasi di era modern seperti saat ini.

Demikian tadi informasi mengenai perbedaan reksadana dan saham yang sangat penting Anda ketahui sebagai bahan pertimbangan ketika Anda hendak berinvestasi. Semuanya memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing sehingga Anda harus menyesuaikan dengan kebutuhan Anda dalam berinvestasi.

Loading...