4 Jenis Investasi Jangka Pendek dan Cara Tepat Mengelolanya

Bagi investor pemula yang tertarik mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat, investasi jangka pendek merupakan pilihan cerdas. Jenis investasi yang satu ini memang kerapkali dipilih karena return atau pengembaliannya yang menjanjikan. Bagi Anda yang notabene nya investor pemula, pilih saja jenis investasi berjangka waktu pendek jika ingin mengembangkan kapabilitas finansial dalam waktu singkat.

Meski investasi berjangka waktu pendek dinilai memiliki risiko cukup tinggi, namun return yang akan Anda dapatkan terhitung sangat besar. Nah, sebelumnya perlu Anda ketahui bahwa investasi yang satu ini dinilai dari durasi waktunya. Karena jenis investasi ini pada umumnya hanya berjangka selama 12 bulan dan bisa juga kurang dari 12 bulan. Bagi Anda yang memilih investasi dengan jangka waktu pendek, bisa dengan mudah mencairkan return-nya kurang dari 1 tahun.

Rekomendasi Instrumen Investasi Jangka Pendek

Nah, bagi Anda yang tertarik dengan jenis investasi berjangka waktu pendek ini, ada beberapa instrumen yang direkomendasikan untuk investor pemula. Langsung saja, simak daftarnya di bawah ini:

  1. Deposito

    Umumnya banyak bank yang menawarkan deposito sebagai salah satu instrumen investasi kepada nasabahnya. Agar nasabah tertarik dengan deposito, bank memberikan penawaran menarik berupa return yang tinggi. Jangka waktu dari deposito bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda, seperti dalam jangka waktu 3 bulan, 6 bulan, hingga 12 bulan. Dalam hal ini jangka waktu yang Anda pilih berpengaruh penting terhadap return yang akan didapatkan.

    Semakin lama jangka waktu yang Anda ambil, maka return yang akan Anda miliki semakin besar pula. Selain itu bunga yang terdapat pada deposito terhitung lebih tinggi jika dibandingkan dengan tabungan biasa. Dana yang Anda investasikan pun tidak bisa diambil sembarang waktu. Nah, salah satu investasi jangka pendek ini sudah terjamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

  2. Reksa Dana Pasar Uang

    Reksa dana pasar uang merupakan salah satu instrumen investasi jangka pendek yang bisa Anda pilih. Yang dimaksud dengan reksa dana pasar uang adalah uang yang diinvestasikan 100% pada instrumen pasar uang seperti halnya Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, dan lain-lain.

    Reksa dana pasar uang banyak direkomendasikan karena relatif aman serta risikonya kecil. Sehingga sangat cocok bagi investor pemula yang baru memulai investasi. Selain itu reksa dana pasar uang bisa termasuk ke dalam investasi berjangka waktu pendek dikarenakan instrumen pasar uang mempunyai jangka waktu tidak kurang dari setahun umumnya.

  3. Obligasi/Surat Utang Jangka Pendek

    Satu lagi pilihan investasi jangka pendek yang bisa Anda coba yakni obligasi atau surat utang jangka pendek. Obligasi sendiri memiliki sifat yang fleksibel, dengan jangka waktu satu bulan hingga satu tahun. Akan tetapi return yang didapatkan tidak sebesar instrumen investasi lainnya.

    Pada umumnya durasi jangka panjang dari obligasi mencapai 2 – 3 tahun. Akan tetapi ada pula jenis obligasi jangka pendek dengan waktu yang telah ditentukan sekitar enam bulan. Namun, jenis obligasi ini biasanya telah mendekati waktu jatuh tempo. Meski begitu obligasi adalah salah satu instrumen investasi yang aman.

  4. Peer to Peer Lending

    Peer to Peer Lending atau P2P Lending ini merupakan jenis investasi yang memungkinkan Anda untuk berperan menjadi investor atau juga seorang pemberi pinjaman modal. Biasanya modal yang dipinjamkan kepada UMKM yang ada di Indonesia. Nah, keuntungan yang akan Anda dapatkan dari investasi ini umumnya berasal dari suku bunga pinjaman.

    Anda pun bisa mendapatkan keuntungan berlipat ganda apabila menerapkan efek compounding, yakni bunga dari keuntungan investasi yang kemudian diinvestasikan secara terus-menerus. Singkatnya Peer to Peer Lending bisa membuat Anda untuk melakukan investasi jangka pendek dengan mudah dan aman. Maka, P2P Lending ini patut dicoba untuk awal investasi yang tepat.

Cara Mengelola Investasi Jangka Pendek Paling Tepat

Setiap instrumen investasi memiliki risikonya masing-masing. Di saat Anda memilih salah satunya, di sanalah Anda siap untuk segala risikonya. Maka, jangan sampai salah perhitungan agar terhindar dari kerugian. Jika Anda berhasil mengelolanya dengan tepat, keuntungan yang akan didapat pun bisa berlipat ganda.

Maka dari itu, simak cara mengelola investasi berjangka pendek yang tepat berikut ini:

  • Menentukan Tujuan Investasi

    Berinvestasi tanpa menentukan tujuan yang tepat sama saja tidak ada artinya sama sekali. Berbeda lagi ceritanya apabila Anda memiliki tujuan keuangan yang pasti untuk di masa depan. Karena dengan tujuan yang tepat, Anda bisa menentukan jenis instrumen investasi mana yang cocok untuk mengelola finansial Anda.

    Misalnya saja Anda memiliki tujuan untuk memulai usaha 1 tahun mendatang. Modalnya dibutuhkan sekitar Rp. 10 jutaan. Di sinilah Anda bisa memprediksi untuk menginvestasikan uang setiap bulannya di reksa dana. Dengan tujuan untuk mendapatkan modal usaha dalam 1 tahun kemudian, karena Anda memilih investasi berjangka pendek.

  • Memperhatikan Kinerja Instrumen Investasi yang Dipilih

    Kinerja sebuah instrumen investasi bisa menjadi acuan mengenai perkembangan investasi tersebut ke depannya. Misalnya jika pergerakan investasi tersebut tidak ada perkembangan, kemungkinan besar kinerja di masa depan tidak akan berkembang secara signifikan.

    Salah satu instrumen investasi seperti reksa dana umumnya kerapkali memberikan grafik kinerja pertumbuhan yang diberikan oleh manajer investasi. Di sinilah Anda bisa memperhatikan secara detail mengenai kinerjanya. Untuk instrumen P2P Lending pun tak jauh berbeda, di mana Anda harus mencari info yang valid bagaimana track record dari platformnya.

  • Lakukan Diversifikasi

    Menjalankan diversifikasi adalah langkah yang cerdas bagi Anda yang memilih investasi jangka pendek. Di mana Anda bisa mengalokasikan dana ke berbagai instrumen investasi lain untuk meminimalisir risiko yang ada. Hal ini memang terdengar sedikit rumit, akan tetapi Anda perlu melakukannya agar terhindar dari kerugian pada salah satu instrumen investasi yang dipilih.

  • Jangan Tergesa-gesa Mengambil Keputusan

    Umumnya jika seseorang gagal, ia akan terus mencoba lagi dan lagi. Hal tersebut memang tidak salah, akan tetapi pada kegiatan investasi hal tersebut tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Jika investasi gagal kunci utamanya adalah menahan diri untuk memulai investasi lagi dengan dana yang lebih tinggi.

    Hal ini penting untuk dilakukan guna menghindari kondisi finansial Anda yang bisa saja berantakan. Maka, solusinya jangan tergesa-gesa mengambil keputusan. Jika gagal, lakukan persiapan lebih matang terlebih dahulu untuk memulai investasi kembali dengan strategi yang lebih baik.

Investasi Sukses Dilakukan Dengan Sabar

Semua jenis instrumen investasi jangka pendek di atas, bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan. Maka jika Anda telah mengetahui cara mengelolanya dengan benar, diharapkan jenis investasi yang dipilih pun akan terasa lebih mudah ditekuni. Jangan ragu lagi mengelola keuangan Anda dengan strategi berinvestasi. Karena mempelajari lebih dalam lagi mengenai perencanaan keuangan dengan cara berinvestasi, merupakan strategi finansial yang cerdas.

Exit mobile version