4 Strategi Pemasaran Frozen Food Online Dan Offline

Strategi pemasaran frozen food – Di saat pandemi seperti ini, makanan beku banyak diserbu konsumen. Sebab frozen food dapat disimpan dalam waktu lama. Persediaan di rumah pun jadi aman dan tidak perlu sering-sering pergi keluar untuk berbelanja. Melihat kondisi ini, bisa menjadi kesempatan baik untuk memproduksi sekaligus memasarkan frozen food sendiri. Ada juga yang hanya menjualkan produk makanan beku atau reseller. Keduanya sama-sama memerlukan strategi pemasaran frozen food yang tepat guna memperolah profit yang maksimal.

Pada kenyataannya, memasarkan produk bukan termasuk perkara yang mudah. Mau tidak mau, harus cari cara lain yang ampuh menarik perhatian konsumen. Sebelum itu, seperti apakah model marketing yang Anda terapkan. Sudahkah hasilnya bagus atau biasa-biasa saja?

Sebenarnya, kita bisa mengoptimalkan strategi pemasaran frozen food via online dan offline. Karena beda jalur, beda pula langkah-langkah yang harus ditempuh. Seperti apa ya? Selengkapnya di bawah ini:

Cara Jitu Memasarkan Produk Makanan Beku Via Offline

Memasarkan produk frozen food secara langsung mungkin bisa Anda coba. Adapun trik dan tipsnya antara lain:

  1. Jemput Bola

    Apa maksudnya? Jemput bola di sini adalah terjun langsung ke lapangan dengan datang ke rumah-rumah warga. Bawa beberapa produk buatan Anda dan tawarkan ke sekitar tempat tinggal dan lanjut ke daerah sekitar. Agar lebih menarik perhatian, sebutkan nama produk yang memiliki harga paling murah. Sebab biasanya harga yang miring lebih menarik perhatian.

  2. Titip Ke Warung Atau Toko

    Tidak ada salahnya untuk menjalin kerja sama dengan warung-warung di sekitar. Tapi, usahakan untuk memberi harga yang beda atau lebih murah agar pemilik warung bisa mendapatkan keuntungan juga. Atau bisa memberikan komisi di setiap bungkus frozen food yang laku. Semakin banyak Anda menitipkan ke warung-warung, maka semakin besar pula peluang untuk laku. Biasanya di warung yang jual sayur atau di abang-abang tukang sayur. Tapi bukan berarti dititipkan secara sembarangan. Pilih penjual yang bisa dipercaya dan catat juga pantau setiap produk yang dititipkan.

  3. Jual Sendiri Di Pasar Atau Tempat Strategis

    Menjual sendiri di pasar mungkin sedikit klasik, tapi jangan salah. Justru pasar tradisional selalu ramai dikunjungi para pembeli. Jangan lupa untuk memberi stempel harga agar orang-orang di sekitar tertarik. Seperti papan harga misalnya. Dengan begitu, mereka yang dari kejauhan pun bisa melihat tulisan tersebut.

  4. Rekrut Reseller

    Untuk mitra kerja atau reseller, sebenarnya bisa dibuka secara online maupun offline. Anda bisa mengajak teman atau kerabat untuk menjualkan produk tersebut. Kemudian beri harga khusus dan lebih murah agar mereka bisa mendapatkan komisi. Ketika para reseller berhasil menjualkan produk frozen food Anda, maka ini bisa membawa kemajuan untuk usaha yang dibangun.

Tersebut 4 cara sekaligus strategi memasarkan produk makanan beku yang dilakukan secara offline. Cara ini mungkin sedikit membantu dalam mendapatkan pembeli. Kalau semisal mereka atau pembeli menawar harga, tidak ada salahnya jika Anda memberi diskon.

Asalkan masih masuk akal dan Anda tidak rugi, kenapa tidak? Jadi, tentukan juga patokan harga paling kecil. Khususnya ketika ada yang negosiasi. Bukan tak mungkin jika transaksi jual beli secara langsung menimbulkan nego-nego harga, bukan?

Strategi Pemasaran Frozen Food Via Online

Memasarkan produk lewat internet sekarang ini bukan hal yang baru. Begitu juga dalam menjual makanan beku. Biasanya, pengiriman menggunakan jasa ojek online. Sebab kalau memakai jasa ekspedisi bisa lama dan produk bisa rusak. Jika lokasinya dekat dan memungkinkan delivery order pun tidak masalah, kan? Sedikitnya, ada 4 cara dalam memaksimalkan pemasaran produk makanan beku lewat online, yaitu:

  1. Promosi Lewat Sosial Media

    Sebut saja Facebook dan Instagram, yang bisa digunakan untuk memperkenalkan produk secara luas. Anda juga bisa join di grup Facebook untuk promosi. Sesekali, bisa live dengan menunjukkan produksi atau produk-produk frozen food yang dipasarkan. Untuk promosi di sosial media sebaiknya diposting secara teratur. Contohnya di waktu pagi dan siang, begitu seterusnya. Agar pengunjung media sosial tersebut bisa mengetahui postingan Anda. Gunakan gambar yang berbeda-beda supaya lebih menarik perhatian dan tidak membosankan sekalipun dishare setiap hari.

  2. Pasarkan Lewat Market Place

    Berbeda dengan sosial media, market place menyediakan tempat khusus untuk berjualan tanpa dipungut biaya sepeserpun. Anda bisa mencoba pemasaran di sana guna menjangkau pasar lebih luas lagi. Ada lebih dari satu market place yang bisa dipilih untuk berjualan, contoh market place yang populer di Indonesia saat ini yaitu Shopee. Jadi dapat dipasarkan di semua tempat, dan pastinya akan lebih banyak dikenal oleh pengguna internet khususnya market place tersebut.

  3. Manfaatkan Aplikasi Jual Beli

    Ada beberapa aplikasi yang memang diperuntukkan sebagai media promosi. Anda dapat memasarkan frozen food di sana. Contohnya seperti di olx. Di sana ada banyak pengguna yang setiap hari mengakses apps tersebut. Jadi setiap hari juga, iklan Anda bisa dilihat oleh pengunjung lainnya.

  4. Daftarkan Di Ojek Online Market

    Di aplikasi ojek online tersedia fitur untuk jual beli makanan. Fitur market tersebut dapat dimanfaatkan untuk menawarkan produk ke pengguna ojek online. Jadi, Anda mendaftarkan toko di aplikasi tersebut. Jika Anda tertarik, segera daftarkan produk frozen food tersebut sekarang juga. Langkah-langkahnya juga tidak sulit, dan biasanya ada panduan yang mudah untuk diikuti.

Nah, keempat strategi pemasaran frozen food di atas, mana yang paling Anda sukai? Bisa dipilih salah satu sebagai jalan promosi maupun semuanya. Semua tergantung pilihan Anda, tentunya. Kedua jalan tersebut juga bisa dijalankan secara bersamaan, agar kita bisa mengevaluasi mana yang paling efektif. Sebab setiap bidang usaha memiliki cara sukses yang berbeda-beda. Kalau tidak dicoba, bagaimana bisa diketahui, bukan?

Evaluasi sangat perlu dilakukan agar kita bisa menarik kesimpulan dari setiap strategi yang telah dikerahkan. Evaluasi ini bukan hanya dari cara pemasaran saja, tapi juga lain-lainnya seperti jenis produk yang paling laku dan kurang laku misalnya. Selanjutnya kita bisa memaksimalkan lagi cara yang sekiranya efektif. Kemudian mencari solusi lain untuk hal-hal yang berjalan lambat.

Menyimpulkan setiap strategi yang dijalankan bukan perkara yang ringan. Untuk itu, selalu pantau setiap hari dan evaluasinya bisa beberapa hari sekali. Sebulan sekali pun bisa. Ketika sudah menarik kesimpulan, segera ambil tindakan untuk menyelesaikan kendala, jika ada. Jadi untuk bulan berikutnya, resiko atau permasalahan yang sama tidak terjadi lagi. Kalau tidak ada masalah dan menunjukkan hasil pemasaran yang bagus, sebaiknya terus tingkatkan agar tidak digeser oleh kompetitor yang lain.

Jadi, strategi pemasaran frozen food bukan soal memasarkan produk saja tapi juga bagaimana cara untuk bangkit dari kendala yang ada. Sebab perjalanan bisnis setiap orang beda-beda, tidak selalu lancar sekalipun kita sudah mengikuti langkah-langkah yang diberikan. Karenanya, selalu evaluasi demi kebaikan bisnis Anda, kini dan seterusnya.