Mending Reseller Atau Dropship Berikut Keunggulan Keduanya

Bisnis online memang menjadi salah satu solusi alternatif untuk mencari kerja sampingan. Salah satu pekerjaan yang cocok adalah reseller dan dropship. Keduanya sering kali diartikan sama, padahal tidak sama. Menurut Anda, mending reseller atau dropship?

Manakah Yang Anda Pilih? Mending Reseller Atau Dropship?

Untuk menjadi reseller Anda memerlukan modal dalam jumlah tertentu, sedangkan dropship sama sekali tanpa modal. Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari kita lihat lebih detail lagi mengenai kedua pekerjaan itu.

Pengertian Reseller

Reseller berasal dari bahasa Inggris diambil dari kata “re” yang berarti kembali dan “seller” yang berarti penjual. Jika digabungkan reseller berarti “penjual kembali”. Maksudnya disini adalah seseorang yang ingin membeli barang atau jasa dari pihak produsen maupun supplier dengan tujuan untuk dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi agar memperoleh keuntungan. Disini perlu adanya kerjasama antara pihak supplier dengan pihak reseller agar keduanya tidak merasa dirugikan.

Tips Jadi Reseller Yang Berhasil

Perlu kita ketahui bahwa menjadi reseller sekarang ini memiliki banyak saingan. Agar bisa menjadi reseller yang sukses, Anda bisa menggunakan tips berikut ini.

  1. Giat Melakukan Promosi Di Media Sosial

    Ketika anda ingin memulai menjadi reseller, rajin-rajinlah untuk memasarkan barang atau jasa di media sosial. Memasarkan barang atau jasa di media sosial merupakan kegiatan yang paling efektif untuk menjual barang.

  2. Perhatikan Harga Jual Yang Bersaing

    Hitung dengan benar antara harga beli dan harga jual, hitung pula biaya yang anda keluarkan untuk transfer. Pastikan anda bisa mendapatkan keuntungan walaupun dengan harga jual yang bersaing.

  3. Pilih Jenis Produk Yang Mudah Untuk Dijual

    Ini menjadi point yang tidak kalah penting. Tentu saja dalam menjual barang atau jasa pasti kita menginginkan banyak pembelinya. Jangan memilih produk yang tidak banyak dibutuhkan oleh konsumen, karena hal itu hanya akan merugikan anda.

  4. Pilih Supplier Yang Professional

    Supplier yang professional biasanya akan memberikan harga yang lebih murah kepada reseller.

  5. Respon Cepat Dalam Melayani Pembeli

    Konsumen akan lebih senang jika sebagai seorang reseller dapat merespon dengan cepat apapun pertanyaan-pertanyaan yang diajukan terkait barang penjualan. Hal tersebut dapat membantu calon pembeli untuk melakukan pemesanan, pembayaran, hingga pengiriman barang.

  6. Disiplin Dan Konsisten Dalam Melakukan Pemasaran

    Anda bisa mengunggah produk terbaru setiap hari. Upayakan sesekali memberikan diskon terhadap produk yang anda jual jika anda sudah mendapatkan keuntungan yang banyak. Hal ini dapat membuat toko anda digemari oleh calon pembeli.

  7. Selektif Dalam Memilih Produk Yang Ingin Anda Jual

    Jual produk yang menurut kamu dapat menarik pembeli. Tidak perlu menjual banyak produk yang tidak menarik minat calon pembeli. hal itu akan banyak menghabiskan kuota.

Keuntungan Menjadi Reseller

Menjadi reseller memang bukan pekerjaan yang sulit, bahkan ada beberapa keuntungan yang bisa kita dapatkan jika kita menjadi reseller diantaranya yaitu :

  • Waktu

    Kapan pun kita bisa menjadi reseller, tanpa batasan waktu kita bisa mempromosikan barang atau jasa melalui media sosial tanpa batasan. Apalagi jika kita bisa menjalin kerjasama yang baik dengan para pemasok, maka waktu yang kita gunakan untuk bekerja menjadi lebih efektif dan efisien.

  • Keuntungan

    Menjadi reseller tentu saja banyak memiliki keuntungan yang kita dapatkan, walau sebelumnya tanpa modal sekalipun kita bisa menjual barang atau jasa dari kerjasama berbagai pihak. Dalam hal ini reseller juga tidak perlu pusing dalam membuat produk.

  • Banyak Relasi

    Reseller memang pekerjaan yang tidak memiliki banyak syarat. Kita bebas mencari berbagai pemasok untuk memulai bisnis. Sehingga kita bisa memperoleh lebih dari satu pemasok untuk bisa diajak bekerja sama dalam memulai bisnis yang lebih besar lagi.

  • Dapat Mengawasi Produk Sendiri

    Karena sebagai reseller harus beli barang dagangan, jelas saja seller bisa melihat dan memilih secara langsung. Kemudian ketika ada pesanan dari pelanggan, bisa memastikan kualitasnya terlebih dulu.

  • Resiko Keterlambatan Pengiriman Lebih Berkurang

    Dengan ketersedian stok, reseller bisa mengirimkan orderan segera mungkin. Bahkan bisa menentukan ekspedisi yang diinginkan. Selain itu, paket yang dibungkus sendiri dapat dikondisikan agar selalu aman dan sampai di tujuan tanpa cedera.

Kelemahan Menjadi Reseller

Namun perlu anda ketahui bahwa dibalik keuntungan yang kita dapatkan selama menjadi reseller ada juga kerugian yang bisa saja kita temui diantaranya sebagai berikut:

  1. Banyak saingan, jadi peluang semakin kecil
  2. Perlu modal dalam jumlah tertentu
  3. Harus mengurus pembelian produk, packing, sampai antar paket sendiri
  4. Harus memegang stok sendiri, jika tidak laku jelas biar menimbulkan kerugian

Nah, dari berbagai uraian di atas apakah anda tertarik menjadi reseller? Apakah anda tertarik untuk menjual produk orang lain? Atau justru tidak tertarik dengan reseller karena banyaknya pertimbangan? Atau anda ingin mencoba menjadi dropship? Kira- kira mending reseller atau dropship ya? Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, terlebih dahulu kita mengenal apa itu dropship.

Pengertian Dropship

Sedangkan dropship adalah menjualkan produk milik supplier tanpa memiliki stok barang bersangkutan. Pesanan dari pembeli bisa diteruskan ke produsen dan nantinya akan dikirim sesuai permintaan atas nama dropshiper sebagai sellernya. Dari pengertiannya, sudah sedikit terlihat kelebihan dan kekurangan yang dimiliki dengan menjadi dropshiper. Lalu, menurut Anda bagaimana? Mending reseller atau dropshiper?

Keunggulan Dropship

Sama seperti reseller, menjadi dropshiper juga punya segudang keunggulan. Tak heran jika profesi satu ini cukup banyak ditemui. Bahkan produsen pun membuka mitra kerja sebagai dropship. Selengkapnya berikut ini adalah kelebihan dari dropship:

  1. Tanpa Modal

    Menjadi dropshiper tidak perlu mengeluarkan modal. Lalu, bagaimana cara melakukan transaksi? Mudah sekali, sebab pembeli akan membayarkan ke dropshiper terlebih dulu, kemudian uang tersebut yang sudah dipotong sebagai komisi digunakan untuk berbelanja ke supplier.

  2. Tidak Mengurusi Stok Barang

    Dropshiper tidak perlu mengurus dan menghitung barang-barang sendiri, semua sudah diurus oleh produsen. Tinggal terima order dan nantinya diteruskan ke supplier. Pihak supplier tersebut akan mengirimkan pesanan dengan nama dropshiper. Jadi, pembeli tidak mengetahui produsen, yang diketahuinya pihak dropshiper lah yang menjadi seller.

  3. Resiko Sangat Kecil

    Karena tidak memerlukan menyetok barang lebih dulu, dropshiper tidak memiliki resiko rugi jika ada yang tidak laku.

Kelemahan Menjadi Dropshiper

Sedangkan kelemahan yang bisa kita temui ketika bekerja sebagai dropship adalah sebagai berikut:

  1. Tidak memiliki akses untuk memantau stok produk
  2. Laba yang relatif kecil, bahkan ada yang diatur oleh pihak produsen
  3. Sulit menjual barang yang belum pernah kita pegang
  4. Resiko complain customer meningkat

Perlu kita ketahui bahwa reseller dan dropship sama-sama menjual produk orang lain. Namun dengan melihat kelebihan dan kekurangan masing-masing di atas bisa dijadikan pertimbangan untuk memilih menjadi reseller atau pun menjadi dropship. Kalau Anda, lebih memilih mana? Mending reseller atau dropship?